(Selasa, 17 September 2019) Puskesmas Sedayu 1 melaksanakan kegiatan lokakarya mini lintas sektoral yang dihadiri oleh Camat Sedayu, Kepala Puskesmas Sedayu 1,Kepala Puskesmas Sedayu II, Danramil Sedayu, perwakilan Kapolsek Sedayu, perangkat Desa Argosari dan Argomulyo, penyuluh KB Kecamatan Sedayu dan tokoh masyarakat (dukuh dan kader). Sebelum masuk ke ruang pertemuan, para tamu dicek terlen

            Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Puskesmas Sedayu 1, dr. Sistia Utami yang kemudian dilanjutkan dengan pemaparan hasil kegiatan PISPK Puskesmas Sedayu 1.

            Diawal paparannya, dr. Sistia Utami menjelaskan mengenai definisi dari PISPK dan menjelaskan mengenai indeks keluarga sehat (IKS). Nilai 0,3 – 0,5 dikategorikan sebagai keluarga tidak sehat, nilai 0, 5 – 0,8 dikategorikan sebagai keluarga pra sehat dan nilai IKS > 0,8 masuk kategori keluarga sehat.

            Kepala Puskesmas Sedayu 1 menyampaikan hasil awal IKS Desa Argosari sebelum intervensi dan IKS sementara setelah intervensi. Untuk Desa Argomulyo juga disampaikan hasil IKS PISPK. Namun hasilnya masih bersifat sementara yaitu hasil data PISPK dari 4 dusun karena pendataan yang memang belum selesai di semua dusun.

            Untuk mengatasi permasalahan kesehatan yang ditemukan berdasar hasil PISPK di Argosari yaitu hipertensi dan KB , Puskesmas Sedayu 1 memiliki beberapa program inovasi kegiatan.

  1. GENG SIBERAT (Gerakan Pengendalian Hipertensi Bersama   Masyarakat)

Latar belakang dari kegiatan ini yaitu karena masyarakat enggan memeriksaan kesehatan terutama tekanan darah, sehingga baru mengetahui bahwa tekanan darahnya tinggi pada saat kunjungan PISPK. Selain itu ada beberapa masyarakat yang sudah pernah didiagnosis hipertensi namun enggan minum obat teratur oleh karena tidak mengetahui pentingnya pengobatan hipertensi serta takut dengan efek samping obat.

            Dalam pelaksanaan kegiatan ini, gambaran pelaksanaannya yaitu :

  1. Sosialisasi tentang resiko hipertensi sejak dini (SATRONI)
  2. Cek rutin tekanan darah dan laborat secara periodik (CULIK)
  3. Pemeriksaan tekanan darah ketika mengawali rapat (SANDERA)
  4. Nutrisi Keluarga Sehat (SIKAT)
  5. Kurangi makanan asin dan berlemak (KURANG ASEM)

Dalam sebuah kegiatan harus ada indikator untuk mengetahui berhasil atau tidaknya pelaksanaan sebuah program. Capaian Hasil dari Inovasi tu tersebut yaitu :

  1. Tingkat pengetahuan tentang hipertensi meningkat
  2. Terbentuk budaya rutin periksa kesehatan khususnya  tekanan darah
  3. Masyarakat menerapkan pola makan sehat, salah satunya dengan menjaga asupan asin dan lemak.

2. GENG KEMAYU (Gerakan Peningkatan Akseptor KB Puskesmas Sedayu 1)

Latar belakang dari kegiatan ini yaitu kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai manfaat dan efek samping KB , akseptor tidak bisa menunjukkan bukti kepesertaan KB (masih memakai DO lama) dan kendala biaya.

Untuk mewujudkan masyarakat yang sehat merupakan tanggung jawab dari semua pihak sehingga diperlukan kerja sama dari lintas sektor. Oleh karena itu pada pertemuan kali ini juga dibahas mengenai pembagian peran dari masing-masing sektor. Yang berkaitan dengan bidangnya masing-masing. Selain pemaparan mengenai hasil PISPK pada pertemuan ini juga menyampaikan mengenai program MARSEKAL (Masyarakat Sedayu Kelola Lingkungan) yaitu gerakan untuk mengurangi sampah plastik. (ID)

Pemeriksaan Tekanan Darah Sebelum Kegiatan
Pemaparan Hasil PISPK oleh Kepala Puskesmas Sedayu 1
Categories: Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *