Hari Rabu, 13 Desember 2017 pukul 13.00 WIB dilaksanakan kegiatan rutin Rabu Pintar di Puskesmas Sedayu II yang dihadiri drg.Elmi, Kepala Puskesmas dan semua karyawan yang tidak sedang tugas luar.
Acara RAPI kali ini dipandu oleh Bapak Basir dan dicatat oleh Mangesti. Materi I disampaikan oleh Bidan Rohani Widiyanti tentang hasil workshop Program Imunisasi. Diawali dengan pembacaan surat edaran Kepala Dinkes Kab.Bantul oleh drg.Elmi tentang himbauan kewaspadaan dini thd kasus difteri yg saat ini menjadi KLB di bbrp wilayah. Puskesmas diharapkan bisa melakukan Penyelidikan Epidemiologi dan pelacakan riwayat imunisasi segera < 24 jam jika didapatkan kasus suspek, probable ataupun confirmed difteri, serta memastikan ketersediaan masker & eritromisin sebagai obat profilaksi.

Ibu Rohani menyampaikan bahwa terjadinya KLB akibat rendahnya status imunisasi karena banyak anak yang tidak diimunisasi. Propinsi DIY termasuk propinsi yang cakupan imunisasinya baik sehingga diharapkan tidak sampai terjadi KLB. Saat ini di DIY, ditemukan 3 suspek difteri, 1 kasus sudah dinyatakan negatif, 2 lainnya blm ada konfirmasi. Saat ini sudah dilksanakan ORI (Outbreak Response Immunization) di Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat untuk semua yang berusia 1-19 tahun. Beliau menghimbau agar mengingatkan masyarakat untuk imunisasi booster Difteri pada umur 18 bulan dan SD.

Materi selanjutnya disampaikan oleh dr.Sita dan Bapak Basir mengenai Konseling dan Tes HIV (KTHIV). Ada 2 jenis tes HIV yaitu Konseling dan Tes Sukarela (KTS) atas keinginan klien dan Konseling dan Tes atas Inisiatif Petugas (KTIP) atas indikasi atau anjuran petugas kesehatan. KTHIV di Puskesmas Sedayu II lebih banyak KTIP dengan sasaran ibu hamil pada saat ANC terpadu dan pasien TB. Penting diingat untuk menjaga kerahasiaan hasil tes. Bp.Basir melanjutkan penjelasan mengenai formulir pencatatan yang harus diisi dan nantinya akan dientri kedalam aplikasi SIHA (Sistem Informasi HIV AIDS). Pelaksanaan pelayanan KTHIV ini melibatkan antar unit yaitu poli umum, poli KIA dan laboratorium.

Materi terakhir disampaikan oleh Wahyu Surya, petugas Promkes mengenai hasil Pelatihan Ice Breaking dan Board Game Kesehatan. Berdasarkan peraturan MenPANRB, setiap instansi dihimbau untuk melakukan ice breaking pada waktu tertentu sebagai salah satu bentuk aktivitas fisik. Waktu yang dianjurkan untuk puskesmas yaitu jam 10.00 dan 14.00 WIB, namun setelah berdiskusi, didapatkan kesepakatan puskesmas akan mencoba melakukannya pada pukul 11.30 WIB.

Selanjutnya semua peserta diajak untuk bersama sama melakukan ice breaking ‘GERTAK MASAMBEL’ yang dibuat oleh tim puskesmas sendiri. Selesai melakukan ice breaking, Awwa melanjutkan dengan pengenalan Board Game yang sudah diperoleh yaitu untuk PHBS, Germas dan Diabetes. Karyawan puskesmas diajak mempraktekkan langsung game CIBERAT untuk PHBS. Kegiatan kali ini berjalan seru dan menarik, selesai pukul 14.45 WIB.(dr.sita)
#kes@sedayudua #promkessedayudua #promkes #puskesmas #puskesmassedayu2 #dinkesbantul #kabupatenbantul #sedayu #rabupintar #updateknowledge #kemenkes #kemenkesri

Kategori: Berita

Silakan Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: