Kamis, 26 Oktober 2017 berlokasi di Aula Puskesmas Sedayu II telah dilaksanakan Pertemuan Dengan LPMD dan BPD dan Linsek tentang ODG.
Acara dibuka oleh bapak Jawad Abdurrohman. Beliau menjelaskan latar belakang acara hari ini.BapaknJawad adalah pemegang program Upaya Kesehatan Jiwa Puskesmas Sedayu II. Beliau memegang program jiwa ini sejak tahun 2003. Di wilayah Puskesmas Sedayu II, tahun 2012 Skizofrenia atqu Gangguan Jiwa menmpati urutan 8, tahun 2013 urutan 9 , 2014 urutan 10, tp kemudian 2015 dan 2016 anjlok diurutan 5 dan 6. Banyak upaya sudah dilakukan Puskesmas Sedayu II untuk mengatasi permasalahn ini.Angka kasus Skizofrenia di Desa Argorejo dan Argodadi maaing maaing 60 orang. Jadi 2 desa 120 orang. Kasus terbanyak di Argorejo adalah di Duaun Ngentak dan Polaman. Argodadi di dusun Demangan.(yoyok)
dapat mencegah penyakit tersebut.

Sambutan KTU Puskesmas Sedayu II bapak Joko Waluyo mewakili Kepala Puskesmas Sedayu II untuk membuka secara resmi dibuka. Bapak Joko berharap dengan pertemuan ini bisa membantu meningkatkan Upaya kesehatan jiwa. Memang upaya kesehatan jiwa ini perlu disoaialisasi secara luas kepada masyarakat.

Narasumber oleh dr.Yayuk dari Puakesmas Sedayu II.
Skizonfrenia adalah gangguan mental yang ditandai dengan gangguan proses berpikir dan tanggapan emosi yang lemah.[1] Keadaan ini pada umumnya dimanifestasikan dalam bentuk halusinasi, paranoid, keyakinan atau pikiran yang salah yang tidak sesuai dengan dunia nyata serta dibangun atas unsur yang tidak berdasarkan logika, dan disertai dengan disfungsi sosial dan pekerjaan yang signifikan
dapat mencegah penyakit tersebut.
Penyebab skizofrenia.
Sebenarnya para ahli belum mengetahui apa yang menjadi penyebab skizofrenia secara pasti. Kondisi ini diduga berisiko terbentuk oleh kombinasi dari faktor psikologis, fisik, genetik, dan lingkungan.
Skizofrenia lebih sering meliputi halusinasi dan/atau delusi, yang mencerminkan distorsi dalam persepsi dan interpretasi tentang realitas.

Ada pertanyaan dari bapak Hartono ketua LPM Desa Argorejo. Apa yg sudah dilaksanakan Pukskesmas Sedayu II , sudah sangat bagus. Lantas peran kami apa?
Bapak Jawad menjawab.
Peran LPMD dan BPD untuk penguatan yang sudah dilaksanakan di Argorejon dan Argodadi. Ikut memonitor pelaksanaan.
Puakesmas Sedayu II sudah melakukan kemitraan. Dengan kedokteran UMY dengan setiap tahun memberi Qurban (sapi). Sudah dibwntuknya RBM rehabilitasi berbasis masyarakat dengan berupa SHG (Self Help Group) di Desa Argorejo dan Argodadi. Bersama dengan LPM Mandiri setiap selapan dino melaksanakan pertemuan rutin Seloso kliwon dan seloso pahing di Argodadi.DiSungapan ada pasien ODGJ (odam, orang dampingan) bisa memiliki usaha mandiri. Karena didorong suami mengalami ODGJ , sulit mendapatkan pekerjaan. Maka upaya si istri membuatkan usaha mandiri si suami. Dan usaha mandiri itu bahkan bisa menyerap pekerja di sekitarnya. Maka upaya keluarga terdekat untuk mendukung proses penyembuhan seorang ODGJ. Peran LPMD dan BPD untuk ikut membantu proses penyembuhan para ODGJ. LPMD dan BPD sudah aeharusnya ikut menemani kepada kader kader RBM SHG.(yoyok)
#kes@sedayudua #promkessedayudua #promkes #puskesmas #puskesmassedayu2 #dinkesbantul #kabupatenbantul #sedayu #posyandu #odgj#kemenkes

Kategori: Berita

Silakan Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: