PELATIHAN DOKTER KECIL SD IT ANAK SHOLEH


Telah dilaksanakan Pelatihan Dokter kecil SDIT Anak Sholeh di Aula Puskesmas Sedayu II pada hari Rabu, 13 September 2017 oleh Tim UKS Puskesmas.

Pelatihan dokcil SD IT Anak Sholeh hari pertama
Dimulai jam 09.00 wib. Materi Pelatihan
1. Materi Dojter Kecil (Docil) dan UKS disampaikan Dr Rizqidio Lariso Kusumowidyo
2. Materi Dokmantik oleh Bu Harjilah selaku programmer UKS.
3. Materi Gizi seimbang oleh bu Nanik Tejowati
4. Praktek penyuluhan oleh mahasiswa praktek Akbid poltekes.

Dokter Dio menjelaskan, Dokter Kecil adalah siswa yang memenuhi criteria dan telah dilatih untuk ikut melaksanakan sebagian usaha pemeliharaan dan peningkatan kesehatan terhadap diri sendiri, teman, keluarga dan lingkungannya. Khusus : Agar siswa menjadi penggerak hidup sehat.
Tujuan dokter kecil adalah :
1. Meningkatkan partisipasi siswa dalam program UKS
2. Agar siswa menjadi penggerak hidup sehat
3. Siswa mampu menolong dirinya, keluarga dan orang lain untuk hidup sehat

Kriteria Mengikuti Pelatihan Dokter Kecil
Telah menduduki kelas 4 SD/MISiswa kelas 5 dan 6 yang belum pernah mendapatkan pelatihan “dokter kecil”
Tugas dan kewajiban dokter kecil adalah :
1. Selalu bersikap dan berperilaku sehat.
2. Dapat menggerakkan sesama teman-teman siswa untuk bersama-sama menjalankan usaha kesehatan terhadap dirinya masing-masing.
3. Berusaha bagi tercapainya kesehatan lingkungan yang baik di sekolah maupun di rumah.
4. Membantu guru dan petugas kesehatan pada waktu pelaksanaan pelayanan kesehatan di sekolah.
5. Berperan aktif dalam rangka peningkatan kesehatan ,antara lain : Pekan kebersihan, Pekan Gizi, Pekan Penimbangan BB dan TB di sekolah, Pekan Kesehatan Gigi, Pekan Kesehatan Mata, dan lain-lain

Usaha Kesehatan Sekolah disingkat UKS adalah program pemerintah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, pendidikan kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah sehat atau kemampuan hidup sehat bagi warga sekolah.
TRIAS UKS adalah :
1. Lingkungan kehidupan sekolah yang sehat (health school living)
1) Bangunan dan perlengkapan sekolah yang sehat;
2) Kebersihan ruangan dan halaman sekolah;
3) Tersedianya kakus (jamban) dan air yang memenuhi syarat kesehatan
4) Hubungan yang baik antara guru, murid dan masyarakat/orang tua murid.

2. Pendidikan Kesehatan (Health Education)
1) Pendidikan tentang kesehatan perorangan dan lingkungan;
2) Pendidikan tentang pencegahan dan pemberantasan penyakit menular;
3) Pendidikan tentang makanan sehat dan hidup yang teratur;
4) Pendidikan tentang sikap yang baik dan kebiasaan-kebiasaan yang rapi;
5) Pendidikan tentang pencegahan kecelakaan.
3. Usaha Pemeliharaan Kesehatan di Sekolah (Health Service in School)
1) Pemeriksaan kesehatan perorangan dan lingkungan secara berkala;
2) Usaha pencegahan dan pemberantasan penyakit menular (vaksinasi dan sebagainya);
3) Usaha kesehatan gigi sekolah;
4) Mengirimkan anak-anak yang memerlukan perawatan khusus ke pihak yang lebih ahli;P3K dan pengobatan sederhana.

Materi kedua oleh Ibu Harjilah tentang Dokmantik. Dokmantik adalah Dokter Kecil Pemantau Jentik. Sesuai dengan tugas dokyer kecil di point 3, yaitu Berusaha bagi tercapainya kesehatan lingkungan yang baik di sekolah maupun di rumah. Maka dokter kecil berupaya melaksanakannya dengan melakukan PSN, pemberantasan sarang nyamuk. Dokter kecil memiliki tugas memonitor pemantauan jentik. Dan ini dilaksanakan tidak hanya di sekolahan tapi lebih luas lagi di luar lingkungan sekolahan. Rumah rumah penduduk sekitar sekolahan dalam radius dimana nyamuk demam berdarah bisa menjangkau. Kenapa itu dilakukan. “Karena ketika ada satu rumah sekitar sekolahan terdapat jentik dalam radius 200 m , maka sekolahan bisa menjadi terdampak, bwgitu pun sebaliknya. Dan ini adalah juga sebuah wujud nyata dari kontribusi sekolahan kepada duaun atau wilayah sekolah ini berdomisili. Bentuk sumbangsih yang tidak kecil untuk kesehatan lingkungan dusun”, ujar ibu Harjilah.

Materi ketiga adalah tentang Gizi Seimbang oleh ibu Nanik.
Pemenuhan gizi anak tidak bisa lepas dari peran orangtua.Dan itu tidak selamanya orangtua dapat melaksanakannya karena si anak sekolah. Maka, peran teman sebaya menjadi penting. “Dokter kecil dapat melaksanakan pemantauan gizi seimbang bagi teman teman sekolahnya”, ujar ibu Nanik.

Dokter kecil sangat perlu dibekali pengetahuan gizi cukup dan seimbang yang dapat menjadi penyuluh pengetahuan soal gizi bagi teman-temannya,mengukur tinggi dan berat badan temannya sekaligus menentukan status gizi temannya.

Materi terakhir oleh mahasiswa Akbid Poltekes yqng memberikan materi tata cara penyuluhan kesehatan untuk Dokter Kecil.
Acara selesai jam 12.30 wib.i(yoyok)

 

 

Silakan Tinggalkan Komentar