Pada tanggal 12 Desember 2017 Dinkes prop DIY mengadakan pertemuan bagi beberapa perwakilan progammer diare se DIY dengan materi sosialisasi typoid pada tenaga kesehatan.

Materi Oleh dr. Ratni Indrawanti, Sp.A, Sub Bag infeksi dan penyakit tropis Bag IKA FK UGM/SMF Kesehatan Anak RSUP Dr Sardjito Yogyakarta. Pengertian Demam tifoid adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri salmonella enterica, khususnya turunan nua yaitu salmonella Typhosa.
Tata laksana ;  Penilaian respons terapi, parameter keberhasilan –> minimal 36 jam terapi untuk turun nya demam, Jik demam masih tinggi waspadai adanya komplikasi, fokus infeksi lain, resistensi / salah diagnosa.
Komplikasi demam tifoid :
1. Intra intestinal
√ peritonitis
√ pendarahan usus
√ perforasi
√ ileus paralitik
2. Ekstra intestinal
√ pneumonia
√ miokarditis
√ supresi sumsung tulang belakang
√ psikosis hemolysis
Kapan pasien dipulangkan?
# Bebas demam 24 jam tanpa antipiretik
# nafsu makan membaik, asupan cairan cukup
# perbaikan klinis, bisa beraktifitas duduk
# tidak dijumpai komplikasi.
Terapi suportis :
@ cairan
* bila bisa peroral maintenans (holiday segar)
** bila peroral tidak adekuat, infus D5 : Nacl 0.9% (3 : 1)
* setiap peningkatan suhu tubuh 1•C, kebutuhan cairan di tambah 12,5 %
Diit
* makanan padat dapat diberikan sesegera mungkin
** rendah serat.
Rumus holiday segar
Untuk kebutuhan cairan rumatan anak > 1 th
10 kg BB ke1 x 100 cc
10 kg BB ke2 x 50 cc
Kg seterusny x 20 cc
Diagnosis banding demam tifoid :
~~ influenza
~~gastroenteritis
~~bronkitis
~~tuberkulosis
~~sepsis
~~Malaria
~~Leukimia
~~Infeksi jamur sistemik
Upaya pencegahan :
🌞air minum bersih dan matang
🌞Makanan tdk terkontaminasi salmonella typhi
🌞Imunisasi
🌞Cuci tangan
🌞Pencegahan dan penanganan karier
🌞Peningkatan sanitasi lingkungan
🌞Hygiene dan sanitasi makanan
🌞Hygiene perorangan.(mangesti)

Kategori: Berita

Silakan Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: