Kamis, 19-01-2018 melanjutkan PISPK pada hari rabu tentang PTM yakni tentang Penderita HT berobat teratur, Penderita Jiwa tidak di Telantarkan, Tidak ada anggota keluarga yg merokok bertempat di Hall Puskesmas Sedayu II dengan narasumber ibu Rohani Widiyanti.

Penderita HT berobat teratur, pendataan bagi keluarga yang menderita tekanan darah tinggi, maka akan ditanyai apakah berobat secara rutin dan meminum obat secara teratur. Pasien dokatakan hipertensi jika tekanan darah >140 / >90. Tanda-tanda menderita hipertensi antara lain sakit kepala, kelelahan, telinga berdengung, cepat marah. Faktor resiko terkena darah tinggi yg todak dapat diubah yaitu keturunan, umur jenis kelamin sedangkan yang dapat diubah yaitu merokok, makan rendah serat, konsunsi garam berlebih, obesitas, dan stres. Diet hipertensi yg dapat dilakukan tanpa obat antara lain dengan penurunan berat badan, konsumsi buah dan sayur kurang lebih 5 porsi dalam sehari, konsumsi garan tidak lebih dari 1 sendok makan perhari.

Penderita Jiwa tidak di Telantarkan
Pendataan di lakukan dalam keluarga yg memiliki penderita gangguan jiwa, bila ada apakah pasien meminum obat secara teratur dan tidak di pasung. Pemasungan bukan berarti hanya di tali tangan dan kaki tetapi pemasungan adalah membatasi gerak pasien dan dikunci dalam rumah ataupun kamar juga ternasuk dalam pemasungan. Pemasungan sendiri dapat melanggar HAM, memperlambat pemulihan pasien, dan kebanyakan sering dilakukan keluarga inti hal2 seperti ini sebaiknya dilakukan pembinaan. Ciri2 gangguan jiwa yaitu cemas, depresi bipolar dan skizofrenia.
Tidak ada anggota keluarga yg merokok
Pendataan pada anggota keluarga yang sering atau kadang-kadang merokok atau produk tembakau lainnya.(puspita)
#kes@sedayudua #promkessedayudua #promkes #puskesmas #puskesmassedayu2 #dinkesbantul #kabupatenbantul #rabupintar #updateknowledge #alihinformasi #rapi #sedayu #kemenkesri #kemenkes

Kategori: Berita

Silakan Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: