Antusias Masyarakat Sanden terhadap Pemanfaatan TOGA dan Akupresur

Tanaman Obat di Puri Brata

Indonesia memiliki berlimpah kekayaan alam, salah satunya adalah tanaman obat asli Indonesia yang diyakini sejak dahulu hingga kini dalam mengatasi gangguan kesehatan. Meskipun obat dan metode pengobatan konvensional semakin berkembang, tetapi pengobatan tradisional tidak pernah sepenuhnya ditinggalkan oleh masyarakat. Hanya saja, belum semua masyarakat mengetahui tanaman obat beserta cara pengolahannya yang benar untuk mendukung kesehatan mereka.

Kerjasama Puskesmas Sanden dan FK Universitas Kristen Duta Wacana

Pada tanggal 9-10 Mei 2017, Puskesmas Sanden bekerjasama dengan beberapa pihak terkait mengadakan kegiatan “Sosialisasi dan pembentukan kelompok asuhan mandiri pemanfaatan TOGA dan akupresur di wilayah Kecamatan Sanden”.

Asuhan mandiri atau selfcare adalah suatu upaya yang dilakukan oleh manusia untuk mengatasi masalah kesehatan ringan yang dikeluhkan ataupun untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran bagi diri sendiri dan keluarga agar tidak mudah jatuh sakit. Asuhan mandiri kesehatan tradisional berarti selfcare yang dilakukan dengan obat dan metode tradisional. Dalam hal ini obat dan metode yang dilakukan adalah dengan pemanfaatan taman obat keluarga (TOGA) dan pijatan akupresur.

Kegiatan ini dilaksanakan di aula pertemuan Puri Brata, Kalimundu, Desa Gadingharjo selama dua hari. Dihadiri oleh 68 peserta yang terdiri dari para kader dari beberapa dusun dan para peramu jamu.

Hari pertama diisi beberapa materi mengenai TOGA dan akupressur oleh 5 narasumber diantaranya : dr. Ivana dan drg. Suryani Hutomo (Dosen FK Universitas Kristen Duta Wacana), BLPP Kecamatan Sanden, Bapak Cahyo (Pemilik Puri Brata) dan Ibu Novika Kurniawati (Puskesmas Sanden).

Sambutan Dekan FK UKDW

Sebelum penyampaian materi, terlebih dahulu dr. Endar selaku Kepala Puskesmas memberikan sambutan untuk memulai kegiatan ini. Dalam sambutannya, ibu kepala Puskesmas Sanden mengatakan bahwa paradigma sakit yang selama ini tertanam di masyarakat harus dirubah menjadi paradigma sehat. Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan diharapkan ramai dikunjungi masyarakat untuk konsultasi, bukan untuk berobat. Salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan pemanfaatan TOGA dan akupressur.

Penyampaian materi oleh dr. Ivana dari FK UKDW

Praktik akupresur setiap kelompok yang telah dibentuk

Praktek membuat ramuan beserta Rencana Tindak Lanjut dilaksanakan pada hari kedua, dipandu oleh Bapak Sriyono dan tim. Selama kegiatan berlangsung, tampak begitu antusianya warga masyarakat Sanden terhadap pemanfaatan TOGA dan akupressur. Hal tersebut nampak pada keinginan untuk dilakukan kegiatan serupa di masa yang akan datang dan undangan kepada beberapa narasumber untuk mengisi kegiatan di dusun mereka.

Pada akhir kegiatan telah terbentuk 8 kelompok asuhan mandiri pemanfaatan TOGA dan akupresur. Diharapkan para peserta yang hadir dalam kegiatan ini bisa menularkan ilmu yang diperoleh, dimulai dari tingkat keluarga, tetangga hingga masyarakat luas.

Proses Pembuatan Ramuan dari Tanaman Obat

Pengolahan Tanaman Obat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *