Program KIA

1. Kunjungan rumah bumil, bulin, bufas dan neonatus resti

Kegiatan dilakukan setiap bulan dan sasaran kurang lebih 10 bumil, bulin, bufas dan neonatus. Kunjungan ini sebagai upaya untuk melakukan pendampingan dalam mengatasi masalah yang terjadi pada bumil, bulin, bufas dan neonatal

2. Kelompok Ibu Hamil Risti

Kegiatan ini dilakukan 2 kali dalam setahun. Kegiatan ini sebagai upaya untuk melakukan komunikasi dan konseling secara efektif bersama kelompok ibu hamil beresiko dengan harapan inu hamil tahu tentang masalah dan ada upaya yang akan dilakukan dalam menghadapi kehamilan dan persalinan. Upaya ini juga bisa menjadi saran untuk saling bertukar pengalaman sesama ibu hamil beresiko.

3. KIE Kesehatan Reproduksi Caten

Kegiatan ini dilakukan 2 kali dalam satu tahun. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya awal bahwa setiap calon manten akan menghadapi masalah mengenai reproduksinya walaupun itu sangat tergantung individunya. Tetapi dikelas ini kita bisa memberikan informasi mengenai reproduksi sehat pria dan wanita, serta memberikan informasi tentang perawatan organ reproduksi yang sehat sebagai upaya juga untuk menekan kejadian penularan penyakit menular akibat hubungan seksual seperti syphilis, GO dan HIV/AIDS.

4. Gamet Berlin

Kegiatan ini dilakukan 2 kali dalam satu tahun. Kegiatan ini dilaksanaka sebagai upaya untuk meningkatkan persan serta keluarga (suami dan istri) dalam merencanakan reproduksinya dengan upaya melaksanakan KB Pasca Salin, sehingga diharapakan tidak ada kasus 4 T (Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu Dekat, Terlalu Banyak)

5. DTKB Bayi dan Balita

Kegiatan ini dilakukan 4 kali dalam satu tahun. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya langkah awal untuk mendeteksi secara dini aspek tumbuh kembang bayi dan balita. Dengan kegiatan ini diharapkan jika ada masalah/penyimpangan dalam tumbuh kembang segera mendapatkan intervensi yang baik sehingga tumbuh kembang bayi dan balita bisa optimal.

6. Kebugaran Kelas Ibu Hamil

Kegiatan ini dilaksanakan setiap bulan. Dengan kegiatan ini diharapkan semua ibu hamil dapat menggunakan fasilitas ini untuk mendorong ibu hamil dalam memanfaatkan fasilitas kesehatan puskesmas dan mengefektifkan pemanfaatan buku KIA, sehingga setiap ibu hamil bisa secara mandiri mendeteksi tanda bahaya kehamilan, persalinan dan nifas serta mengoptimalkan P4K (Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi)

7. Kemitraan Dukun Bayi

Kegiatan ini dilaksanakan setiap bulan. Di era yang serba canggih ini puskesmas tidak boleh meninggalkan adat dan budaya yang ada disekitar kita bahwa keberadaan dukun bayi masih diperlukan, tetapi bukan untuk menolong persalinan, tetapi didalam melakukan perawatan setelah bersalin, dengan bayinya dan disertai bimbingan petugas puskesmas diharapakan dukun bayi bisa melakukan teknik pijat bayi, bufa yang aman serta melestarikan adat budaya yang masih kental dijawa. Misalnya: mitoni, puputan selapan yang aman.

8. Safari KB

Kegiatan ini dilaksanakan 2 kali dalam setahun. Kegiatan ini sebagai langkah untuk mengenalkan dan membudayakan kepada Pasangan Usia Subur (PUS) mengenai alat kontrasepsi jangka menengah, panjang dan selamanya. Kegiatan ini sebagai upaya juga untuk menjarangkan dan mengakhiri kehamilannya.

Jumlah Sasaran :
a. IbuHamil = 336
b. Ibu Bersalin = 322
c. Bayi = 306
d. Balita = 1.445
e. PUS = 4.280