Pelatihan Damkar

Pada tanggal 13 April 2017 dilakukan pelatihan pemadam keakaran, pelatihan tersebut sebagai kewajiban kesiapsiagan bencana kebakaran di Puskesmas Sewon I. Narasumber berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul.

Pada pelatihan tersebut dijelaskan kebakaran adalah bencana yang datangnya dimana dan kapan saja. Perlu adanya kegiatan penanggulanagan yaitu pelatihan. Terlebih lagi,Sewon merupakan daerah rawan. Api adalah rantai kimia, unsur panas dengan bahan bakar, panas bisa timbul dari kimia, listrik, mekanik, nuklir, dan matahari. Penyebab kebakaran yaitu manusia, alam, hewan, nyala  sendiri. Fungsi damkar adalah mengurangi kerugian, tapi pemadam kebakaran pertama adlah orang di sekitar, mematikan api bisa menggunakan karung/selimut, pasir, dan juga (alat Pemadam Api Ringan (APAR). Untuk menanggulangi  api selai menunggu Damkar menuju lokasi ada pembagian 5 orang bertugas dalam pemadam kebakaran Orang 1 menyelematkan jiwa. Orang 2 menyelamatkan dokumen. Orang 3 mematikan istrik. Orang 4 mengamati tidak ada sumber sebab kebakaran. Orang 5 menghubungi pemadam kebakaran

Dalam pelaporan disebutkan nama, lokasi dan nomor telepon yang bisa dihubungi. Nomor telpon BPBD Kabupaten Bantul 0274 368 222

 

 

Pelatihan BHD

Puskesmas Sewon I pada bulan Mei mengadakan Pelatihan BHD dengan Narasumber dari PMI Bantul. Diikuti oleh seluruh karyawan Puskesmas Sewon I.
Adapun tujuan BHD yaitu mencegah berhentinya respirasi atau berhentinya sirkulasi., memberikan bantuan eksternal terhadap sirkulasi dan ventilasi dari pasien yang mengalami henti jantung atau henti nafas melalui resusitasi jantung paru ( RJP ).
Kita diperboleh kan RJP jika tidak terdapat adanya pernafasan dan tidak teraba denyut nadi
a. Cara melakukan tindakan RJP untuk pasien dewasa yaitu:
Jika ada korban tidak sadar (periksa dengan tegur sapa, menepuk bahu, kalau perlu beri rangsang nyeri/ cubit untuk memastikan)
Sekaligus atur posisi korban, telentangkan di atas alas yang keras dan rata dengan cara log roll (menggelindingkan). Hati – hati adanya patah tulang belakang.
Berusaha memberikan pertolongan segera dan minta bantuan (berteriak, dsb) tanpa meninggalkan korban.
Buka jalan nafas
Periksa apakah pasien bernafas atau tidak , raba nafas 3 – 5 detik.
Bila tidak bernafas , berikan nafas dua kali, pelan dan penuh, perhatikan pengembangan dada.
Raba denyut nadi karotis 5 – 10 detik.
Bila karotis tidak teraba, lakukan pijat jantung dari luar 30 kali pada titik tumpu tekan jantung, tekan tulang dada sampai turun 4 – 5 cm ke dalam.
Evaluasi tiap 2 menit, untuk satu penolong setiap akhir siklus ke-5. Yaitu nafas dan denyut nadi. Lengkapi tiap siklus dengan perbandingan 2 kali nafas dibanding 30 pijatan.
b. RJP pada anak
Letakkan pada posisi terlentang di atas alas yang datar.
Tiupkan udara nafas 2 kali (tanpa alat/ dengan alat).
Pijat jantung dengan menggunakan satu tangan dengan bertumpu pada telapak tangan diatas tulang dada, di tengah sternum.
Penekanan tulang dada dilakukan sampai dengan 1/3 posterior anterior 15 pijatan.
c. Pembalutan/Pembidaian
Materi kedua adalah pembalutan
Tujuan dari pembidaian adalah menahan sesuatu sebagai penutup luka, pita tali kulit, bidai, bagian tubuh yang cedera, dan rambut, memberi tekanan, melindungi bagian tubuh yang cedera, penyongkong terhadap bagian tubuh yang cedera., menghindari bagian tubuh agar tidak bergeser dari tempatnya, mencegah terjadi pembengkakan. mencegah terjadinya kontaminasi.
Fungsi dari Pembidaian yaitu Imobilisasi, mengurangi nyeri, mencegah kerusakan jaringan lunak, pembuluh darah & syaraf di sekitarnya.
Setelah pemyampain materi dilakukan praktik langsung dengan para narasumber diikuti semua karyawan.