Sejarah

Cikal bakal Puskesmas Sedayu I mulai  tahun 1983 dibawah pimpinan dr. YB Purwono Ranu Subroto. Pada saat itu di kecamatan Sedayu baru ada 1 puskesmas adapun lokasinya di depan kantor desa Argomulyo, berupa bangunan seadanya.

Karyawan yang ada pada saat itu : Bp Untung Agus W (PKL),  Bp Suprapto, Bp Sriyono, Bp Kuat, Bp Pono, Bp Ponijo (Juru Malaria), Bp Sarjiyo (Imunisasi), Ibu Damiana Kustiyah (Laborat), Bu Titi (Bidan), Bp Sarjo (mantri kesehatan), Bu Sarjilah (perawat gigi), Bp Jufri (obat), Bp Sukamto, Bu Bekti, Bp Ponimin, Bp Maryono(administrasi) Bp Jono (honorer)

Tahun 1984 akhir dr. Gandung bergabung di Puskesmas Sedayu

Tahun 1985 dipecah menjadi 2 yaitu Puskesmas Sedayu I yang mengampu desa Argomulyo dan desa Argosari dan Puskesmas Sedayu II yang mengampu desa Argorejo dan desa Argodadi yang berlokasi di balaidesa Argorejo. Kepala Puskesmas Sedayu I tetap dr. YB Purwono Ranu Subroto dan Kepala Puskesmas Sedayu II dr. Gandung.

Tahun1986-1987 mulai dibangun puskesmas dengan lokasi jadi satu di halaman depan kantor desa Argomulyo, mulai dipilah berbentuk ruang-ruang yang lebih kecil untuk pelayanan pasien umum, KIA/KB, bp Gigi. Pada saat itu juga mulai ditambah tenaga paramedis yaitu :

Bu Sri Mulyani A, Bu Sri Wulandari (bidan), Bu Maryani, Bu Pipin(perawat), Bu Ari Kamsiah (perawat gigi), drg Kusparmadji, Bp Sukamto, Bp Suko Poniat (administrasi), Bp Untung Agus W (PKL), Bp Sarjiyo (Imunisasi), Bp Jufri (obat), Bu Damiana Kustiyah (laborat), Bp Pono, Bp Suprapto (juru Malaria), Bp Sarjo ( mantri kesehatan), Bp Jono (pendaftaran), Sutrismi, Bp Daryono membantu di administrasi.

Tahun 1990 Puskesmas Sedayu I mulai berstatus rawat inap masih digedung yang sama artinya dengan sarana prasarana seadanya…

Tahun 1990 mulai mendapat tambahan tanaga lagi yaitu Bp Aceng Mutholib, Harjanto (perawat), Tutik Nuryani, Tutik Sekawati (administrasi),  Sugeng Kriswantoro  (Gizi), dr Astriyani (PNS), dr PTT : dr. Adelina Meliala, dr. Yuliana, dr Nugroho, Bu Murjazimah dan Bp Sudib sebagai perawat gigi menggantikan posisi Bu Ari Kamsiah yang di rotasi ke Puskesmas Sewon I

Tahun 1993-1994 Lokasi Puskesmas Sedayu I dipindah kelokasi yang sekarang menempati tanah hibah dari Bp Kepala Desa Bp Suwito, lebih luas lengkap dengan bangunan rawat jalan , rawat inap, rumah dinas dokter dan paramedis tetapi lokasinya makin kedalam dan jauh dari jalan kecamatan dan jalan desa sehingga untuk rawat inap mengalami penurunan yang sangat tajam bahkan cenderung tidak ada pasien…

Pada saat itu mulai bertugas Bp Basir, Bp Nyoman Gunarsa, Bu Bertha, Bu Murniyati (perawat).

Tahun 1997 Bp Wartana bergabung bersama Bp Suryono.

Tahun 2000 dr. Gandung melanjutkan tugas belajar sehingga pimpinan di gabung ke Puskesmas Sedayu II dengan drg. Elmi Yudihapsari kepala Puskesmas Sedayu II sampai tahun 2006 digantikan oleh drg. Kuncoro Sakti, MM,M.Kes, sebagai kepala Puskesmas Definitif.

Perjuangan untuk dapat diakui kembali oleh masyarakat terus dilakukan oleh drg. Kuncoro Sakti, M.Kes bersama seluruh karyawan antara lain menertibkan administrasi dan mencoba untuk menerapkan sistem manajemen mutu. Tidak sia-sia. Puskesmas Sedayu I berhasil mendapat sertifikasi ISO dari WQA tahun 2008 dan berlanjut 2009 seiring dengan meningkatnya jumlah kunjungan klien. Patut dibanggakan kerja keras itu juga dilakukan di Sistem Informasi Kesehatan yang sampai saat tulisan ini dibuat merupakan yang “terbaik sekabupaten Bantul bahkan DIY” (jika mau mengakui terbaik se Indonesia).

Perputaran dokter dan paramedis terus dilakukan untuk mencukupi kebutuhan pelayanan. Penataan itu pula dilakukan drg. Kuncoro Sakti, M.Kes terhadap fisik bangunan menyiapkan kembali untuk rawat inap yang “tutup”. Pekerjaan itu dilanjutkan oleh dr. Sistia Utami dan mulai melayani “UGD 24 jam dan Persalinan” mulai tanggal  9 Maret 2010 setelah diremikan kembali oleh Bupati Bantul Bapak Drs. Idham Samawi.

Adapun Dokter dan Dokter Gigi yang pernah bergabung di puskesmas Sedayu I antara lain : dr. Fauzan, dr. M Yanuar Fajar, dr. Iwan Budi Kristanto, drg Dewi Indriyasari, dr. Adolfina Nilasari.

Semoga catatan ini tidak MENJADI SEJARAH SAJA tetapi MENJADI PEMICU untuk terus melayani dan berbuat yang terbaik untuk masyarakat dan lingkungan. Amin.

Sedayu I tempoe doeloe:

Sedayu Dengan Wajah Baru :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *