Jumat, 15 Desember 2017 jam 13.00 wib Telah dilaksanakan Apersepsi praktik keperawatan mahasiswa Almaata di puskesmas bertempat di ruang SDK Dinas Kesehatan Bantul.

Acara dibuka oleh bapak Saptono. Hadir dari alma Ata ibu Sulistiyawati, M.Kep. dan Sofyan Indrayana,M,Kep.
Bapak Saptono menyatakan mahasiswa akan melakukan praktik keperawatan (CE = Clinical Exposure) di Puskesmas Kasihan 1&2, dan Puskesmas Sedayu 1&2 mulai dari Senin 18 Desember 2017. Karena banyak praktikan yang ada di puskesmas, diharapkan puskesmas dapat mengatur dengan baik. Diharapkan mahasiswa-mahasiswa yang akan praktik ke puskesmas dapat menyerap ilmu sebanyak-banyaknya terutama dalam hal berkomunikasi dengan pasien dan tokoh masyarakat.
Ibu Sulistiyawati menjelaskan ada sebanyak 67 mahasiswa yang akan melakukan Clinical Exposure II di Puskesmas Kasihan 1&2 dan Puskesmas Sedayu 1&2. Ada puskesmas yang mendapat 17 mahasiswa dan ada yang 16 mahasiswa. Para mahasiswa akan melakukan CE II ini selama 2 minggu, dan dalam 1 minggunya hanya 5 hari. Senin sampai Jumat. Untuk Sabtu, mahasiswa libur dilanjutkan kegiatan perkuliahan di kampus, karena mahasiswa-mahasiswa tersebut belum selesai (semester 5). Mahasiswa akan dibagi menjadi 6 kelompok, dan setiap kelompok ada 2 atau 3 mahasiswa. Ada 2 kompetensi yang harus dicapai oleh para mahasiswa, 1 kompetensi setiap minggunya, yaitu blok Women and Maternity dan Pediatric Nursing. Minggu pertama, puskesmas di kecamatan kasihan melakukan kompetensi Pediatric Nursing dan Puskesmas di sedayu blok women and maternity. Minggu ke 2 kompetensi ganti. Setiap kelompok diharapkan mendapat kasus yang berbeda-beda. Untuk blok women and maternity diharapkan mahasiswa dapat membuat askep tentang sistem reproduksi (wus, pus atau remaja) dan askep tentang KB. Untuk pediatric nursing dapat melakukan SDIDTK atau KPSP dan membuat askep bayi atau anak beresiko. jadi kalau kasus bayi atau anak beresiko dapat sekalian dilakukan SDIDTK. dapat menghemat waktu. Anak atau bayi yang diperiksa dapat dari umur 0-18 tahun tapi untuk SDIDTK umur 0-6 tahun. Untuk prakteknya, mahasiswa akan langsung ke rumah pasien, setelah CI memberikan kasus-kasusnya kepada mahasiswa tersebut. Jadi diharapkan pada hari senin, CI sudah mempunyai kasus-kasus untuk para mahasiswa. Mahasiswa harus absen di puskesmas setiap pagi, tapi untuk absen pulang, tidak diharuskan.
CI lapangan diharapkan 2 orang perawat, jadi tidak terlalu repot jika menghadapi 17 mahasiswa (6 kelompok)
CI tidak harus mendampingi. Nanti kalau mahasiswa hendak konsultasi dapat kontak dengan CI langsung.(sinto)

 

Kategori: Berita

Silakan Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: