Kamis, 28 Desember 2017 telah dilaksanakan MMD (Musyawarah Masyarakat Dusun) yang ke II di pendopo rumah Dukuh Polaman bapak Suparjo,SPd.

Hadir dalam musyawarah tersebut Bapak Kepala Dusun, Bapak RT, Ibu Kader, Ibu Dosen Universitas Alma Ata, Ibu Prasetya lestari S.ST .M.Kes, Dyah Pradnya Paramita S.ST.,M.Kes, Farida Ariyani S.ST.,M.Keb dan juga Mahasiswa Kebidanan Universitas Alma Ata. MMD dimulai pukul 18.30 WIB. Acara yang pertama yaitu pembukaan yang dilanjutkan dengan sambutan oleh Bapak Kepala Dusun Polaman, Bapak Suparjo, S.Pd. Setelah itu dilanjutkan dengan sambutan dari bidan Natya Ayu selaku pembimbing lapangan dan sambutan dari Saudari Imelda selaku Ketua Praktik Komunitas di Dusun Polaman. Selanjutnya adalah pemaparan hasil pendataan dan musyawarah pemecahan masalah yang ditemukan yang dipimpin oleh Suadari Sumi. Adapun masalah yang didapatkan di Dusun Polaman yaitu:
1. Masih rendahnya cakupan PHBS di Dusun Polaman dalam indikator mencuci tangan dengan air bersih, memberantas jentik nyamuk, makan buah dan sayur dan tidak merokok di dalam rumah.
2. Masih rendahnya cakupan PUS yang ber-KB. Dari data yang didapatkan jumlah PUS yang ber-KB baru 61%.

3. Tingginya cakupan penyakit tidak menular yang diderita masyarakat Dusun Polaman yaitu Hipertensi dan Diabetes Mellitus.
4. Rendahnya cakupan pengetahuan remaja dalam hal anemia
Dengan adanya masalah tersebut maka disusunlah rencana tindak lanjut oleh Mahasiswa dan masyarakat yaitu:
1. Penyuluhan cuci tangan pada bapak-bapak, ibu-ibu maupun anak-anak di Dusun.
2. Penggiatan kembali kader Jumantik, Pemantik, dan Dokmantik berikut dengan campaign bersama mengenai PSN.
3. Penyuluhan mengenai pentingnya makan buah dan sayur bekerjasama dengan Ahli Gizi.
4. Penyuluhan mengenai anemia dan tablet tambah darah pada remaja putri beserta campaign minum tablet tambah darah
5. Penyuluhan mengenai KB yang berfokus pada Metode Kontrasepsi Jangka Panjang.

Adapun program tambahan yang disarankan oleh masyarakat yaitu:
1. Penyuluhan kepada ibu hamil terkait dengan kesadaran dalam pemeriksaan rutin
2. Kerjasama dengan Puskesmas dalam deteksi TBC
3. Penyuluhan mengenai difteri
4. Lomba Balita Sehat
5. Penyuluhan IVA, Pap Smear dan SADARI
6. Tebar benih ikan bersama-sama dengan calon pengantin sebagai wujud aksi nyata mendukung program kerja Kecamatan Sedayu
7. Pembuatan banner hati-hati dalam berkendara di sekitar jalan Dusun Polaman
8. Optimalisasi Dusun Siaga

Dengan adanya rencana tindak lanjut tersebut diharapkan Mahasiswa dan juga masyarakat dapat bersama-sama menyelesaikan problematika di Dusun Polaman. MMD berakhir pukul 21.00 dan diakhiri dengan foto bersama dengan menggunakan lambang “S” yang berati Sedayu, lambang segitiga yang berarti Alma Ata dan buah salak yang berarti wujud nyata aksi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.(Natya)
#kes@sedayudua #promkessedayudua #promkes #puskesmas #puskesmassedayuii #puskesmassedayu2 #dinkesbantul #kabupatenbantul #sedayu #kknalmaata #praktikomunitas
#kknkebidanan #mmd #kemenkesri #kemenkes

Kategori: Berita

Silakan Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: