Indahnya Kebersamaan dalam Sewon 1 Gathering

Suasana pagi di Puskesmas Sewon 1 pada hari Sabtu tanggal 20 September 2014 tampak berbeda. Pukul 06.30 karyawan puskesmas sudah tampak ramai berkumpul di halaman belakang puskesmas dengan mengenakan kaos seragam bernuansa hijau tosca. Pagi itu memang sudah di agendakan bahwa seluruh karyawan Puskesmas Sewon I akan mengikuti kegiatan Tim Building di Hotel Puri Asri Magelang Jawa Tengah. Acara ini telah direncanakan sejak lama. Setelah melalui berbagai tahap persiapan, alhamdulilah pada hari sabtu yang lalu kegiatan ini bisa benar-benar di realisasikan.

Rombongan dari Puskesmas Sewon I berangkat ke Magelang pada pukul 07.00 menggunakan Bus pariwisata. Selama perjalanan seluruh karyawan tampak ceria dan bahagia. Beberapa karyawan tak segan untuk tampil bernyanyi karaoke demi menghibur teman-teman yang lain. Selain karaoke, ada pula acara pembagian doorprize yang menambah keseruan suasana selama perjalanan menuju Magelang.

Setelah menempuh waktu perjalanan selama kurang lebih 1,5 jam tibalah rombongan di Hotel Pusri Asri Magelang. Suasana hotel yang sejuk dan asri serta instruktur outbond yang ramah langsung menyambut kedatangan kami. Seluruh karyawan segera di arahkan untuk menuju ke lokasi kegiatan karena acara akan segera dimulai.

Sebelum kegiatan dimulai, dr. Jaka Hardalaksana selaku Kepala Puskesmas Sewon 1 terlebih dulu memberikan sambutan sekaligus menyampaikan tujuan dari diselenggarakannya kegiatan Tim Building kali ini, yaitu dalam rangka :

  1. Peningkatan kapasitas SDM Puskesmas Sewon I
  2. Meningkatkan semangat kerja dan kedisiplinan karyawan
  3. Meningkatkan kebersamaan dan kekompakan sesama karyawan
  4. Memperkuat Tim Kerja Puskesmas Sewon I

Sesudah itu, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Asrori dan kegiatanpun segera dimulai. Sesi pertama adalah kegiatan Ice breaking untuk mencairkan suasana, acara ini cukup seru karena diisi dengan berbagai aktivitas seperti menari, menyanyi dan games-games ringan yang semakin menghangatkan suasana. page

Setelah dirasa cukup, instruktur kemudian membagi karyawan menjadi beberapa kelompok kecil. Masing-masing kelompok diminta membuat nama kelompok dan yel-yel. Ada 4 kelompok yang terbentuk, masing-masing diberi nama Brindil, Little bit, Cowek dan Matoa.

DSC_2494DSC_2497DSC_2500DSC_2504Kegiatan tim building kali ini memang diwujudkan dalam bentuk outbond dimana pelaksanaan kegiatan pembelajaran memang lebih banyak berupa game outdoor. Ada 4 macam game yang harus diikuti oleh semua kelompok yaitu game Helium Stick, Estafet Sumpit, Block Building dan Water Tower. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan teamwork, integritas, konsistensi, sinergi dan komitmen serta pembelajaran tentang Excellent Service.

DSC_2518DSC_2526DSC_2571DSC_2545Setelah semua kelompok selesai melaksanakan kegiatan game outdoor, acara dilanjutkan dengan refleksi dan review yang dipimpin oleh instruktur. Dalam Review disampaikan bahwa kebersamaan tidak hanya merupakan kondisi fisik berkumpulnya orang-orang dengan potensi yang saling melengkapi, namun inti dari kebersamaan lebih terletak pada spirit, atau semangat yang mendasari berkumpulnya potensi yang ada.

DSC_2596Tanpa spirit ini potensi positif dari masing-masing individu yang ada tidak akan termanfaatkan secara maksimal. Beberapa faktor yang membuat kebersamaan berlangsung lebih lama dan lebih efektif serta effisien adalah :

  1. Sinergi

Sinergi bukan hanya kegiatan berkumpul dan penjumlahan dari masing-masing potensi yang ada. Sinergi adalah keuntungan dari kombinasi berkumpulnya dua elemen atau lebih dan performa yang dihasilkan lebih tinggi dari sekedar penjumlahan individu yang didalamnya.

  1. Konsistensi

Untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan memang tidak mudah. Apalagi ketika hal tersebut mulai menemukan kondisi yang tidak ideal. Pada saat tingkat tugas atau pekerjaan masih di tingkat awal, optimisme lebih kuat. Tetapi berbanding terbalik ketika tugas yang dikerjakan menjadi lebih rumit atau lebih beresiko. Konsistensi dan daya tahan mulai menurun seiring dengan beratnya tugas yang dilakukan. Diperlukan komitmen yang kuat sebagai pondasi untuk menopang konsistensi. Dan sering terjadi bahwa “banyak orang yang menyerah meskipun sebenarnya kesuksesan itu ternyata berjarak satu jengkal dari dimana orang itu berhenti”.

  1. Integritas

Melakukan hal yang tepat setiap saat dalam lingkungan baik diawasi maupun tidak, memang terlihat mudah diucapkan. Tetapi tidak mudah untuk dikakukan. Kebanyakan orang tidak menemukan nilai dalam dirinya, sehingga yang dilakukan jadi tidak sejalan dengan apa yang seharusnya. Seringkali kita menemui di luar sana, melakukan pekerjaan dengan setengah hati. Tidak mencintai pekerjaannya. Sehingga akibatnya tidak mempunyai integritas. Melakukan hal-hal yang tidak seharusnya. Maka mulailah dengan hal yang sederhana untuk mencintai pekerjaan, dengan menemukan nilai pribadi apa yang cocok dalam pekerjaan kita. Ketika tidak suka dengan pekerjaannya, maka sukailah orang-orangnya. Bila tidak suka dengan orangnya, maka sukailah tempat dan lingkungannya. Apabila tidak ada yang kita sukai maka segera temukan nilai anda karena seorang CEO sebuah perusahaan terkenal mengatakan bahwa dalam bekerja seharusnya seseorang mempunyai integritas, intelegence dan energy. Bila salah satunya tidak ada, maka dua diantaranya akan membunuhmu. Dan saya yakin bahwa kita adalah orang-orang yang mempunyai integritas yang tinggi.

  1. Pelayanan prima

Seringkali kita kurang suka atau merasa kurang nyaman ketika mendapatkan sesuatu yang tidak sesuai dengan yang kita inginkan terutama dalam bidang layanan jasa. Mungkin ketika kita bergerak dalam bidang yang sama pun pernah melakukan hal yang sama sehingga orang lain yang menerima layanan kita menjadi merasa kurang nyaman. Memang dalam pelayanan jasa, sangat objective sekali pengalaman tiap orang. Tetapi ada salah satu hal yang kita bisa jadikan ukuran, yaitu KEPANTASAN. Apakah sudah pantas dan patut layanan yang saya berikan. Dengan teknik “berganti posisi” yaitu memandang layanan kita dari sudut pandang orang lain dan rasakan apakah sudah cukup atau belum,sudah pantas atau belum . Maka hal tersebut akan membuat kita melakukan layanan prima dengan lebih mudah. Dan akan lebih luar biasa jika kita bisa menyajikan layanan yang lebih dari yang mereka harapkan.

  1. Sikap positif

Ada beberapa hal yang mempengaruhi cara pandang mental kita sehingga berpengaruh pada tingkah laku kita, yaitu :

a)   Saya tidak oke ; Anda tidak oke

Kondisi mental yang demikian membuat orang menjadi pesimis. Memandang diri sendiri tidak pantas dan memandang orang lain dari sisi negatifnya. Sehingga membentuk menjadi sikap yang apatis (masa bodoh) dan tidak peduli dengan keadaan yang ada.

b)  Saya tidak oke ; Anda oke

Sikap mental yang demikian membuat diri kita menjadi rendah diri. Tidak percaya diri, ketika berinterkasi dengan orang lain. Kita terlalu membandingkan dengan orang lain, merasa tidak selalu siap.

c)   Saya oke ; Anda tidak oke

Sikap mental ini membuat diri kita menjadi tinggi hati (sombong) merasa kondisi yang ada kita ada di atas mereka. Keadaan ini membuat kita seenaknya saja untuk berhadapan dengan orang lain.

d)   Saya oke ; Anda oke

Kondisi ini adalah kondisi yang paling ideal. Sikap mental yang positif adalah memandang diri kita dengan baik, dan memandang orang lain dengan baik. Memandang orang lain dan diri sendiri mempunyai potensi positif. Apabila kondisi sikap mental positif ini ada dalam setiap individu, membuat kebersamaan menjadi lebih bertahan lama, efektif dan efisien dan menjaga keseimbangan antara tugas dan hubungan social.

Hal-hal yang disampaikan dalam kegiatan refleksi dan review ini diharapkan bisa memberikan penyadaran dan semakin meningkatkan kapasitas SDM Puskesmas Sewon I dalam rangka memberikan pelayanan prima pada masyarakat. Usai Refleksi dan Review, acara kemudian ditutup dengan tepuk tangan dan saling berjabat tangan antar seluruh karyawan dan instruktur kegiatan tim building.FOTO BERSAMA3

FOTO BERSAMA MERIAHSemoga kegiatan ini bermanfaat dan tujuan dari pelaksanaan kegiatan tim building ini dapat tercapai sesuai harapan.

Kesuksesan seseorang ditentukan bagaimana dia bisa berkomunikasi, karena komunikasi yang baik maka akan menghasilkan networking yang baik sesuai dengan tujuan yang diinginkan – Anthony Robbins

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *