Selasa, 19 Desember 2017 promkes Yoyok Prasetyo dan Wahyu Surya Rhomawati (mewakili Petugas UKS) mengikuti acara FGD Akselerasi Penanggulangan Anemia di Aula Medika Dinkes Bantul yang diselenggarakan seksi Kesga Dan Gizi.

Acara dibuka oleh ibu Fatma sebagai pembawa acara. Dibuka dengan doa menurut agama dan kepercayaan. Pembawa acara membacakan urutan acara. Ada 2 narasumber : Ibu dr.Anugrah Wiendyasari,MSc dari Dinkes Bantul dan bapak DR.Totok Sudargo dari S2 IKM UGM.
Materi pertama ibu dr.Anugerah Wiendyasari,MSc memberikan materi PERMASALAHAN KIA DAN GIZI DINAS KESEHATAN BANTUL. Ibu Anugrah membuka dengan program inovasi Dinkes Bantul SEPEKAN, Sekolah Peduli Kasus Anemia Gizi. Ibu Anugrah mengklarifikasi apakah petugas selain Nutritionistnya sudah mengenal program SEPEKAN.

Dalam acara tersebut dilakukan FGD membahas kendala teknis maupun non teknis pelaksanaan program SEPEKAN. Dalam acara tersebut disampaikan kembali pentingnya penanganan kasus anemia di masyarakat. Hal tersebut mengingat bahwa dampak anemia sangat banyak namun kesadaran masyarakat akan hal ini masih rendah. Adapun sasarn program SEPEKAN ini adalah para remaja putri yg sudah menstruasi. Melihat hal tersebut, rencana tindak lanjut program ini tidak hanya memantau sekolah-seklah, namun juga menyentuh pondok pesantren dan anak-anak remaja yang tidak sekolah.

Sesi Diskusi FGD. Peserta dibagi menjadi 4 kelompok. Puskesmas Sedayu II bergabung dalam kelompok 3. Sesi ini dipandu oleh Ibu Eni dari Seksi Kesga dan Gizi. Selama 30 menit peserta melaksanakan FGD seputar permasalahan program SEPEKAN tyang sudah atau belum dilaksanakan di masing masing Puskesmas. Hasil FGD akam dipresentasikan. Wakil kelompok 3 disampaikan oleh Wahyu Surya Rhomawati.
Materi kedua adalah tentang REMAJA PUTRI BERPRESTASDI TANPA ANEMIA oleh DR.Totok Sudargo dari S2 IKM UGM. Dalam materinya bapak Totok memberikan wawasan kesehatan berkaitan Masalah Anemia di Indonesia kepada peserta. Posisi Indonesia oleh Dunia Internasional dalam hal Kurang Anemia ini disamakan dengan kondisi di Afrika.

Padahal Upaya semua jajaran kesehatan sudah melaksanakan Program berkait penanggulangan Anemi sudah banyak dilakukan. Ironinya ketika ditemukan seorang balita kekurangan anemi atau gizi buruk, yang terhenyak kaget adalah orang orang Kesehatan, sementara si ibu dan keluarga tenang tenang saja. Maka upaya Tenaga Promkes lah yang diharapkan untuk melakukan lebih giat lagi sosialisasi kekurangan Anemi di masyarakat. Bapak Totok juga memberika apresiasi yang tinggi tentang program Inovasi Dinkes yang namanya SEPEKAN, Sekolah Peduli Kasus Anemi. Program ini satu satunya di Indoensia.
Bapak Totok diakhir sesinya menyatakan Bahwa kita membutuhkan 1 generasi lagi untuk merubah masyarakat dalam kesadaran tentang kesehatan.

Rencana tindak lanjut yang dipandu Ibu Anugrah dan Ibu Eni adalah : Koordinasi Lintas Program lebih diperkuat.
Tidak Segan untuk mrlaksanakan program ini untuk membangun generasi sehat.
Prioritas Screening untuk Remaja Putri.
Ketersediaan Kapsul Fe khusus untuk Remaja Putri.
Acara ditutup paja jam 13.30 wib.(yoyok/awwa)
#kes@sedayudua #promkessedayudua #promkes #puskesmas #puskesmassedayu2 #dinkesbantul #kabupatenbantul #sedayu #sepekan #sekolahpedulikasusanemi #kemenkes

Kategori: Berita

Silakan Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: