Senin, 17 April 2017, telah dilaksanakan kegiatan rutin  Forum Kesehatan Desa Argorejo dan  Desa Argodadi di Aula Puskesmas Sedayu II].Forum Kesehatan Desa (FORKESDES) merupakan forum dimana masyarakat berdiskusi menyelesaikan masalah kesehatan yang ada di sekitarnya. Forum tersebut terwujud mengingat hak azazi manusia untuk hidup sehat dan layak. Selain itu, meningatkan pula bahwa kesehatan merupakan investasi yang tidak ternilai harganya. Forkedes merupakan forum yang diharapkan akan berkontribusi positif terhadap peningkatan status kesehatan masyarakat. Tantangan pembangunan kesehtan menjadi kompleks karena pemerintah dengan segala upaya dan daya bermaksud memandirikan masyarakat dalam hal kesehatan. Masalah kesehatan di masyarakat sejatinya mampu dikenali lebih dini oleh masyarakat. Selanjutnya dengan sistem gotong royong dengan mempertimbangkangkan kebudayaan setempat (local wisdom) mampum menanganinya. Selanjutnya, dalam situasi tersebut masyarakat disebut masyarakat yang berdaya dalam arti masyarakat yang sadar, mau, dan mampu untuk hidup sehat dan mampu mengatasi masalah kesehatannya secara mandiri.

Forkesdes berfungsi untuk  dalam mengembangkan  sistem kesehatan desa yang meliputi  kegiatan gotong royong masyarakat, upaya kesehatan, pengamatan dan pemantauan kesehatan (surveling), dan pembiayan kesehatan, juga sebagai wadah untuk merumuskan dan memecahkan masalah kesehatan di desa. Fungsi inilah yang akan kembali dihidupkan di dua desa wilayah puskesmas Sedayu II. Pada hari Selasa 18 April 2017 lalu, Puskesmas Sedayu II mengadakan refreshing kader dalam acara Forkedes dalam rangka pembentukan Desa Siaga Aktif. Acara tersebut dimotori oleh pemegang program promkes Yoyok Prasetyo, SKM. Beliau menuturkan bahwa acara tersebut bertujuan membentuk Desa Siaga Aktif yang sebelumnya terbentuk dari dusun-dusun siaga yang telah terbentuk. Hadir sebagai pemateri bidan Mangesti H, Amd.Keb., Natya Ayu P., Amd.Keb., dan Wahyu Surya R., STr.Keb.

Pada acar tersebut materi yang disampaikan berupa pokja desa siaga, pengadministrasian desa siaga, serta suveilen berbasis masyarakat. Materi tersebut dianggap penting karena desa siaga merupakan suatu kondisi di mana masyarakat di tingkat desa/kelurahan yang memiliki kesiapan sumber daya potensial dan kemampuan untuk mengatasi masalah kesehatan, bencana dan kegawat daruratan kesehatan secara mandiri. Lebih dalam lagi dijelaskan bahwa desa siaga aktif adalah pengembangan dari desa atau kelurahan yang penduduknya mamp mengakses dengan mudah pelayanan kesehatan dasar yang memberikan pelayanan setiap hari melaui Poliklinik Kesehatan Desa ( PKD) atau sarana kesehatan yang ada diwilayah tersebut seperti Puskesmas, Puskesmas pembantu (Pustu) atau sarana kesehatan lainnya.

Pada acara tersebut, kader diberikan pengertian untuk mengembangkan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) dan melaksanakan Survailans berbasis masyarakat meliputi Pemantauan Penyakit, Kesehatan Ibu dan Anak(KIA), Gizi, Lingkungan dan Perilaku, Kedaruratan Kesehatan dan Penanggulangan Bencana, serta Penyehatan Lingkungan. Hal ini merupakan upaya yang strategis mengingat desa-desa di wilayah Puskesmas Sedayu II sangat berpotensi menangani masalah kesehatan dilingkungannya. Selain itu, upaya ini dilakukan mengingat riwayat gempa Kabupaten Bantul beberapa tahun silam, kejadian luar biasa (KLB) dan wabah beberapa penyakit seperti DB (Demam Berdarah) dan Leptospirosis.

Pemberian refreshing kader akan dilakuakan terus menerus. Selain itu masyarakat yang diwakili oleh kader juga akan didampingi dalam membentuk dusun dan desa siaga. Pendampingan tersebut akan dilakukan untuk membentuk dan mengoptimalkan peran Pos Kesehatan Desa (PKD) atau potensi sejenis, dalam pemberdayaan masyarakat. Membentuk Forum Kesehatan Desa (Forkesdes) seperti yang dilakukan saat ini, mengembangkan kegiatan gotong royong untuk mencegah dan mengatasi masalah kesehatan, bencana dan kegawatdaruratan.

Kegiatan refreshing kader untuk mengembangkan upaya kesehatan baik promotif dan preventif juga mengarah pada pengamatan dan pemantauan oleh masyarakat dalam deteksi dini, kewaspadaan dini dan kesiapsiagaan terhadap maslah kesehatan, bencana dan kegawat-daruratan kesehatan. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, masyarakat lebih mandiri dalam menangani masalah kesehatan dan kegawatdaruratan bencana. Meskipun masih jauh dari kriteria desa siaga aktif mandiri, namun tetap optimis bahwa Desa Siaga Aktif di wilayah Puskesmas Sedayu II akan berkembang menuju ke arah mandiri. Dalam mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan kerjasama dari banyak pihak seperti perangkat desa. Hadir dalam acara tersebut pengurus desa, beberapa dukuh, dan staf kelurahan yang memberikan masukan terkait administrasi dan sumber dana. Upaya yang perlu dilaksanakan untuk meningkatkan dan mengembangkan Desa Siaga Aktif adalah diperlukannya dukungan dari semua pihak baik pemerintah, dunia usaha, Lintas Program/Lintas Sektor terkait dan pengelola program.(Awa/yoyok)

Kategori: Berita

Silakan Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: