MMD atau Musyawarah Masyarakat Desa merupakan pertemuan perwakilan warga desa beserta tokoh masyarakatnya untuk membahas hasil survei mawas diri dan merencanakan penanggulangan masalah kesehatan yang diperoleh dari hasil survey mawas diri (SMD) . Pada tahun 2019, Desa Argomulyo dan Desa Argosari telah melaksanakan kegiatan MMD yang di fasilitasi oleh Puskesmas Sedayu 1. Kegiatan MMD Desa Argomulyo dilaksanakan pada hari Rabu, 9 Oktober 2019 bertempat di aula Balai Desa Argomulyo. Sedangkan pelaksanaan MMD Desa Argosari yaitu pada tanggal 16 Oktober 2019 di aula Balai Desa Argosari.

Kegiatan MMD ini dihadiri oleh perangkat desa, Camat Sedayu, babinsa, bhabinkamtibnas, kepala dusun dan kader kesehatan masing-masing desa,  perwakilan karang taruna serta petugas dari Puskesmas Sedayu 1.

Pelaksanaan MMD disusun dengan mempertimbangkan hasil analisa dari sisi pandang masyarakat yang dilakukan melalui SMD. Pelaksanaan SMD dilakukan oleh masyarakat yang dibantu oleh kader kesehatan posyandu balita. Pelaksanaan survei mawas diri adalah kegiatan untuk mengenali keadaan dan masalah yang dihadapi oleh masyarakat. Setelah dilaksanakan SMD hasilnya dianalisa sehingga selanjutnya dibahas bersama dengan perwakilan warga desa dan masyarakat untuk selanjutnya dilakukan kegiatan perumusan dan penentuan prioritas masalah dalam sebuah forum Musyawarah Masyarakat Desa (MMD).

Pelaksanaan MMD dipimpin oleh masing-masing kepala desa. Desa Argomulyo dipimpin oleh Bapak Bambang Sarwono, S.Farm, Apt selaku Lurah Argomulyo dan Desa Argosari dipimpin oleh Bapak Drs. Hidayaturrachman selaku Lurah Argosari.

Acara diawali dengan registrasi dan juga pemeriksaan tekanan darah oleh petugas Puskesmas Sedayu 1. Kemudian dilanjutkan pembukaan oleh MC, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan juga sambutan dari Camat/perwakilan Kecamatan Sedayu serta Kepala Puskesmas Sedayu 1.

Selanjutnya para peserta MMD diperkenalkan oleh perwakilan salah satu kader. Tujuannya yaitu agar para peserta saling mengenal satu sama lain. Kemudian dipaparkan hasil SMD oleh lurah desa. Setelah pemaparan selesai, dilakukan fgd (focus group discussion) atau diskusi yang dibagi menjadi 4 pokja yaitu pokja UKBM, pokja PHBS dan Kesling, Pokja PRB dan Pokja Surveilans. Kegiatan ini merupakan inti dari kegiatan MMD dimana pada masing-masing pokja mendiskusikan permasalahan-permasalahan yang ada kemudian dicari penyebabnya, lalu dirancang mengenai rencana tindak lanjut yang akan dilaksanakan. Dalam diskusi ini, setiap pokja mendapatkan form yang berupa kolom-kolom yang harus diisi sesuai dengan hasil diskusi. Hasil dari diskusi ini merupakan rencana kegiatan sebagai solusi dari permasalahan yang ada.

MMD atau Musyawarah Masyarakat Desa merupakan pertemuan perwakilan warga desa beserta tokoh masyarakatnya untuk membahas hasil survei mawas diri dan merencanakan penanggulangan masalah kesehatan yang diperoleh dari hasil survey mawas diri (SMD) . Pada tahun 2019, Desa Argomulyo dan Desa Argosari telah melaksanakan kegiatan MMD yang di fasilitasi oleh Puskesmas Sedayu 1. Kegiatan MMD Desa Argomulyo dilaksanakan pada hari Rabu, 9 Oktober 2019 bertempat di aula Balai Desa Argomulyo. Sedangkan pelaksanaan MMD Desa Argosari yaitu pada tanggal 16 Oktober 2019 di aula Balai Desa Argosari.

Pemeriksaan Tensi Argomulyo
Sambutan Camat Sedayu di MMD Desa Argomulyo
Diskusi Tiap Pokja MMD Argomulyo
Pemaparan Hasil Diskusi Tiap Pokja
Pemeriksaan Tensi Sebelum MMD Argosari

Kegiatan MMD ini dihadiri oleh perangkat desa, Camat Sedayu, babinsa, bhabinkamtibnas, kepala dusun dan kader kesehatan masing-masing desa,  perwakilan karang taruna serta petugas dari Puskesmas Sedayu 1.

Pelaksanaan MMD disusun dengan mempertimbangkan hasil analisa dari sisi pandang masyarakat yang dilakukan melalui SMD. Pelaksanaan SMD dilakukan oleh masyarakat yang dibantu oleh kader kesehatan posyandu balita. Pelaksanaan survei mawas diri adalah kegiatan untuk mengenali keadaan dan masalah yang dihadapi oleh masyarakat. Setelah dilaksanakan SMD hasilnya dianalisa sehingga selanjutnya dibahas bersama dengan perwakilan warga desa dan masyarakat untuk selanjutnya dilakukan kegiatan perumusan dan penentuan prioritas masalah dalam sebuah forum Musyawarah Masyarakat Desa (MMD).

Pelaksanaan MMD dipimpin oleh masing-masing kepala desa. Desa Argomulyo dipimpin oleh Bapak Bambang Sarwono, S.Farm, Apt selaku Lurah Argomulyo dan Desa Argosari dipimpin oleh Bapak Drs. Hidayaturrachman selaku Lurah Argosari.

Acara diawali dengan registrasi dan juga pemeriksaan tekanan darah oleh petugas Puskesmas Sedayu 1. Kemudian dilanjutkan pembukaan oleh MC, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan juga sambutan dari Camat/perwakilan Kecamatan Sedayu serta Kepala Puskesmas Sedayu 1.

Selanjutnya para peserta MMD diperkenalkan oleh perwakilan salah satu kader. Tujuannya yaitu agar para peserta saling mengenal satu sama lain. Kemudian dipaparkan hasil SMD oleh lurah desa. Setelah pemaparan selesai, dilakukan fgd (focus group discussion) atau diskusi yang dibagi menjadi 4 pokja yaitu pokja UKBM, pokja PHBS dan Kesling, Pokja PRB dan Pokja Surveilans. Kegiatan ini merupakan inti dari kegiatan MMD dimana pada masing-masing pokja mendiskusikan permasalahan-permasalahan yang ada kemudian dicari penyebabnya, lalu dirancang mengenai rencana tindak lanjut yang akan dilaksanakan. Dalam diskusi ini, setiap pokja mendapatkan form yang berupa kolom-kolom yang harus diisi sesuai dengan hasil diskusi. Hasil dari diskusi ini merupakan rencana kegiatan sebagai solusi dari permasalahan yang ada.

Di akhir sesi, setiap pokja menyampaikan hasil diskusi yang kemudian dibahas dan dipilah serta dipilih mana yang bisa dilaksanakan. Hasil diskusi akhir kemudian dirangkum dan harapannya dapat digunakan sebagai bahan dari kegiatan musrenbangdes (Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan Desa) untuk kegiatan di tahun selanjutnya. Sedangkan untuk Puskesmas akan ditindaklanjuti dengan melihat dan mengevaluasi program-program yang sudah ada. (ID)

Sambutan Dari Perwakilan Kecamatan Sedayu MMD Argosari
Pemaparan Hasil SMD oleh Lurah Desa Argosari
Diskusi Tiap Pokja MMD Argosari

Di akhir sesi, setiap pokja menyampaikan hasil diskusi yang kemudian dibahas dan dipilah serta dipilih mana yang bisa dilaksanakan. Hasil diskusi akhir kemudian dirangkum dan harapannya dapat digunakan sebagai bahan dari kegiatan musrenbangdes (Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan Desa) untuk kegiatan di tahun selanjutnya. Sedangkan untuk Puskesmas akan ditindaklanjuti dengan melihat dan mengevaluasi program-program yang sudah ada. (ID)

Categories: Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *