TOSS TB dan GERMAS untuk Brantas dan Bebas (TB)

terapkan germas dan pendekatan keluarga untuk temukan dan obati kasus tb

Sambutan Menkes RI dalam Puncak Peringatan TB Sedunia pada 1 April 2017 di Balai Kota DKI Jakarta

Penyakit Tuberkolosis (TB) yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberkolosis merupakan salah satu 10 besar penyakit yang menyebabkan kematian di dunia. Dalam upaya meningkatkan derajat masyarakat dan menurunkan angka kesakitan, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Ditjen P2P) Kementerian Kesehatan RI menghelat  Puncak Peringatan Hari TB Sedunia Tahun 2017 pada Sabtu, 1 April 2017 di Gedung Balai Kota Provinsi DKI Jakarta sebagai upaya pencegahan dan pemberantasan TB di Indonesia. Tema pada tahun ini yaitu Gerakan Masyarakat Menuju Indonesia Bebas Tuberkulosis. ‘Tema ini sangat relevan dengan Gerakan Temukan Tuberkulosis Obati Sampai Sembuh (TOSS TB) di Keluarga,’ kata Menteri Kesehatan (Menkes) RI Nila Farid Moeloek dalam sambutannya. ‘Dengan tema ini kita berharap agar peringatan Hari TB Sedunia benar-benar akan mendorong, meningkatkan peran serta dan dukungan masyarakat dalam program penanggulangan TB.  Selain itu juga mampu menempatkan TB sebagai masalah bersama,’ tambah Menkes RI.

Gerakan Temukan Tuberkulosis Obati Sampai Sembuh (TOSS TB) di masyarakat merupakan wujud pelayanan Pengendalian TB. Melalui gerakan TOSS TB semua  pasien dapat ditemukan dan diobati sampai sembuh sehingga mereka dapat hidup layak, bekerja dengan baik dan produktif, serta  tidak menjadi sumber  penularan TB  di  masyarakat. Untuk memperkuat Gerakan TOSS TB, saat ini Pemerintah mengalakkan program bersama masyarakat dengan Gerakan Masyarakat  Hidup Sehat atau GERMAS dengan kegiatan utama antara lain (1) Peningkatan aktivitas fisik, (2) Peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat, (3) Penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi, (4) Peningkatan  pencegahan dan deteksi dini penyakit, (5) Peningkatan kualitas lingkungan, (6) Peningkatan edukasi hidup sehat. GERMAS ini didukung penerapannya melalui  Pendekatan Keluarga. Cara tersebut dilaksanakan oleh Puskesmas dengan kunjungan rumah berkala oleh petugas kesehatan, guna (a) melakukan deteksi dini masalah kesehatan, (b) pengobatan segera bagi yang sakit, (c) melakukan upaya promotif-preventif, dan (d) melakukan penanggulangan faktor risiko kesehatan dalam keluarga.  selain dukungan keluarga dibutuhkan dukungan seluruh masyarakat, termasuk dukungan pelayanan kesehatan swasta, diharapkan akan semakin meningkatkan kinerja Pengendalian TB. Hingga kini success rate pengobatan TB di Indonesia mencapai 90%. Artinya, 90%  pasien TB yang diobati di Indonesia berhasil disembuhkan dan rantai penularan TB dapat diputuskan dan diakhiri. Pada acara tersebut, Menkes meluncurkan Aplikasi Wajib Notifikasi TB (WiFi TB) berbasis telepon pintar (smartphone) dan bisa diunduh. Dengan aplikasi ini tenaga kesehatan swasta terutama Dokter Praktik Mandiri dan klinik pratama sangat diharapkan melakukan penemuan dan pengobatan pasien TB sesuai standar dan menyampaikan notifikasinya kepada Dinas Kesehatan setempat.

Sumber: Kementerian Kesehatan RI 2017 dalam depkes.go.id

Pelaksanaan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) Puskesmas Sewon I Tahun 2017

3

Pusat Kesehatan Masyarakat atau Puskesmas adalah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang bertanggungjawab atas kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya pada satu atau bagian wilayah kecamatan. Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat dinyatakan bahwa Puskesmas berfungsi menyelenggarakan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP) tingkat pertama. Agar Puskesmas dapat mengelola upaya kesehatan dengan baik maka puskesmas harus menyusun rencana kegiatan yang tertuang dalam rencana tahunan dan rencana lima tahunan. Perencanaan ini harus disusun dengan mempertimbangkan hasil analisa dari sisi pandang masyarakat yang dilakukan melalui Survey Mawas Diri (SMD).

2

Survei Mawas Diri adalah kegiatan untuk mengenali keadaan dan masalah yang dihadapi masyarakat, serta potensi yang dimiliki masyarakat untuk mengatasi masalah tersebut. Potensi yang dimiliki antara lain ketersediaan sumber daya, serta peluang – peluang yang dapat dimobilisasi. Hal ini penting untuk diidentifikasi oleh masyarakat sendiri, agar selanjutnya masyarakat dapat digerakkan untuk berperan serta aktif memperkuat upaya-upaya perbaikannya, sesuai batas kewenangannya. Kegiatan Survei Mawas Diri di wilayah kerja Puskesmas Sewon I telah dilaksanakan pada bulan Januari 2017 dengan mengambil sampel dari masing-masing posyandu yang ada di Desa Timbulharjo dan Desa Pendowoharjo dengan jumlah total responden sebanyak 258 responden.

4

Hasil Survey Mawas Diri (SMD) yang sudah dilakukan bersama masyarakat ini selanjutnya dibahas bersama dengan perwakilan warga desa dan masyarakat untuk selanjutnya dilakukan kegiatan perumusan dan penentuan prioritas masalah dalam sebuah forum Musyawarah Masyarakat Desa (MMD). Ini merupakan sebuah forum pertemuan perwakilan warga desa untuk membahas hasil Survei Mawas Diri (SMD) dan merencanakan penanggulangan masalah kesehatan yang diperoleh dari hasil SMD. Kegiatan MMD sangat penting untuk dilaksanakan dalam rangka menyusun perencanaan kegiatan puskesmas agar sesuai dengan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat di wilayah kerja.

5

Pada hari Senin tanggal 6 Maret 2017 Puskesmas Sewon I melaksanakan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) bertempat di RM Parangtritis Sewon Bantul dengan jumlah peserta 100 orang yang terdiri dari kader, kepala dusun, kepala Desa, Unsur kecamatan dan lintas sektor terkait serta Kader Germas. Seluruh peserta MMD sangat antusias dalam diskusi kelompok untuk mengidentifikasi masalah serta menetapkan prioritas masalah. Selanjutnya perwakilan warga desa, kader dan tokoh masyarakat ini secara bersama-sama menggali dan memecahkan masalah kesehatan yang ada di wilayahnya sehingga muncul berbagai usulan rencana kegiatan untuk tahun 2018.

7

Bapak Kwintarto, SIP selaku Camat Sewon juga hadir dalam kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) bersama dengan Kapolsek Sewon dan juga Bapak Danramil. Dukungan dari lintas sektor sangat positif dalam rangka penyusunan perencanaan Puskesmas Sewon 1 yang sesuai dengan hasil analisa kebutuhan masyarakat. Di akhir acara, Bapak Camat menyampaikan bahwa pendanaan untuk berbagai macam usulan kegiatan program kesehatan ini diharapkan juga  bisa bersinergi dengan perencanaan anggaran baik di Desa Pendowoharjo dan Desa Timbulharjo sehingga masalah kesehatan tidak hanya menjadi tanggungjawab puskesmas. Desa juga bisa turut berperan terutama untuk mensuport program kesehatan yang urgent dan dibutuhkan masyarakat melalui alokasi Anggaran Dana Desa (ADD).

8

Secara umum kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) tahun 2017 di Puskesmas Sewon 1 telah berjalan dengan lancar dan berbagai macam usulan rencana kegiatan yang berasal dari hasil analisis kebutuhan masyarakat ini akan ditindaklanjuti dan disampaikan pada pertemuan lokakarya mini lintas sektor di Bulan April 2017.

Indahnya Kebersamaan dalam Sewon 1 Gathering

Suasana pagi di Puskesmas Sewon 1 pada hari Sabtu tanggal 20 September 2014 tampak berbeda. Pukul 06.30 karyawan puskesmas sudah tampak ramai berkumpul di halaman belakang puskesmas dengan mengenakan kaos seragam bernuansa hijau tosca. Pagi itu memang sudah di agendakan bahwa seluruh karyawan Puskesmas Sewon I akan mengikuti kegiatan Tim Building di Hotel Puri Asri Magelang Jawa Tengah. Acara ini telah direncanakan sejak lama. Setelah melalui berbagai tahap persiapan, alhamdulilah pada hari sabtu yang lalu kegiatan ini bisa benar-benar di realisasikan.

Rombongan dari Puskesmas Sewon I berangkat ke Magelang pada pukul 07.00 menggunakan Bus pariwisata. Selama perjalanan seluruh karyawan tampak ceria dan bahagia. Beberapa karyawan tak segan untuk tampil bernyanyi karaoke demi menghibur teman-teman yang lain. Selain karaoke, ada pula acara pembagian doorprize yang menambah keseruan suasana selama perjalanan menuju Magelang.

Setelah menempuh waktu perjalanan selama kurang lebih 1,5 jam tibalah rombongan di Hotel Pusri Asri Magelang. Suasana hotel yang sejuk dan asri serta instruktur outbond yang ramah langsung menyambut kedatangan kami. Seluruh karyawan segera di arahkan untuk menuju ke lokasi kegiatan karena acara akan segera dimulai.

Sebelum kegiatan dimulai, dr. Jaka Hardalaksana selaku Kepala Puskesmas Sewon 1 terlebih dulu memberikan sambutan sekaligus menyampaikan tujuan dari diselenggarakannya kegiatan Tim Building kali ini, yaitu dalam rangka :

  1. Peningkatan kapasitas SDM Puskesmas Sewon I
  2. Meningkatkan semangat kerja dan kedisiplinan karyawan
  3. Meningkatkan kebersamaan dan kekompakan sesama karyawan
  4. Memperkuat Tim Kerja Puskesmas Sewon I

Sesudah itu, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Asrori dan kegiatanpun segera dimulai. Sesi pertama adalah kegiatan Ice breaking untuk mencairkan suasana, acara ini cukup seru karena diisi dengan berbagai aktivitas seperti menari, menyanyi dan games-games ringan yang semakin menghangatkan suasana. page

Setelah dirasa cukup, instruktur kemudian membagi karyawan menjadi beberapa kelompok kecil. Masing-masing kelompok diminta membuat nama kelompok dan yel-yel. Ada 4 kelompok yang terbentuk, masing-masing diberi nama Brindil, Little bit, Cowek dan Matoa.

DSC_2494DSC_2497DSC_2500DSC_2504Kegiatan tim building kali ini memang diwujudkan dalam bentuk outbond dimana pelaksanaan kegiatan pembelajaran memang lebih banyak berupa game outdoor. Ada 4 macam game yang harus diikuti oleh semua kelompok yaitu game Helium Stick, Estafet Sumpit, Block Building dan Water Tower. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan teamwork, integritas, konsistensi, sinergi dan komitmen serta pembelajaran tentang Excellent Service.

DSC_2518DSC_2526DSC_2571DSC_2545Setelah semua kelompok selesai melaksanakan kegiatan game outdoor, acara dilanjutkan dengan refleksi dan review yang dipimpin oleh instruktur. Dalam Review disampaikan bahwa kebersamaan tidak hanya merupakan kondisi fisik berkumpulnya orang-orang dengan potensi yang saling melengkapi, namun inti dari kebersamaan lebih terletak pada spirit, atau semangat yang mendasari berkumpulnya potensi yang ada.

DSC_2596Tanpa spirit ini potensi positif dari masing-masing individu yang ada tidak akan termanfaatkan secara maksimal. Beberapa faktor yang membuat kebersamaan berlangsung lebih lama dan lebih efektif serta effisien adalah :

  1. Sinergi

Sinergi bukan hanya kegiatan berkumpul dan penjumlahan dari masing-masing potensi yang ada. Sinergi adalah keuntungan dari kombinasi berkumpulnya dua elemen atau lebih dan performa yang dihasilkan lebih tinggi dari sekedar penjumlahan individu yang didalamnya.

  1. Konsistensi

Untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan memang tidak mudah. Apalagi ketika hal tersebut mulai menemukan kondisi yang tidak ideal. Pada saat tingkat tugas atau pekerjaan masih di tingkat awal, optimisme lebih kuat. Tetapi berbanding terbalik ketika tugas yang dikerjakan menjadi lebih rumit atau lebih beresiko. Konsistensi dan daya tahan mulai menurun seiring dengan beratnya tugas yang dilakukan. Diperlukan komitmen yang kuat sebagai pondasi untuk menopang konsistensi. Dan sering terjadi bahwa “banyak orang yang menyerah meskipun sebenarnya kesuksesan itu ternyata berjarak satu jengkal dari dimana orang itu berhenti”.

  1. Integritas

Melakukan hal yang tepat setiap saat dalam lingkungan baik diawasi maupun tidak, memang terlihat mudah diucapkan. Tetapi tidak mudah untuk dikakukan. Kebanyakan orang tidak menemukan nilai dalam dirinya, sehingga yang dilakukan jadi tidak sejalan dengan apa yang seharusnya. Seringkali kita menemui di luar sana, melakukan pekerjaan dengan setengah hati. Tidak mencintai pekerjaannya. Sehingga akibatnya tidak mempunyai integritas. Melakukan hal-hal yang tidak seharusnya. Maka mulailah dengan hal yang sederhana untuk mencintai pekerjaan, dengan menemukan nilai pribadi apa yang cocok dalam pekerjaan kita. Ketika tidak suka dengan pekerjaannya, maka sukailah orang-orangnya. Bila tidak suka dengan orangnya, maka sukailah tempat dan lingkungannya. Apabila tidak ada yang kita sukai maka segera temukan nilai anda karena seorang CEO sebuah perusahaan terkenal mengatakan bahwa dalam bekerja seharusnya seseorang mempunyai integritas, intelegence dan energy. Bila salah satunya tidak ada, maka dua diantaranya akan membunuhmu. Dan saya yakin bahwa kita adalah orang-orang yang mempunyai integritas yang tinggi.

  1. Pelayanan prima

Seringkali kita kurang suka atau merasa kurang nyaman ketika mendapatkan sesuatu yang tidak sesuai dengan yang kita inginkan terutama dalam bidang layanan jasa. Mungkin ketika kita bergerak dalam bidang yang sama pun pernah melakukan hal yang sama sehingga orang lain yang menerima layanan kita menjadi merasa kurang nyaman. Memang dalam pelayanan jasa, sangat objective sekali pengalaman tiap orang. Tetapi ada salah satu hal yang kita bisa jadikan ukuran, yaitu KEPANTASAN. Apakah sudah pantas dan patut layanan yang saya berikan. Dengan teknik “berganti posisi” yaitu memandang layanan kita dari sudut pandang orang lain dan rasakan apakah sudah cukup atau belum,sudah pantas atau belum . Maka hal tersebut akan membuat kita melakukan layanan prima dengan lebih mudah. Dan akan lebih luar biasa jika kita bisa menyajikan layanan yang lebih dari yang mereka harapkan.

  1. Sikap positif

Ada beberapa hal yang mempengaruhi cara pandang mental kita sehingga berpengaruh pada tingkah laku kita, yaitu :

a)   Saya tidak oke ; Anda tidak oke

Kondisi mental yang demikian membuat orang menjadi pesimis. Memandang diri sendiri tidak pantas dan memandang orang lain dari sisi negatifnya. Sehingga membentuk menjadi sikap yang apatis (masa bodoh) dan tidak peduli dengan keadaan yang ada.

b)  Saya tidak oke ; Anda oke

Sikap mental yang demikian membuat diri kita menjadi rendah diri. Tidak percaya diri, ketika berinterkasi dengan orang lain. Kita terlalu membandingkan dengan orang lain, merasa tidak selalu siap.

c)   Saya oke ; Anda tidak oke

Sikap mental ini membuat diri kita menjadi tinggi hati (sombong) merasa kondisi yang ada kita ada di atas mereka. Keadaan ini membuat kita seenaknya saja untuk berhadapan dengan orang lain.

d)   Saya oke ; Anda oke

Kondisi ini adalah kondisi yang paling ideal. Sikap mental yang positif adalah memandang diri kita dengan baik, dan memandang orang lain dengan baik. Memandang orang lain dan diri sendiri mempunyai potensi positif. Apabila kondisi sikap mental positif ini ada dalam setiap individu, membuat kebersamaan menjadi lebih bertahan lama, efektif dan efisien dan menjaga keseimbangan antara tugas dan hubungan social.

Hal-hal yang disampaikan dalam kegiatan refleksi dan review ini diharapkan bisa memberikan penyadaran dan semakin meningkatkan kapasitas SDM Puskesmas Sewon I dalam rangka memberikan pelayanan prima pada masyarakat. Usai Refleksi dan Review, acara kemudian ditutup dengan tepuk tangan dan saling berjabat tangan antar seluruh karyawan dan instruktur kegiatan tim building.FOTO BERSAMA3

FOTO BERSAMA MERIAHSemoga kegiatan ini bermanfaat dan tujuan dari pelaksanaan kegiatan tim building ini dapat tercapai sesuai harapan.

Kesuksesan seseorang ditentukan bagaimana dia bisa berkomunikasi, karena komunikasi yang baik maka akan menghasilkan networking yang baik sesuai dengan tujuan yang diinginkan – Anthony Robbins

Pelaksanaan Penjaringan Kesehatan Anak Sekolah Tahun 2014

Penjaringan kesehatan merupakan salah satu bentuk dari pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk mendeteksi dini siswa yang memiliki masalah kesehatan agar segera mendapatkan penanganan sedini mungkin. Penjaringan kesehatan dilakukan pada peserta didik kelas 1 SD, kelas 7 SMP/MTs dan Kelas 10 SMA/SMK/MA yang meliputi pemeriksaan kebersihan perorangan (rambut, kulit dan kuku) pemeriksaan status gizi melalui pengukuran antropometri, pemeriksaan ketajaman indera (penglihatan dan pendengaran), pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, pemeriksaan laboratorium untuk anemia dan kecacingan, dan pengukuran kebugaran jasmani. Selain itu pada peserta didik di tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MA juga dilakukan skrining melalui kuisioner mengenai keadaan kesehatan umum, kesehatan mental remaja, intelegensia dan reproduksi melalui self assessment serta bahan edukasi/konseling.

pengukuran tajam penglihatanPelaksanaan penjaringan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Sewon I dilaksanakan pada tanggal 14 Agustus – 30 Agustus 2014 untuk siswa SD dan pada tanggal 1 September – 29 September 2014 pada siswa SMP dan SMA. Adapun jumlah sekolah yang dilakukan penjaringan kesehatan ini meliputi 14 SD, 6 SMP dan 4 SMK. Target capaian penjaringan kesehatan anak sekolah ini ditetapkan sebesar 100%. Kegiatan pemeriksaan kesehatan fisik dan penunjang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Sewon I yang terdiri dari 4-5 orang dalam 1 timnya. Mengingat banyaknya jumlah siswa yang harus diperiksa maka tenaga kesehatan puskesmas sangat membutuhkan bantuan dari guru UKS dan Kader Kesehatan Sekolah sesuai dengan kapasitas/kewenangan masing-masing. Sedangkan untuk pengisian kuesioner diisi oleh peserta didik sendiri termasuk kuesioner kesehatan reproduksi.

DSC05741Skrining kesehatan reproduksi ini bertujuan untuk mendeteksi dini masalah kesehatan reproduksi remaja sehingga dapat dilakukan upaya pencegah terhadap kelainan-kelainan yang dapat mengganggu proses reproduksi mereka. Kuesioner kesehatan reproduksi meliputi berbagai hal terkait kesehatan reproduksi antara lain keluhan pada organ reproduksi dan perkembangan pubertas yang dilihat melalui perkembangan organ seks primer (menstruasi/mimpi basah) dan organ seks sekunder.

Semoga pelaksanaan kegiatan penjaringan kesehatan anak sekolah di wilayah kerja puskesmas Sewon I ini dapat berjalan lancar sehingga dapat diperoleh data yang akurat demi kepentingan terbaik bagi seluruh peserta didik.

Hasil Survey Indeks Kepuasan Masyarakat di Puskesmas Sewon I, Periode : Januari-Juni 2014

Puskesmas merupakan instansi pemerintah yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat diharapkan memiliki kualitas pelayanan yang baik. Kinerja petugas puskesmas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat salah satunya dapat dinilai dengan mengetahui bagaimana kepuasan masyarakat terhadap pelayanan puskesmas. Kualitas pelayanan yang baik dapat dilihat dari terpenuhinya harapan dan keinginan pelanggan dapat terpenuhi.

Pelaksanaan survei terhadap kepuasan pelanggan di Puskesmas Sewon I dilakukan secara berkala untuk mengevaluasi dan meningkatkan kualitas kinerja dari waktu ke waktu. Dari hasil survei ini, diharapkan Puskesmas dapat memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Metode yang digunakan pada survei bulan Juni tahun 2014 ini menggunakan pedoman yang sama dengan survei pada tahun 2013 yaitu pedoman penyusunan indeks kepuasan masyarakat dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara tahun 2004.

Hasil nilai indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan puskesmas adalah 75, 30. Dengan melihat interpretasi nilai pada tabel nilai persepsi, interval IKM, Mutu Pelayanan dan Kinerja Unit Pelayanan maka kinerja pelayanan Puskesmas Sewon I adalah BAIK dengan mutu pelayanan B.

Unsur yang mendapatkan rata-rata penilaian tertinggi adalah unsur Kewajaran Biaya Pelayanan. Hal ini menunjukkan bahwa di Puskesmas Sewon I pelaksanaan pemungutan tarif dan retribusi pelayanan dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku. Tidak ada praktek pungutan-pungutan liar yang tidak sesuai aturan.

Unsur pelayanan yangmendapatkan rata-rata penilaian terendah adalah kecepatan pelayanan. hal ini perlu dilakukan evaluasi terhadap lamanya waktu pelayanan di setiap unit, apakah terlalu lama dan perlu upaya untuk mempercepat pelayanan, namun tanpa menurunkan kualitas pelayanan. Salah satu alternatif yang bisa dilakukan adalah dengan menetapkan target waktu pelayanan masing-masing unit sehingga bisa dilakukan evaluasi dan pemantauan dengan lebih baik.

Selanjutnya rata-rata penilaian terendah kedua adalah kedisiplinan petugas palayanan, hal ini oleh karena petugas/karyawan Puskesmas lokasi tempat tinggal banyak yang cukup jauh dan padatnya lalulintas jalan raya pada jam sibuk seperti pada pagi hari. Tentunya ini dapat diperbaiki dengan memanajemen waktu masing-masing petugas dalam merencanakan untuk berangkat ke Puskesmas.

Hasil survei ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi Kepala puskesmas beserta semua staf puskesmas, untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat baik dari segi peningkatan kinerja staf puskesmas maupun perbaikan atau peningkatan sarana dan prasarana fisik yang mendukung pelayanan puskesmas.

Tampilan Baru Front Office Puskesmas Sewon I

20140904_113552Sejak Bulan Juni 2014 front office Puskesmas Sewon 1 tampil dengan wajah baru. Perubahan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan para pasien dalam proses pendaftaran pasien rawat jalan  dan mendapatkan layanan informasi dari para petugas puskesmas sewon 1.

Sistem antrian yang digunakan di Puskesmas Sewon 1 juga mengalami perubahan. Dari yang awalnya menggunakan sistem manual kini sudah diterapkan sistem antrian digital seperti yang biasa digunakan di bank dan rumah sakit. Tujuan penggunaan sistem antrian digital ini adalah supaya para pasien tidak perlu lagi berdiri di depan meja pendaftaran untuk mengantri. Pasien hanya cukup memencet tombol pengambilan nomor antrian selanjutnya duduk di ruang tunggu pendaftaran sambil menunggu nomor antriannya dipanggil dan muncul di layar. Jika sudah mendapatkan panggilan pasien diminta untuk menunjukkan nomor antrian dan membayar biaya retribusi lalu menunggu antrian guna mendapatkan pelayanan di poli yang dituju.

Semoga tampilan baru front office Puskesmas Sewon I ini dapat memberikan pelayanan yang lebih baik bagi para pasien rawat jalan di Puskesmas Sewon I.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Setelah Makan Berlebihan

Seseorang biasanya tidak mampu menolak acara jamuan makan malam bersama rekan kerja, yang akhirnya dapat menempatkan Anda pada risiko makan berlebihan. Hadapi masalah ini dengan tenang dan carilah solusi yang tepat agar berat badan Anda tidak bertambah.

Kebanyakan orang akan melakukan beberapa cara ekstrem seperti berolahraga lebih keras atau melewatkan sarapan keesokan harinya, padahal hal ini justru dapat merugikan kesehatan Anda dan tidak membantu mencegah penambahan berat badan.

Seperti dilansir readersdigest, Senin (29/10/2012), hindari 5 kesalahan yang sering dilakukan setelah makan berlebihan berikut ini:

1. Menimbang berat badan
Berat badan dapat berfluktuasi setiap hari, yang dapat bertambah ketika Anda selesai makan atau minum dan dapat berkurang setelah buang air besar. Jadi, jika Anda makan terlalu banyak ketika makan malam, jangan langsung menimbang berat badan keesokan harinya dan menjadikan berat badan yang terukur saat itu sebagai berat badan normal Anda.

Makan makanan asin juga dapat menyebabkan retensi air, sehingga tubuh akan lebih berat jika ditimbang. Hal ini dapat menimbulkan kecemasan berlebihan terhadap penambahan berat badan, sehingga tunggu hingga 48 jam setelah makan berlebihan untuk mengetahui berat badan normal Anda.

2. Melewatkan sarapan
Karena terlalu banyak makan ketika makan malam, seseorang kadang berpikir bahwa dirinya masih cukup kenyang dan melewatkan sarapannya. Hal ini dapat membuat Anda merasa lapar sebelum waktu makan siang tiba, sehingga Anda dapat makan berlebihan lagi ketika makan siang.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang selalu sarapan, memiliki berat badan yang lebih terkontrol dan makan lebih sehat dibandingkan orang yang melewatkan sarapan.

3. Olahraga terlalu keras
Kebanyakan orang berpikir bahwa setelah makan berlebihan, kalori yang berlbih harus segera dibakar agar tidak menumpuk dan menambah berat badan. Tetapi berolahraga terlalu keras dapat meningkatkan risiko cedera.

Olahraga yang ringan seperti jalan cepat telah dapat membantu melancarkan kembali pencernaan dan menenangkan perut akibat makan berlebihan.

4. Mengurangi jam tidur
Dengan tetap terjaga tidak membuat seseorang dapat membakar kalori lebih banyak, tetapi dapat menimbulkan efek sebaliknya. Sebuah studi baru dari Columbia University menemukan bahwa orang lebih cenderung menginginkan makanan cepat saji seperti pizza, kue, dan burger jika jam tidurnya kurang.

Hal ini mungkin terjadi karena otak sangat membutuhkan dorongan energi yang cepat dari makanan cepat saji. Penuhilah waktu tidur malam hingga 8 jam per hari agar metabolisme tubuh dapat bekerja dengan baik dan mencegah kegemukan.

5. Berjanji tidak akan makan makanan tertentu
Salah satu hal buruk yang sering dilakukan setelah makan berlebihan adalah berjanji tidak akan menyentuh makanan yang membuatnya makan berlebihan lagi. Penelitian menunjukkan bahwa cara menurunkan berat badan yang terbaik adalah dengan tahap yang moderat atau sedang.

Jangan membuat keputusan untuk tidak akan makan makanan yang mungkin bernilai gizi tinggi. Setelah makan berlebihan, Anda dapat mengonsumsi lebih banyak buah-buahan segar dan sayuran sebelum kembali menikmati makanan kesukaan Anda, tetapi dalam porsi yang wajar. (sumber: Health.detik.com)