Telah dilaksanakan Musyawarah Masyarakat Desa 2 pada hari Rabu,18 Oktober 2017 pukul 19.30 s/d 22.00 wib di rumah Dukuh Sundi Kidul, Bapak kusdi oleh mahasiswa KKN Kesehatan Alma Ata Profesi Ners bersama Warga Sundi Kidul.
MMD 2 adalah kegiatan tahap pemaparan dari hasil pendataan dan survey masyarakat yang dilaksanakan dipadukan dengan masukan masukan masyarakat ketika MMD 1 dalam rangka untuk menyusun program KKN Kesehatan AlmaAta. Kegiatan ini dihadiri oleh 25 peserta MMD 2.
Malam ini akan KKN Kesehatan Alma Ata akan memaparkan hasil pendataan, dengan susunan acara sebagai berikut:
1. Pembukaan
2. Sambutan – sambutan
A. Sambutan kelompok kkn (Andang purnomo) ucapan terima kasih atas dukungan masyarakat sundi kidul.
B. Sambutan bapak Sofyan Indrayana, harapanya semua program yang sudah direncanakan dapat berjalan dan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sundi kidul
C. Sambutan ibu Eni Susanti, berharap warga dapat bekerja sama dengan mahasiswa dan semua program yang direncanakan dapat berjalan dengan baik.
D. Samputan Dukuh Sundi Kidul bapak Kusdi, berharap kerja sama nanti tidak hanya diatas kertas, namun semua dapat berkelanjutan dan semua rencana dapat diimplementasikan.
3. Pemaparan hasil pengkajian selama 2 minggu di dusun sundi kidul.
Dari Hasil pengkajian selama 2 minggu pada masyarakat dusun sundi kidul didapatkan masalah kesehatan warga sebagai berikut:

1. Resiko terjadinya peningkatan angka kesakitan akubat perilaku kesehatan yang kurang baik
2. Resiko terjadinya penyakit berbasis lingkungan akibat kurangnya perilaku hidup bersih dan sehat
3. Kerusakan gigi akibat perilaku hidup anak yang tidak baik dan bersih
4. Kurang terpaparnya sumber informasi pada remaja
5. Resiko terjadinya penurunan kualitas hidup lansia, akibat kurangnya pengetahuan dan kesadaran lansia dalam usaha pemeliharaan kesehatan

6. Kurang pengetahuan pendayagunaan lingkungan
7. Kurangnya penerapan kesiap siagaan warga dalam menghadapi kegawat daruratan
Kemudian acara dilanjutkan dengan diskusi bersama, dalam diskusi ada beberapa masukan dan keputusan antara lain; terdapat 4 titik kumpul untuk jalur evakuasi, membentuk ambulan desa, dan pengecekan goldar untuk semua warga sundi kidul, menggerakkan kembali kader jumantik, merencanakan deklarasi kawasan sehat bebas asap rokok (sampel 1 Rt).
Masukan dan pendapat juga disampaikan oleh Bapak yoyok selaku wakil dari puskesmas sedayu 2 dan promkes, Harapanya dusun sundi kidul bisa mewujudkan dusun siaga, pemantauan jentik bisa memanfaatkan kader yang sudah ada dan dapat di gerakkan kembali bisa melibatkan pemuda juga.

Bapak Yoyok menyampaikan juga mengenai KASEBAR (Perbun no 18 tahun 2016) harapanya sundi kidul bisa mendeklarasikan kawasan sehat bebas asap rokok, minimal satu Rt sebagai percontohan, pembuatan profil dusun dan juga bisa terwujud penggabungan posyandu lansia dan balita yang menjadi even besar disundi kidul.
Harapanya KKN alma ata dapan menjalankan semua rencana dan program yang ada bersama dengan masyarakat sundi kidul agar dapat meningkatkan derajat kesehatan warga.
Acara di akhiri dengan penutup dan doa semoga selalu mendapat berkah serta kelancaran.(yoyok/hasyim)
#kes@sedayudua #promkessedayudua #promkes #puskesmas #puskesmassedayu2 #dinkesbantul #kabupatenbantul #sedayu #kkn #kknsedayudua #kemenkes

Kategori: Berita

Silakan Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: