Keseruan Refreshing Kader Kesehatan sewilayah Sanden

Goyang Kewer-kewer Bersama Bp.Mestri Widodo

Kader merupakan barisan terdepan untuk memberikan informasi tentang kondisi kesehatan masyarakat di sekitar lingkungannya. Mengingat banyaknya tugas dari seorang kader posyandu maka tidak semua orang mau dengan sukarela untuk menerima tugas sebagai kader posyandu. Karena menjadi kader posyandu setidaknya harus mempunyai niat, kemauan yang keras dan pengetahuan yang cukup tentang kesehatan.
Demikian pentingnya peran kader posyandu bagi kelancaran pelayanan kesehatan secara cepat dan akurat kepada masyarakat. Dan tidak jarang juga para kader tersebut terlalu sibuk dan merasa beban kerjanya sangat tinggi sehingga banyak yang mengundurkan diri dengan berbagai alasan, misalnya harus mementingkan kepentingan keluarga. Sehingga rate atau tingkat pergantian kader posyandu menjadi sangat tinggi. Oleh karena itu diperlukan bimbingan dan pelatihan tentang kader kesehatan secara rutin dan intensif. Misalnya dengan mengadakian kegiatan refreshing kader.

Senam bersama


Senam Bersama

Pada tanggal 27-28 Oktober 2017, Puskesmas Sanden telah dilaksanakan kegiatan Refreshing Kader Kesehatan se-wilayah Sanden. Acara tersebut diselenggarakan di Balai Desa Murtigading yang bersebelahan dengan gedung Puskesmas Sanden. Acara ini dibuka secara resmi oleh ibu dr. Anastasia Endar W selaku Kepala Puskesmas Sanden. Kemudian acara dilanjutkan dengan senam bersama yang dipimpin oleh Bu Sri Hardini dan Bu Siti Choiriyah.
Selanjutnya acara dipandu oleh Bpk Mestri Widodo selaku narasumber yang menyampaikan materi tentang penguatan Kader. Selain penyampaian materi, ada pula games, diskusi terbuka, sharing pengalaman dan pembagian doorprize bagi kader yang beruntung.

Penyampaian Materi oleh Bpk Mestri Widodo

Sanden Sehat Bersama Raden Mas Buraga

Sambutan dan pemberian materi tentang Germas oleh Kepala Puskesmas Sanden


Puluhan masyarakat dan segenap pegawai lintas sektor di wilayah Sanden berkumpul mengikuti kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di halaman Puskesmas Sanden. Kegiatan ini bertajukkan “Raden Mas Buraga” yang merupakan kepanjangan dari Masyarakat Sanden Gemar Makan Sayur, Buah dan Berolahraga.

Sesuai dengan fokus kegiatan Germas tahun 2017 yakni : Makan Buah dan Sayur, Aktifitas fisik dan Cek kesehatan secara rutin. Kegiatan diawali dengan sambutan dan pemberian materi oleh Kepala Puskesmas Sanden mengenai Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

Senam bersama sebagai bentuk aktifitas fisik

Dalam sambutannya, dr.Anastasia Endar menyampaikan tentang tujuan dan beberapa kebijakan dan kegiatan tentang Germas.
Acara dilanjutkan dengan makan buah pisang serta sayur pecel bersama.
Diharapkan dengan kegiatan ini, masyarakat Sanden bisa mengetahui dan menerapkan kegiatan Germas untuk hidup yang lebih sehat.

Makan Buah Pisang Bersama

Tim Jamuku bersama Kader TOGA Sanden di Merapi Herbal Farma

Kader TOGA Sanden dilatih membuat jamu oleh Tim Jamuku

Beberapa kader TOGA Kecamatan Sanden mengikuti kunjungan ke Merapi Herbal Farma pada Senin, 7 Agustus 2017. Maksud kunjungan tersebut yakni untuk meningkatkan pengetahuan para kader tentang tanaman obat baik melalui penyampaian materi ataupun praktek pembuatan jamu langsung. Para kader ini dibagi kedalam lima kelompok dengan masing-masing kelompok dipandu oleh satu orang dari tim Jamuku.

Pengolahan tanaman obat secara langsung oleh kader

Pengolahan tanaman obat secara langsung oleh kader

Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Puskesmas Sanden dengan Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana.
Para kader berharap kegiatan seprti ini bisa dilaksanakan kembali agar pengetahuan dan keterampilan mengenai tanamana obat keluarga bisa meningkat. Diharapakan pula melalui kegiatan ini para kader bisa membagikan informasi yang telah diperoleh kepada keluarga dan masyarakat luas.

Tim Puskesmas Sanden bersama perwakilan FK UKDW

Peran Fisioterapi dalam Menemani Anak Berkebutuhan Khusus di Sanden

Pemberian pelayanan fisioterapi kepada siswi di Sekolah Luar Biasa

Ada beragam jenis gangguan tumbuh kembang pada anak, diantaranya adalah Cerebral Palsy (CP). CP merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kelumpuhan fungsi motorik yang terjadi akibat adanya kerusakan otak pada anak tanpa melihat penyebab ataupun akibat dari kerusakan tersebut pada anak.

Memang banyak orang berpendapat bahwa susah untuk menyembuhkan anak dengan penyakit atau kelainan CP. Namun, tentu kita tak ingin anak dengan kebutuhan tersebut melewati masa hidupnya dengan ketergantungan pada orang lain. Setidaknya, kita bisa semaksimal mungkin untuk mendukung kualitas hidup agar lebih baik.

Dewasa ini banyak sekali profesi kesehatan yang bisa mendukung kualitas hidup penderita CP agar lebih baik. Salah satunya adalah fisioterapi. Fisioterapi merupakan tenaga kesehatan yang berfokus pada fisik dan gerak tubuh. Alat terapi yang digunakan pun tidak bersifat kimiawi atau mempunyai efek buruk untuk jangka lama. Semua berdasar kepada proses fisiologis tubuh. Selain itu fisioterapi memberikan terapi dengan metode yang kreatif, dan pendekatan tertentu ada anak. Metode terapi yang digunakan pun sangat aman. Menggunakan metode manual dengan tangan.

Pada hari Rabu, 24 Mei 2017 petugas fisioterapi Puskesmas Sanden (Ibu Novika Kurniawati) melakukan kunjungan ke Sekolah Luar Biasa yang ada di wilayah Sanden. Tujuan kunjungan tersebut adalah untuk memberikan pelayanan fisioterapi kepada anak-anak berkebutuhan khusus yang ada, agar bisa mengurangi tingkat ketergantungan mereka. Kunjungan ini disambut hangat oleh para guru, murid serta wali murid yang ada.

Senyum Bahagia Anak-Anak Menyambut Kehadiran Bunda PAUD Kabupaten Bantul

Bunda PAUD Kab. Bantul menyapa anak-anak PAUD Terpadu Pranti

Bunda PAUD Kabupaten Bantul Ny. Erna Suharsono beserta tim melakukan Kunjungan dan Verifikasi PAUD pada Sabtu, 20 Mei 2017 pukul 08.30 WIB di PAUD Terpadu Pranti, Gadingharjo, Sanden, Bantul. Turut hadir pula dalam kegiatan tersebut Camat Sanden Drs. Fatoni, Kapolsek Sanden AKP Riwanta, Kepala Puskesmas Sanden dr. Anastasia Endar, Bunda PAUD Kec. Sanden, Bunda PAUD Kelurahan Gadingsari, Murtigading, Gadingharjo dan Srigading.

Kunjungan dan Verifikasi dilaksanakan setelah Bunda PAUD Kecamatan Sanden menjadi juara 2 dalam lomba paparan Bunda PAUD se-Kabupaten Bantul. Adapun maksud dan tujuan kunjungan dan verifikasi tim lomba ini yaitu untuk melaksanakan penilaian kondisi riil PAUD Pranti, Gadingharjo, Sanden.

Dalam laporannya, Bunda PAUD Kec. Sanden menyampaikan bahwa anak usia dini di Sanden sejumlah 2.762 anak, yang telah tertampung di lembaga formal ada 2.658 anak, sedangkan yang belum tertampung di lembaga formal ada 84. Sehingga prosentase anak yang tertampung di lembaga formal mencapai 97%. Tenaga pendidik yang ada sudah mencukupi sehingga anak dapat mendapatkan pendidikan yang berkualitas, namun perlu adanya pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kemampuan mengajar.

Antusias anak-anak menyambut kunjungan Bunda PAUD Kab. Bantul dan tim

Untuk meningkatkan kualitas PAUD di Sanden, Bunda PAUD Sanden bekerja sama dengan Universitas PGRI Yogyakarta, Psikolog, dan pemerhati PAUD. Kegiatan yang selalu dilakukan adalah mensosialisasikan pentingnya pendidikan untuk anak usia dini, baik langsung ke para kader PAUD juga melalui Radio Paworo Sanden.

Disebutkan pula bahwa di Sanden telah dibentuk Forum PAUD, yang merupakan suatu wadah untuk menyatukan visi dan misi dalam rangka pengembangan program PAUD berkualitas. Bekerjasama dengan Puskesmas Sanden, telah ada MoU (Memorandum of Understanding) terkait upaya kesehatan yang diberikan kepada anak-anak di semua PAUD yang ada di Kecamatan Sanden, seperti Deteksi Tumbuh Kembang Balita (DTKB), screening kesehatan, penyuluhan kesehatan dan lain-lain.

Bunda PAUD Kecamatan mendampingi Bunda PAUD Kab. Bantul meninjau keadaan riil

Kepala Puskesmas Sanden, dr. Anastasia Endar ikut serta mendampingi kunjungan Bunda PAUD Kab. Bantul

PAUD TERPADU Pranti Menanamkan Kebiasaan Baik Sejak Dini

Belajar Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Bersama

(13/05/2017) PAUD Terpadu Pranti merupakan satu-satunya TK terpadu yang berada di kecamatan Sanden, kabupatn Bantul. PAUD terpadu ini terbagi dalam 3 kategori yakni Penitipan Anak, Kelompok Bermain, dan Taman Kanak-Kanak yang terbagi dalam 5 kelas yakni TK A1, A2, A3, B1, dan B2. Sekolah ini memiliki fasilitas yang dapat memfasilitasi anak-anak berusia 0 hingga 7 tahun untuk kegiatan belajar. Pada hari Sabtu, 13 Mei 2017 dilakukan kegiatan kampanye CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun), buang sampah pada tempatnya dengan memisahkan sampah-sampah organik dan anorganik serta sosialisasi jajanan sehat/gizi Seimbang di PAUD Terpadu kepada anak dan wali murid. Kegiatan ini dilakukan dengan kerjasama yang sinergis antara dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana, Puskesmas Sanden dan PAUD Terpadu Pranti. Kegiatan ini merupakan kegiatan dalam rangka kampanye PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) yang dihadiri pula oleh ketua TP PKK Kecamatan Sanden, Kesra Desa Gadingharjo dan Ibu Lurah Desa Gadingharjo.

Indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di sekolah yaitu mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun atau CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun), mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah, menggunakan jamban yang bersih dan sehat, olahraga yang teratur dan terukur, memberantas jentik nyamuk, tidak merokok di sekolah, menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap 6 bulan, membuang sampah pada tempatnya. PAUD Terpadu Pranti sudah melaksanakan sebagian besar PHBS dengan baik, tetapi tentunya perlu ada peningkatan kualitas PHBS yang lebih baik sehingga adanya kepedulian oleh pihak tenaga kesehatan (dokter muda dan puskesmas Sanden) menindaklanjuti PHBS yang berada di sekolah tersebut.

Pemberian informasi dilakukan dengan cara pemberian leaflet, stiker dan aplikasi langsung cara CTPS tujuh langkah dengan benar. Selain itu salah satu cara jitu yang dilakukan untuk aplikasi CTPS adalah dengan menggunakan lagu yang sudah dikenal oleh anak-anak yaitu lagu pelangi-pelangi dengan syair lagu yang diganti dengan cara cuci tangan 7 langkah.

Pemberian Penyuluhan Tentang Jajanan Sehat Kepada Wali Siswa

PAUD Terpadu juga telah memberikan edukasi kepada anak-anak untuk mengkonsumsi makanan sehat dan tidak membiasakan diri untuk jajan sembarangan tetapi anak-anak tetap ada saja yang sulit untuk menerima hal tersebut sehingga tenaga kesehatan tergerak memberikan informasi kepada anak agar anak dapat mengerti lebih jelas akan dampak yang terjadi jika melakukan jajan sembarangan sehingga anak tidak lagi membiasakan diri melakukan hal tersebut.
Materi sosialisasi yang sederhana namun mengana juga diberikan kepada orang tua terkait jajanan sehat anak dan gizi seimbang.

Gizi seimbang merupakan susunan makanan sehari – hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai kebutuhan tubuh. Dalam sosialisasi tersebut juga diberikan leaflet untuk membantu ibu-ibu merecall materi yang telah diterima di sekolah untuk diterapkan dalam keluarga dan masyarakat. Leaflet tersebut berisi materi tentang jajanan sehat, gizi seimbang, dan contoh resep variasi dari bahan makanan sederhana seperti tempe yang dijadikan nugget. Makanan akan disukai oleh anak bila apa yang disajikan untuk mereka itu berada dalam tampilan yang bervariasi dengan peralatan makan yang menarik pula.

Pemilahan Sampah Daun, Plastik dan Kertas

Kepala Puskesmas Sanden beserta Pendidik PAUD Terpadu Pranti dan Mahasiswa FK UKDW

Antusias Masyarakat Sanden terhadap Pemanfaatan TOGA dan Akupresur

Tanaman Obat di Puri Brata

Indonesia memiliki berlimpah kekayaan alam, salah satunya adalah tanaman obat asli Indonesia yang diyakini sejak dahulu hingga kini dalam mengatasi gangguan kesehatan. Meskipun obat dan metode pengobatan konvensional semakin berkembang, tetapi pengobatan tradisional tidak pernah sepenuhnya ditinggalkan oleh masyarakat. Hanya saja, belum semua masyarakat mengetahui tanaman obat beserta cara pengolahannya yang benar untuk mendukung kesehatan mereka.

Kerjasama Puskesmas Sanden dan FK Universitas Kristen Duta Wacana

Pada tanggal 9-10 Mei 2017, Puskesmas Sanden bekerjasama dengan beberapa pihak terkait mengadakan kegiatan “Sosialisasi dan pembentukan kelompok asuhan mandiri pemanfaatan TOGA dan akupresur di wilayah Kecamatan Sanden”.

Asuhan mandiri atau selfcare adalah suatu upaya yang dilakukan oleh manusia untuk mengatasi masalah kesehatan ringan yang dikeluhkan ataupun untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran bagi diri sendiri dan keluarga agar tidak mudah jatuh sakit. Asuhan mandiri kesehatan tradisional berarti selfcare yang dilakukan dengan obat dan metode tradisional. Dalam hal ini obat dan metode yang dilakukan adalah dengan pemanfaatan taman obat keluarga (TOGA) dan pijatan akupresur.

Kegiatan ini dilaksanakan di aula pertemuan Puri Brata, Kalimundu, Desa Gadingharjo selama dua hari. Dihadiri oleh 68 peserta yang terdiri dari para kader dari beberapa dusun dan para peramu jamu.

