Kunjungan bayi beresiko didusun sungapan rt 81 pada hari sabtu tanggal 16 desember 2017 dilakukan oleh bidan Rohani Widiyanti dan Mangesti Handayani.
Bayi yang lahir tanggal 16 oktober di BPM secara spontan dengan berat lahir 2700gr laki laki ini terdiagnosa hisprung oleh RS Sarjito. Setelah 2 hari tidak BAB bayi dikonsultasikan ke RS pku bantul, yang selanjutny dirujuk ke RS sarjito. Bayi yang diberi nama Andika dwi oktavianto dari seorang ibu bernama Sri Riyanti sudah 50 hari opname di RS sarjito dan sudah menjalani operasi 2 kali.
Pendampingan pada keluarga untuk sabar dalam merawat kesehatannya ditekankan dalam kunjungan kali ini. Hal hal yang disampaikan kepada keluarga adalah:

1. Mengikuti semua petunjuk dokter dan kontrol tepat waktu.
2. Tidak boleh melakukan pijat bayi, apalagi oleh dukun
3. Tidak boleh memberikan sofur, hanya bole asi eklusif.
4. Melakukan terapi busi dengan rutin, sesuai ukuran busi yang sudah dijadwalkan.
5.Melanjutkan pemberian imunisasi pada jadwal yang sudah ditentukan.
6. Selalu menjaga kebersihan alat2 terapi dan selalu menjaga suhu tubuh bayi tetap hangat.(anik)
#kes@sedayudua #promkessedayudua #promkes #puskesmas #puskesmassedayuii #puskesmassedayu2 #kesehatanibudananak #kelasibuhamil #kesehatanibuhamil #p4k #stikerisasip4k #rangkaibungaemas #kia #dinkesbantul #kabupatenbantul #sedayu #kemenkesri #kemenkes

Kategori: Berita

Silakan Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: