Senyum Bahagia Anak-Anak Menyambut Kehadiran Bunda PAUD Kabupaten Bantul

Bunda PAUD Kab. Bantul menyapa anak-anak PAUD Terpadu Pranti

Bunda PAUD Kabupaten Bantul Ny. Erna Suharsono beserta tim melakukan Kunjungan dan Verifikasi PAUD pada Sabtu, 20 Mei 2017 pukul 08.30 WIB di PAUD Terpadu Pranti, Gadingharjo, Sanden, Bantul. Turut hadir pula dalam kegiatan tersebut Camat Sanden Drs. Fatoni, Kapolsek Sanden AKP Riwanta, Kepala Puskesmas Sanden dr. Anastasia Endar, Bunda PAUD Kec. Sanden, Bunda PAUD Kelurahan Gadingsari, Murtigading, Gadingharjo dan Srigading.

Kunjungan dan Verifikasi dilaksanakan setelah Bunda PAUD Kecamatan Sanden menjadi juara 2 dalam lomba paparan Bunda PAUD se-Kabupaten Bantul. Adapun maksud dan tujuan kunjungan dan verifikasi tim lomba ini yaitu untuk melaksanakan penilaian kondisi riil PAUD Pranti, Gadingharjo, Sanden.

Dalam laporannya, Bunda PAUD Kec. Sanden menyampaikan bahwa anak usia dini di Sanden sejumlah 2.762 anak, yang telah tertampung di lembaga formal ada 2.658 anak, sedangkan yang belum tertampung di lembaga formal ada 84. Sehingga prosentase anak yang tertampung di lembaga formal mencapai 97%. Tenaga pendidik yang ada sudah mencukupi sehingga anak dapat mendapatkan pendidikan yang berkualitas, namun perlu adanya pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kemampuan mengajar.

Antusias anak-anak menyambut kunjungan Bunda PAUD Kab. Bantul dan tim

Untuk meningkatkan kualitas PAUD di Sanden, Bunda PAUD Sanden bekerja sama dengan Universitas PGRI Yogyakarta, Psikolog, dan pemerhati PAUD. Kegiatan yang selalu dilakukan adalah mensosialisasikan pentingnya pendidikan untuk anak usia dini, baik langsung ke para kader PAUD juga melalui Radio Paworo Sanden.

Disebutkan pula bahwa di Sanden telah dibentuk Forum PAUD, yang merupakan suatu wadah untuk menyatukan visi dan misi dalam rangka pengembangan program PAUD berkualitas. Bekerjasama dengan Puskesmas Sanden, telah ada MoU (Memorandum of Understanding) terkait upaya kesehatan yang diberikan kepada anak-anak di semua PAUD yang ada di Kecamatan Sanden, seperti Deteksi Tumbuh Kembang Balita (DTKB), screening kesehatan, penyuluhan kesehatan dan lain-lain.

Bunda PAUD Kecamatan mendampingi Bunda PAUD Kab. Bantul meninjau keadaan riil

Kepala Puskesmas Sanden, dr. Anastasia Endar ikut serta mendampingi kunjungan Bunda PAUD Kab. Bantul

PAUD TERPADU Pranti Menanamkan Kebiasaan Baik Sejak Dini

Belajar Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Bersama

(13/05/2017) PAUD Terpadu Pranti merupakan satu-satunya TK terpadu yang berada di kecamatan Sanden, kabupatn Bantul. PAUD terpadu ini terbagi dalam 3 kategori yakni Penitipan Anak, Kelompok Bermain, dan Taman Kanak-Kanak yang terbagi dalam 5 kelas yakni TK A1, A2, A3, B1, dan B2. Sekolah ini memiliki fasilitas yang dapat memfasilitasi anak-anak berusia 0 hingga 7 tahun untuk kegiatan belajar. Pada hari Sabtu, 13 Mei 2017 dilakukan kegiatan kampanye CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun), buang sampah pada tempatnya dengan memisahkan sampah-sampah organik dan anorganik serta sosialisasi jajanan sehat/gizi Seimbang di PAUD Terpadu kepada anak dan wali murid. Kegiatan ini dilakukan dengan kerjasama yang sinergis antara dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana, Puskesmas Sanden dan PAUD Terpadu Pranti. Kegiatan ini merupakan kegiatan dalam rangka kampanye PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) yang dihadiri pula oleh ketua TP PKK Kecamatan Sanden, Kesra Desa Gadingharjo dan Ibu Lurah Desa Gadingharjo.

Indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di sekolah yaitu mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun atau CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun), mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah, menggunakan jamban yang bersih dan sehat, olahraga yang teratur dan terukur, memberantas jentik nyamuk, tidak merokok di sekolah, menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap 6 bulan, membuang sampah pada tempatnya. PAUD Terpadu Pranti sudah melaksanakan sebagian besar PHBS dengan baik, tetapi tentunya perlu ada peningkatan kualitas PHBS yang lebih baik sehingga adanya kepedulian oleh pihak tenaga kesehatan (dokter muda dan puskesmas Sanden) menindaklanjuti PHBS yang berada di sekolah tersebut.

Pemberian informasi dilakukan dengan cara pemberian leaflet, stiker dan aplikasi langsung cara CTPS tujuh langkah dengan benar. Selain itu salah satu cara jitu yang dilakukan untuk aplikasi CTPS adalah dengan menggunakan lagu yang sudah dikenal oleh anak-anak yaitu lagu pelangi-pelangi dengan syair lagu yang diganti dengan cara cuci tangan 7 langkah.

Pemberian Penyuluhan Tentang Jajanan Sehat Kepada Wali Siswa

PAUD Terpadu juga telah memberikan edukasi kepada anak-anak untuk mengkonsumsi makanan sehat dan tidak membiasakan diri untuk jajan sembarangan tetapi anak-anak tetap ada saja yang sulit untuk menerima hal tersebut sehingga tenaga kesehatan tergerak memberikan informasi kepada anak agar anak dapat mengerti lebih jelas akan dampak yang terjadi jika melakukan jajan sembarangan sehingga anak tidak lagi membiasakan diri melakukan hal tersebut.
Materi sosialisasi yang sederhana namun mengana juga diberikan kepada orang tua terkait jajanan sehat anak dan gizi seimbang.

Gizi seimbang merupakan susunan makanan sehari – hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai kebutuhan tubuh. Dalam sosialisasi tersebut juga diberikan leaflet untuk membantu ibu-ibu merecall materi yang telah diterima di sekolah untuk diterapkan dalam keluarga dan masyarakat. Leaflet tersebut berisi materi tentang jajanan sehat, gizi seimbang, dan contoh resep variasi dari bahan makanan sederhana seperti tempe yang dijadikan nugget. Makanan akan disukai oleh anak bila apa yang disajikan untuk mereka itu berada dalam tampilan yang bervariasi dengan peralatan makan yang menarik pula.

Pemilahan Sampah Daun, Plastik dan Kertas

Kepala Puskesmas Sanden beserta Pendidik PAUD Terpadu Pranti dan Mahasiswa FK UKDW

Antusias Masyarakat Sanden terhadap Pemanfaatan TOGA dan Akupresur

Tanaman Obat di Puri Brata

Indonesia memiliki berlimpah kekayaan alam, salah satunya adalah tanaman obat asli Indonesia yang diyakini sejak dahulu hingga kini dalam mengatasi gangguan kesehatan. Meskipun obat dan metode pengobatan konvensional semakin berkembang, tetapi pengobatan tradisional tidak pernah sepenuhnya ditinggalkan oleh masyarakat. Hanya saja, belum semua masyarakat mengetahui tanaman obat beserta cara pengolahannya yang benar untuk mendukung kesehatan mereka.

Kerjasama Puskesmas Sanden dan FK Universitas Kristen Duta Wacana

Pada tanggal 9-10 Mei 2017, Puskesmas Sanden bekerjasama dengan beberapa pihak terkait mengadakan kegiatan “Sosialisasi dan pembentukan kelompok asuhan mandiri pemanfaatan TOGA dan akupresur di wilayah Kecamatan Sanden”.

Asuhan mandiri atau selfcare adalah suatu upaya yang dilakukan oleh manusia untuk mengatasi masalah kesehatan ringan yang dikeluhkan ataupun untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran bagi diri sendiri dan keluarga agar tidak mudah jatuh sakit. Asuhan mandiri kesehatan tradisional berarti selfcare yang dilakukan dengan obat dan metode tradisional. Dalam hal ini obat dan metode yang dilakukan adalah dengan pemanfaatan taman obat keluarga (TOGA) dan pijatan akupresur.

Kegiatan ini dilaksanakan di aula pertemuan Puri Brata, Kalimundu, Desa Gadingharjo selama dua hari. Dihadiri oleh 68 peserta yang terdiri dari para kader dari beberapa dusun dan para peramu jamu.

Hari pertama diisi beberapa materi mengenai TOGA dan akupressur oleh 5 narasumber diantaranya : dr. Ivana dan drg. Suryani Hutomo (Dosen FK Universitas Kristen Duta Wacana), BLPP Kecamatan Sanden, Bapak Cahyo (Pemilik Puri Brata) dan Ibu Novika Kurniawati (Puskesmas Sanden).

Sambutan Dekan FK UKDW

Sebelum penyampaian materi, terlebih dahulu dr. Endar selaku Kepala Puskesmas memberikan sambutan untuk memulai kegiatan ini. Dalam sambutannya, ibu kepala Puskesmas Sanden mengatakan bahwa paradigma sakit yang selama ini tertanam di masyarakat harus dirubah menjadi paradigma sehat. Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan diharapkan ramai dikunjungi masyarakat untuk konsultasi, bukan untuk berobat. Salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan pemanfaatan TOGA dan akupressur.

Penyampaian materi oleh dr. Ivana dari FK UKDW

Praktik akupresur setiap kelompok yang telah dibentuk

Praktek membuat ramuan beserta Rencana Tindak Lanjut dilaksanakan pada hari kedua, dipandu oleh Bapak Sriyono dan tim. Selama kegiatan berlangsung, tampak begitu antusianya warga masyarakat Sanden terhadap pemanfaatan TOGA dan akupressur. Hal tersebut nampak pada keinginan untuk dilakukan kegiatan serupa di masa yang akan datang dan undangan kepada beberapa narasumber untuk mengisi kegiatan di dusun mereka.

Pada akhir kegiatan telah terbentuk 8 kelompok asuhan mandiri pemanfaatan TOGA dan akupresur. Diharapkan para peserta yang hadir dalam kegiatan ini bisa menularkan ilmu yang diperoleh, dimulai dari tingkat keluarga, tetangga hingga masyarakat luas.

Proses Pembuatan Ramuan dari Tanaman Obat

Pengolahan Tanaman Obat

Celebrating Earth Day di Srigading

Celebrating Earth Day 2017 atau Peringatan Hari Bumi 2017 Kabupaten Bantul dipusatkan di Balai Desa Srigading, Sanden pada Rabu 3 Mei 2017. Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Bantul, Drs. H. Suharsono. Dalam tersebut Bupati mengukuhkan Jaringan Pengelola Sampah Mandiri (JPSM), Launching Gerakan Jum`at Bersih ASN, Sabtu Bersih Siswa, Minggu Kerja Bhakti Masyarakat, Penyerahan Bibit Tanaman.

Alasan dipilihnya Desa Srigading sebagai tempat kegiatan karena sejak tahun 2016 telah berhasil merintis wisata kuliner Pengklik dan Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) di dusun Ceme yang diberi nama Bank Sampah Alam lestari.

Dalam sambutannya Drs. H. Suharsono mengatakan bahwa bumi yang kita pijak ini semakin rapuh, beban yang dipikul semakin berat seiring pesatnya pembangunan dan pertumbuhan penduduk. Sebagian anggota masyarakat sesuka hati memperlakukan bumi tanpa memikirkan jauh kedepan, sebagai contoh kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan yang mengakibatkan tersumbatkan saluran air dan banjir. Kesadaran untuk melestarikan lingkungan harus ditanamkan sedini mungkin dan harus berkesinambungan, hal ini tak lepas dari kesadaran sosial yang dapat ditumbuhkan melalui penyuluhan dan pemberian informasi yang lengkap tentang pelestarian lingkungan kepada masyarakat, karena upaya untuk melestarikan lingkungan hidup bukan hanya tanggungjawab perorangan tapi menjadi tanggungjawab semua yang hidup di bumi.

Setelah acara selesai, Bupati melihat pameran karya seni dan kerajinan yang terbuat dari limbah sampah. Diantaranya yakni pemanfaatan ban bekas, bekas banner, Styrofoam menjadi beberapa karya yang menarik. Sementara ibu rumah tangga berhasil membuat piring dari bahan botol minuman, bunga dan dompet dari tas kresek, hiasan bros dari kain perca.