Hari pertama diisi beberapa materi mengenai TOGA dan akupressur oleh 5 narasumber diantaranya : dr. Ivana dan drg. Suryani Hutomo (Dosen FK Universitas Kristen Duta Wacana), BLPP Kecamatan Sanden, Bapak Cahyo (Pemilik Puri Brata) dan Ibu Novika Kurniawati (Puskesmas Sanden).

Sambutan Dekan FK UKDW

Sebelum penyampaian materi, terlebih dahulu dr. Endar selaku Kepala Puskesmas memberikan sambutan untuk memulai kegiatan ini. Dalam sambutannya, ibu kepala Puskesmas Sanden mengatakan bahwa paradigma sakit yang selama ini tertanam di masyarakat harus dirubah menjadi paradigma sehat. Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan diharapkan ramai dikunjungi masyarakat untuk konsultasi, bukan untuk berobat. Salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan pemanfaatan TOGA dan akupressur.

Penyampaian materi oleh dr. Ivana dari FK UKDW

Praktik akupresur setiap kelompok yang telah dibentuk

Praktek membuat ramuan beserta Rencana Tindak Lanjut dilaksanakan pada hari kedua, dipandu oleh Bapak Sriyono dan tim. Selama kegiatan berlangsung, tampak begitu antusianya warga masyarakat Sanden terhadap pemanfaatan TOGA dan akupressur. Hal tersebut nampak pada keinginan untuk dilakukan kegiatan serupa di masa yang akan datang dan undangan kepada beberapa narasumber untuk mengisi kegiatan di dusun mereka.

Pada akhir kegiatan telah terbentuk 8 kelompok asuhan mandiri pemanfaatan TOGA dan akupresur. Diharapkan para peserta yang hadir dalam kegiatan ini bisa menularkan ilmu yang diperoleh, dimulai dari tingkat keluarga, tetangga hingga masyarakat luas.

Proses Pembuatan Ramuan dari Tanaman Obat

Pengolahan Tanaman Obat

Celebrating Earth Day di Srigading

Celebrating Earth Day 2017 atau Peringatan Hari Bumi 2017 Kabupaten Bantul dipusatkan di Balai Desa Srigading, Sanden pada Rabu 3 Mei 2017. Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Bantul, Drs. H. Suharsono. Dalam tersebut Bupati mengukuhkan Jaringan Pengelola Sampah Mandiri (JPSM), Launching Gerakan Jum`at Bersih ASN, Sabtu Bersih Siswa, Minggu Kerja Bhakti Masyarakat, Penyerahan Bibit Tanaman.

Alasan dipilihnya Desa Srigading sebagai tempat kegiatan karena sejak tahun 2016 telah berhasil merintis wisata kuliner Pengklik dan Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) di dusun Ceme yang diberi nama Bank Sampah Alam lestari.

Dalam sambutannya Drs. H. Suharsono mengatakan bahwa bumi yang kita pijak ini semakin rapuh, beban yang dipikul semakin berat seiring pesatnya pembangunan dan pertumbuhan penduduk. Sebagian anggota masyarakat sesuka hati memperlakukan bumi tanpa memikirkan jauh kedepan, sebagai contoh kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan yang mengakibatkan tersumbatkan saluran air dan banjir. Kesadaran untuk melestarikan lingkungan harus ditanamkan sedini mungkin dan harus berkesinambungan, hal ini tak lepas dari kesadaran sosial yang dapat ditumbuhkan melalui penyuluhan dan pemberian informasi yang lengkap tentang pelestarian lingkungan kepada masyarakat, karena upaya untuk melestarikan lingkungan hidup bukan hanya tanggungjawab perorangan tapi menjadi tanggungjawab semua yang hidup di bumi.

Setelah acara selesai, Bupati melihat pameran karya seni dan kerajinan yang terbuat dari limbah sampah. Diantaranya yakni pemanfaatan ban bekas, bekas banner, Styrofoam menjadi beberapa karya yang menarik. Sementara ibu rumah tangga berhasil membuat piring dari bahan botol minuman, bunga dan dompet dari tas kresek, hiasan bros dari kain perca.

Posyandu Remaja Ala Dusun Tegalsari Sanden

Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi.

Posyandu remaja adalah Pos Kesehatan Remaja atau sebuah wadah yang merupakan pengembangan dari posyandu mandiri yang merupakan sutu usaha untuk mempersiapkan remaja yang berkualitas sebagai generasi penerus bangsa.
Tegalsari merupakan salah satu dusun di Desa Sri Gading Kecamatan Sanden yang mempunyai kegiatan Posyandu Remaja. Posyandu remaja ini merupakan perpanjangan dari program Puskesmas Sanden yaitu, Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR).

Posyandu Remaja Tegalsari ini telah dilakukan rutin setiap sebulan sekali pada hari Minggu bertempat di rumah ketua padukuhan. Sedangkan aktivitas di Posyandu Remaja, diisi oleh para kader dari kalangan remaja yang telah dibekali sejumlah pelatihan.
Dengan kader tersebut, para remaja dapat lebih terbuka dalam menceritakan berbagai permasalahan yang dihadapi. Sehingga diharapkan secara perlahan, masalah sosial remaja di masyarakat dapat teratasi dengan baik.

Keberadaan posyandu remaja ini menjadi sarana untuk :
1. Pelaksanaan kesehatan dasar
Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan dan tekanan darah.
2. Penyuluhan
Penyuluhan tentang masalah Kespro Remaja dan permasalahan yang dialami remaja pada umumnya seperti NAPZA,
seksualitas, HIV/AIDS dan lain-lain.
3. Konsultasi
Konsultasi bersama petugas kesehatan dari Puskesmas Sanden

Pemeriksaan Tekanan Darah oleh Kader Remaja

PERLOMBAAN DESA TINGKAT KABUPATEN BANTUL 2017 DI GADINGHARJO

Pembukaan Perlombaan Tingkat Kabupaten Bantul Tahun 2017 di Balai Desa Gadingharjo

Desa Gadingharjo, Sanden, Bantul menerima kunjungan dari tim yuri Perlombaan Desa Kabupaten Bantul Tahun 2017. Penilaian lomba dilaksanakan di Balai Desa Gadingharjo, Dusun Pranti dan Dusun Karanganyar pada Selasa, 11 April 2017 pukul 09.00-14.30 WIB.

Dalam sambutannya, Lurah Desa Gadingharjo mewakili Pemerintah Desa Gadingharjo mengucapkan selamat datang kepada tim yuri dan seluruh undangan. Dalam presentasi administrasi, Desa Gadingharjo mendapat peringkat ketiga di Kabupaten Bantul.

Selesai melaksanakan penilaian di Balai Desa Gadingharjo, tim yuri menuju Dusun Pranti yang menjadi sampel penilaian. Di Dusun Pranti, tim yuri melaksanakan penilaian terhadap Posyandu Balita, Posyandu Lansia, Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Lansia (BKL), screening kesehatan lansia, PAUD dan rumah sehat.
Selanjutnya perjalanan tim yuri dilanjutkan ke Dusun Karanganyar. Tim yuri melakukan penilaian terhadap beberapa inovasi yang ada di dusun ini, seperti pembuatan pupuk dari urin kelinci, kampung korea dan testimoni peserta KB pria (MOP).

Melalui Perlombaan Desa di Kabupaten Bantul ini, Bupati Bantul mengajak untuk menjadikan perlombaan sebagai titik pengungkit keswadayaan dan kemandirian masyarakat dalam tata penyelenggaraan pemerintahan desa yang akuntabel dan profesional, melalui delapan bidang indicator penilaian yang meliputi : bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, keamanan ketertiban, partisipasi masyarakat, kelembagaan masyarakat, pemerintahan desa dan bidang PKK.

Pemanfaatan Toga di Dusun Kalimundu, Gadingharjo

Posyandu Balita di Dusun Pranti