Selasa, 14 November 2017 di SDN 1 Dingkikan Sedayu telah dilaksanakan kegiatan Kampanye Cuci tangan pakai sabun (CTPS) sebagai bagian dari PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) & STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat).

“Ayo cuci tangan pakai sabun,
Perilaku hidup bersih dan sehat,
Kuman hilang, cegah penyakit menular.
Bantul cinta sehat, bantulku hebat
Sedayu sehat untuk Indonesia”

Pada hari ini Sosialisasi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dilaksanakan di SDN 1 Dingkikan Sedayu. Lokasi di dalam Kelas dan di halaman sekolah.
Sasaran sosialisasi CTPS pada 22 anak siswa kelas 3 SDN 1 Dingkikan Sedayu.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim CTPS Puskesmas Sedayu II, sbb :
1. Wahyu Surya Rhomawati
2. Eni Susanti
Pelaksanaan Kegiatan, sbb :
1. Sosialisasi PHBS dulu’
PHBS di Sekolah adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan oleh peserta didik, guru dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat.
2. Sosialisasi CTPS bagian dari PHBS.

CTPS adalah Perilaku cuci tangan dengan menggunakan sabun dan air bersih yang mengalir. CTPS adalah cara yang sederhana, mudah, murah dan bermanfaat untuk mencegah berbagai penyakit,seperti Diare, Infeksi Saluran Napas Atas (ISPA), dan kecacingan, infeksi kulit, infeksi mata, dan penyakit-penyakit lain yang ditularkan lewat tangan yang tidak bersih. CTPS adalah selain sebagai indikator pertama dalam PHBS Sekolah., tapi juga merupakan pilar kedua dalam STBM , Sanitasi Total Berbasis Masyarakat(Kepmenkes 852 tahun 2008).

3. Penjelasan 5 waktu kritis cuci tangan.
Cuci tangan pakai sabun dapat kita lakukan pada 5 waktu kritis, yaitu
1. Sebelum makan
2. Setelah BAB
3. sebelum menyusui dan setelah menceboki bayi
4. Sebelum menyiapkan makanan
5. Setelah kontak dengan hewan.

4. Menyanyikan lagu CTPS
“Ratakan sabunnya, Gosok Punggung tangannya,
Kaitkan keduanya, Jabatkan keduannya,
Putar putar jempol, Putar putar Jempol,
Putar putar ujung jari, Waktu cuci tangan”

5. Praktik CTPS di luar gedung (halaman sekolah)
1)Menggosok telapak tangan secara bersamaan
2)Menggosok punggng kedua tangan
3)Jalinkan kedua telapak tangan lalu digosok-gosokkan
4)Tautkan jari-jari antara kedua telapak tangan secara berlawanan
5)Gosok ibu jari secara memutar dilanjutkan dengan daerah antara jari telunjuk dan ibu jari secara bergantian
6)Gosok ujung jari pada telapak tangan secara bergantian.

6. Campaign dan Komitmen Salam PHBS & salam CTPS
“Ayo cuci tangan pakai sabun,
Perilaku hidup bersih dan sehat,
Kuman hilang,
Cegah penyakit menular
Bantul cinta sehat, bantulku hebat
Sedayu sehat untuk Indonesia”

Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di sekolah yaitu :
1. Mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun
2. Mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah
3. Menggunakan jamban yang bersih dan sehat
4. Olahraga yang teratur dan terukur
5. Memberantas jentik nyamuk
6. Tidak merokok di sekolah
7. Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap 6 bulan
8. Membuang sampah pada tempatnya.
Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan pendekatan untuk merubah perilaku menjadi lebih bersih dan sehat melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan.
Kelima pilar tersebut adalah:
1. Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS);
2. Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS);
3. Pengelolaan Air Minum-Makanan Rumah Tangga (PAMM RT);
4. Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (PS RT);
5. Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga (PLC RT).(yoyok)
#kes@sedayudua #promkes #promkessedayudua #puskesmas #puskesmassedayu2 #ctps #phbs #cucitanganpakaisabun #stbm #dinkesbantul #kabupatenbantul #sedayu #kemenkesri #kemenkes

Kategori: Berita

Silakan Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: