Jumat, 17 Nopember 2017 telah mengikuti Pelatihan program indonesia sehat dengan pendekatan keluarga hari ketiga dimulai pada pukul 07.30 wib.

Peserta Pelatihan berangkat dari bapelkes prop DIY menuju Puskesmas Kasihan 1 untuk Praktek Pendataan sasaran. Sebanyak 32 peserta siap terjun ke lapangan, dibagi dalam 3 RT, setiap Rt ada 10 atau 11 peserta. Kuisioner pendataan prokesda terdiri dari 12 indikator yang terdiri dari 5 item kesehatan ibu dan anak, 4 item kesehatan lingkungan dan 3 item penyakit tidak mnular. Setiap 1 peserta mendapatk 3 rumah untuk melakukan pengisian kuisioner sesuai dengan jumlah anggota keluarga yang tinggal bersama dalam satu rumah seideal mungkin.

Setelah selesai pendataan peserta kembali ke bapelkes untuk entri data, pengolahan data dan laporan hasil pendataan.
Penyajian hasil pendampingan keluarga di wilayah kerja puskesmas kasihan 1 dilakukan dari mading2 kelompok didampingi oleh ibu ratna selaku kepala puskesmas kasihan 1.
Tiga kelompok yang mempresentasikan hasil pendampingan ini menyatakan bahwa smua keluarga prasehat.
Kendala dalam pelaksanaan kegiatan yang dijumpai adalah :
1. Adanya penolakan dari masyarakat,
2. Tidak bisa menjumpai seluruh anggota keluarga,
3. Tidak semua keluarga menyiapkan identitas dan terutama aplikasi yang masih banyak kendala.

Pukul 19.00 dilaksanakan penutupan dengan dihadiri oleh dinas kesehatan kab.bantul yan dalam hal ini diwakili oleh ibu anastasia eni dan dihadiri oleh kepala bapelkes prov. DIY yang diwakili oleh bapak Nova Wijanarko.(anik)
#kes@sedayudua #promkessedayudua #promkes #puskesmas #puskesmassedayu2 #dinkesbantul #kabupatenbantul #sedayu #sedayucity #bapelkes #programindonesiasehatdenganpendekatankeluarga #pispk#kemenkesri

Kategori: Berita

Silakan Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: