Kamis, 26 Oktober 2017 Dinas Lingkungan Hidup kabupaten bantul memberikan bantuan alat Biopori.Mahasiswa KKN Kesehatan universitas alma Ata sebelumnya mengajukan surat permohonan bantuan alat biopori atas rekomendasi dari kepala dukuh polaman Bapak Suparjo, S.Pd. Bantuan alat ini bertujuan untuk membuat lubang resapan air pada kawasan Sd Krapyak, pekarangan warga, dan daerah di dusun polaman yang memerlukan lubang resapan air. Bantuan alat yang diberikan berjumlah 10 alat untuk pembuatan lubang, 50 buah paralon, dan 50 buah penutup.

Hal ini sinergi dengan program kesehatan yang ada di Polaman,yaitu TOGA. Lebih luas lagi program pemanfaatan pekarangan. Biopori menyumbang untuk mwningkatkan kesuburan tanah. Sedangkan program Toga membutuhkan sekali kesuburan tanah. Selain itu bipori juga mengurangi potenai air menggenang bahkan banjir. Banjir sendiri membuka potensi adanya penyakit infeksi seperti diare. Dengan upaya Polaman kerjasama dengan Mahasiswa KKN Kesehatan Alma ata, dimana preseptornya adalah dari Puskesmas Sedayu II berhasil memperoleh bantuan Biopori. (kuntoro)

#kes@sedayudua #promkessedayudua #promkes #puskesmas #puskesmassedayu2 #dinkesbantul #kabupatenbantul #sedayu #posyandu #kkn #kknsedayudua #biopori  #kemenkes

Kategori: Berita

Silakan Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: