Semua tulisan dari sewon1

Germas dalam rangka Memperingati Hari Kesehatan Nasional 2017

Dalam memperingati Hari Kesehatan Nasonal yang jatuh pada tanggal 12 November. Puskesmas Sewon I memeriahkan peringatan tersebut dengan kegiatan yang terdiri dari Germas, yaitu makan buah dan sayur, olahraga teratur, dan cek kesehatan berkala. Acara ini diadakan pada tanggal 11 November 2017, dengan rangkaian acara senam Germas bersama lintas sektor. Lirik Germas diubah oleh Claresta Dianita Putri, dan gerakan dicipta oleh Mbak Sunarti, lagu Germas disadur dari lagu shape of You dari Ed Sheeran agar ceria selalu. Acara selanjutnya adalah sambutan dari Kepala Puskesmas Sewon I dr. Jaka Hardalaksana terkait Germas di wilayah kerja Psukesmas, diikuti dengan penyerahan buah secara simbolis kepada wakil Prolanis didampingi dr. Eka selaku pemegang Prolanis Puskesmas Sewon I dan lintas sektor, kemudian pembagian buah untuk para prolanis dan seluruh pasien. Semoga komitmen Germas dapat terlaksana dengan baik agar kesehatan Indonesia meningkat. Salam sehat!

Mampir kesini untuk melihat video kami

https://www.youtube.com/watch?v=dNkNl41b2Uk

Senam bersama
Ikuti gerakan
Keceriaan senam

Kebersamaaan dalam lingkaran

Penyerahan simbolis Kepala Puskemas Sewon I dan Wakil dari Prolanis

 

Rapat Tinjauan Manajemen Semester 2 Tahun 2017

 

Pada hari Kamis, 14 Desember 2017 telah dilaksanakan Rapat Tinjauan Manajemen Untuk Semester 2 Tahun 2017 bertempat di aula Puskesmas Sewon I. Rapat tinjauan manajemen adalah kegiatan pertemuan untuk membahas kegiatan manajemen misalnya umpan balik pelanggan, keluhan pelanggan, hasil audit internal, hasil penilaian kinerja, upaya kegiatan, pelayanan puskesmas dan kebijakan mutu yang dilaksanakan secara periodik. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah sebagai acuan atau pedoman bagi  kepala puskesmas agar perbaikan kinerja terlaksana secara berkesinambungan dan tercermin dalam pengelolaan dan kegiatan puskesmas sesuai standar dan kriteria Akreditasi Puskesmas.

Pada Bulan September 2017 yang lalu, Puskesmas Sewon I telah melaksanakan akreditasi puskesmas dan komitmen untuk tetap menjalankan upaya perbaikan mutu pelayanan puskesmas tetap dilaksanakan oleh seluruh Karyawan Puskesmas Sewon I hingga saat ini. Dalam Rapat Tinjauan manajemen yang dilaksanakan pada semester 2 ini pembahasan difokuskan pada hasil audit internal yang telah dilaksanakan di pelayanan pendaftaran dan Rawat Inap serta membahas masukan dari masyarakat yang masuk melalui kotak saran hingga bulan Desember 2017.

Semoga dengan terlaksananya rapat tinjauan manajemen semester 2 di Puskesmas Sewon I ini dapat meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan di Tahun 2018.

Akreditasi Puskesmas Sewon I

Pada tanggal 7-9 September 2017 telah diadakan Penilaian Akreditasi Puskesmas Sewon I. Waktu ini sangat ditunggu para karyawan karena bisa mengevaluasi diri menjadi lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan masyarakat dan individu. Sesuai dengan motto Puskesmas Sewon I yaitu Mitra Utama Masyarakat Menuju Sewon Sehat, denga misi memberikan pelayanan kesehatan yang merata dan profesional, dan mendorong kemandirian masyarakat untuk menciptakan budaya dan lingkungan yang sehat. Surveyor yaitu H. Amri Majid, SKM, M. Kes selaku Ketua Tim dan Surveyor bidang UKM, dr. Niken Widyah Hastuti, M.Kes selaku Surveyor bidang Admen, dan dr. Della Sarah Destrianda selaku Surveyor bidang UKP. Hari Pertama opening ceremony dari Puskesmas dimulai hymne, mars, dan yel-yel untuk menambah semangat dari karyawan, penyambutan dari dr. Pramudi Darmawan, M. Kes perwakilan dari Dinas Kesehatan Bantul, lalu sambutan dari Kepala Puskesmas Sewon I dan tanggapan dari Ketua Tim, H. Amri Majid, SKM, M.Kes. Agenda hari pertama yaitu pemaparan Profil Puskesmas oleh Kepala Puskesmas dilanjutkan penilaian bidang masing-masing

Pagi para surveyor disambut hangat para karyawan
Para Surveyor datang
Presentasi Puskesmas oleh Kepala Puskesmas Sewon I
Perkenalan Tim Surveyor
Penilaian Admen dr. Niken dan drg. Indriana (Ketua Pokja Admen)
Penilaian UKP dr Della dengan dr. Ahmad Riyanto (Ketua Pokja UKP)
Penilaian Dokumen dengan Ketua Pokja UKm (dr. Endang)
Senja di Parangtritis bersama Para Surveyor yang berasal dari Palembang, Banten, dan Semarang.

Agenda hari 2 cuaca cerah mendukung kami foto bersama dengan para surveyor di depan gedung rawat inap Puskesmas Sewon I. Agenda dilanjutkan yaitu penilaian dokumen masing-masing bidang dan juga observasi lapangan. Ketua Pokja UKP Puskesmas dr Ahmad Riyanto dan tim mendampingi dr. Della berkeliling beberapa Poli, Ketua Pokja Admen dr. Indriana Kusumaningrum beserta tim mendampingi dr. Niken untuk melihat lingkungan Puskesmas, Ketua Pokja UKM Puskesmas dr. Endang Fitriyani beserta tim mengunjungi Posbindu Kepuhan, MI Al Iman Sorogenen, Posyandu Lansia Larasati untuk melihat kegiatan UKM yang sudah berjalan. Agenda siang dilanjutkan penilaian dokumen lagi.

Foto bersama
Berjoget bersama surveyor
Penilaian UKP
Cuci Tangan yang dilaksanakan di MI Sorogenen
Kunjungan di Posyandu Lansia Larasati

Hari adalah hari terakhir kami berkutat denga dokumen kami yang kami paparkan kepada surveyor. Ketegangan runtuh setelah surveyor berjoget bersama mengikuti yel-yel kami yang ceria dan asyik. Agenda dimulai pemaparan hasil penilaian hasil hari sebelumnya. kemudian tanya-jawab kepada para undangan lintas sektor; yang meliputi Muspika Kecamatan, Kepala UPTD, KUA, kepala desa dan dusun, guru UKS sekolah, kader kesehatan dan lain sebagainya. Tanya-jawab surveyor dan lintas sektor untuk mengetahui kerjasama yang telah terjalin anatar Puskesmas dan instansi di lingkungan Puskesmas. Acara terakhir yaitu closing ceremony dan penutup dari Surveyor. Penilaian akreditasi bukanlah akhir tapi adalah awal perjuangan kami, segala kritk dan saran yang kami dapatkan dari surveyor mebuktikan kami masih jauh dari kata sempurna, dan ke depan harus meningkatkan performa dan kinerja sebagai wuujd dedikasi kami kepada surveyor kami yang sebenarnya yaitu masyarakat dan individu yang kami layani.

Tanya-Jawab dengan Lintas Sektor (1)
Tanja-jawab dengan Lintas Sektor (2)
Tanggapan dari guru TK Masyithoh Bibis
Komitmen setelah Akreditasi
Foto bersama para surveyor, perwakilan Dinas Kesehatan Bantul dan seluruh karyawan.

Kegiatan Bulan Juli 2017

Pembinaan dan Pelayanan Posyandu Lansia di Dusun Dadapan
Sabtu, 29 Juli 2017

 

Penyuluhan Kesehatan Jiwa di Dusun Kowen II Sabtu, 29 Juli 2017
Penjaringan di TK Masyithoh Sorogenen Sabtu, 29 Juli 2017
Pembinaan UKS dan Imunisasi Rabu, 26 Juli 2017 Di Aula Puskesmas Sewon I
Kegiatan Posbindu PTM di Dusun Kepuhan Minggu, 23 Juli 2017
Penyuluhan Lansia di Kasongan Permai Sabtu, 22 Juli 2017

Pelatihan Damkar

Pada tanggal 13 April 2017 dilakukan pelatihan pemadam keakaran, pelatihan tersebut sebagai kewajiban kesiapsiagan bencana kebakaran di Puskesmas Sewon I. Narasumber berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul.

Pada pelatihan tersebut dijelaskan kebakaran adalah bencana yang datangnya dimana dan kapan saja. Perlu adanya kegiatan penanggulanagan yaitu pelatihan. Terlebih lagi,Sewon merupakan daerah rawan. Api adalah rantai kimia, unsur panas dengan bahan bakar, panas bisa timbul dari kimia, listrik, mekanik, nuklir, dan matahari. Penyebab kebakaran yaitu manusia, alam, hewan, nyala  sendiri. Fungsi damkar adalah mengurangi kerugian, tapi pemadam kebakaran pertama adlah orang di sekitar, mematikan api bisa menggunakan karung/selimut, pasir, dan juga (alat Pemadam Api Ringan (APAR). Untuk menanggulangi  api selai menunggu Damkar menuju lokasi ada pembagian 5 orang bertugas dalam pemadam kebakaran Orang 1 menyelematkan jiwa. Orang 2 menyelamatkan dokumen. Orang 3 mematikan istrik. Orang 4 mengamati tidak ada sumber sebab kebakaran. Orang 5 menghubungi pemadam kebakaran

Dalam pelaporan disebutkan nama, lokasi dan nomor telepon yang bisa dihubungi. Nomor telpon BPBD Kabupaten Bantul 0274 368 222

 

 

Pelatihan BHD

Puskesmas Sewon I pada bulan Mei mengadakan Pelatihan BHD dengan Narasumber dari PMI Bantul. Diikuti oleh seluruh karyawan Puskesmas Sewon I.
Adapun tujuan BHD yaitu mencegah berhentinya respirasi atau berhentinya sirkulasi., memberikan bantuan eksternal terhadap sirkulasi dan ventilasi dari pasien yang mengalami henti jantung atau henti nafas melalui resusitasi jantung paru ( RJP ).
Kita diperboleh kan RJP jika tidak terdapat adanya pernafasan dan tidak teraba denyut nadi
a. Cara melakukan tindakan RJP untuk pasien dewasa yaitu:
Jika ada korban tidak sadar (periksa dengan tegur sapa, menepuk bahu, kalau perlu beri rangsang nyeri/ cubit untuk memastikan)
Sekaligus atur posisi korban, telentangkan di atas alas yang keras dan rata dengan cara log roll (menggelindingkan). Hati – hati adanya patah tulang belakang.
Berusaha memberikan pertolongan segera dan minta bantuan (berteriak, dsb) tanpa meninggalkan korban.
Buka jalan nafas
Periksa apakah pasien bernafas atau tidak , raba nafas 3 – 5 detik.
Bila tidak bernafas , berikan nafas dua kali, pelan dan penuh, perhatikan pengembangan dada.
Raba denyut nadi karotis 5 – 10 detik.
Bila karotis tidak teraba, lakukan pijat jantung dari luar 30 kali pada titik tumpu tekan jantung, tekan tulang dada sampai turun 4 – 5 cm ke dalam.
Evaluasi tiap 2 menit, untuk satu penolong setiap akhir siklus ke-5. Yaitu nafas dan denyut nadi. Lengkapi tiap siklus dengan perbandingan 2 kali nafas dibanding 30 pijatan.
b. RJP pada anak
Letakkan pada posisi terlentang di atas alas yang datar.
Tiupkan udara nafas 2 kali (tanpa alat/ dengan alat).
Pijat jantung dengan menggunakan satu tangan dengan bertumpu pada telapak tangan diatas tulang dada, di tengah sternum.
Penekanan tulang dada dilakukan sampai dengan 1/3 posterior anterior 15 pijatan.
c. Pembalutan/Pembidaian
Materi kedua adalah pembalutan
Tujuan dari pembidaian adalah menahan sesuatu sebagai penutup luka, pita tali kulit, bidai, bagian tubuh yang cedera, dan rambut, memberi tekanan, melindungi bagian tubuh yang cedera, penyongkong terhadap bagian tubuh yang cedera., menghindari bagian tubuh agar tidak bergeser dari tempatnya, mencegah terjadi pembengkakan. mencegah terjadinya kontaminasi.
Fungsi dari Pembidaian yaitu Imobilisasi, mengurangi nyeri, mencegah kerusakan jaringan lunak, pembuluh darah & syaraf di sekitarnya.
Setelah pemyampain materi dilakukan praktik langsung dengan para narasumber diikuti semua karyawan.

TOSS TB dan GERMAS untuk Brantas dan Bebas (TB)

terapkan germas dan pendekatan keluarga untuk temukan dan obati kasus tb
Sambutan Menkes RI dalam Puncak Peringatan TB Sedunia pada 1 April 2017 di Balai Kota DKI Jakarta

Penyakit Tuberkolosis (TB) yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberkolosis merupakan salah satu 10 besar penyakit yang menyebabkan kematian di dunia. Dalam upaya meningkatkan derajat masyarakat dan menurunkan angka kesakitan, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Ditjen P2P) Kementerian Kesehatan RI menghelat  Puncak Peringatan Hari TB Sedunia Tahun 2017 pada Sabtu, 1 April 2017 di Gedung Balai Kota Provinsi DKI Jakarta sebagai upaya pencegahan dan pemberantasan TB di Indonesia. Tema pada tahun ini yaitu Gerakan Masyarakat Menuju Indonesia Bebas Tuberkulosis. ‘Tema ini sangat relevan dengan Gerakan Temukan Tuberkulosis Obati Sampai Sembuh (TOSS TB) di Keluarga,’ kata Menteri Kesehatan (Menkes) RI Nila Farid Moeloek dalam sambutannya. ‘Dengan tema ini kita berharap agar peringatan Hari TB Sedunia benar-benar akan mendorong, meningkatkan peran serta dan dukungan masyarakat dalam program penanggulangan TB.  Selain itu juga mampu menempatkan TB sebagai masalah bersama,’ tambah Menkes RI.

Gerakan Temukan Tuberkulosis Obati Sampai Sembuh (TOSS TB) di masyarakat merupakan wujud pelayanan Pengendalian TB. Melalui gerakan TOSS TB semua  pasien dapat ditemukan dan diobati sampai sembuh sehingga mereka dapat hidup layak, bekerja dengan baik dan produktif, serta  tidak menjadi sumber  penularan TB  di  masyarakat. Untuk memperkuat Gerakan TOSS TB, saat ini Pemerintah mengalakkan program bersama masyarakat dengan Gerakan Masyarakat  Hidup Sehat atau GERMAS dengan kegiatan utama antara lain (1) Peningkatan aktivitas fisik, (2) Peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat, (3) Penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi, (4) Peningkatan  pencegahan dan deteksi dini penyakit, (5) Peningkatan kualitas lingkungan, (6) Peningkatan edukasi hidup sehat. GERMAS ini didukung penerapannya melalui  Pendekatan Keluarga. Cara tersebut dilaksanakan oleh Puskesmas dengan kunjungan rumah berkala oleh petugas kesehatan, guna (a) melakukan deteksi dini masalah kesehatan, (b) pengobatan segera bagi yang sakit, (c) melakukan upaya promotif-preventif, dan (d) melakukan penanggulangan faktor risiko kesehatan dalam keluarga.  selain dukungan keluarga dibutuhkan dukungan seluruh masyarakat, termasuk dukungan pelayanan kesehatan swasta, diharapkan akan semakin meningkatkan kinerja Pengendalian TB. Hingga kini success rate pengobatan TB di Indonesia mencapai 90%. Artinya, 90%  pasien TB yang diobati di Indonesia berhasil disembuhkan dan rantai penularan TB dapat diputuskan dan diakhiri. Pada acara tersebut, Menkes meluncurkan Aplikasi Wajib Notifikasi TB (WiFi TB) berbasis telepon pintar (smartphone) dan bisa diunduh. Dengan aplikasi ini tenaga kesehatan swasta terutama Dokter Praktik Mandiri dan klinik pratama sangat diharapkan melakukan penemuan dan pengobatan pasien TB sesuai standar dan menyampaikan notifikasinya kepada Dinas Kesehatan setempat.

Sumber: Kementerian Kesehatan RI 2017 dalam depkes.go.id

Pelaksanaan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) Puskesmas Sewon I Tahun 2017

3

Pusat Kesehatan Masyarakat atau Puskesmas adalah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang bertanggungjawab atas kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya pada satu atau bagian wilayah kecamatan. Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat dinyatakan bahwa Puskesmas berfungsi menyelenggarakan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP) tingkat pertama. Agar Puskesmas dapat mengelola upaya kesehatan dengan baik maka puskesmas harus menyusun rencana kegiatan yang tertuang dalam rencana tahunan dan rencana lima tahunan. Perencanaan ini harus disusun dengan mempertimbangkan hasil analisa dari sisi pandang masyarakat yang dilakukan melalui Survey Mawas Diri (SMD).

2

Survei Mawas Diri adalah kegiatan untuk mengenali keadaan dan masalah yang dihadapi masyarakat, serta potensi yang dimiliki masyarakat untuk mengatasi masalah tersebut. Potensi yang dimiliki antara lain ketersediaan sumber daya, serta peluang – peluang yang dapat dimobilisasi. Hal ini penting untuk diidentifikasi oleh masyarakat sendiri, agar selanjutnya masyarakat dapat digerakkan untuk berperan serta aktif memperkuat upaya-upaya perbaikannya, sesuai batas kewenangannya. Kegiatan Survei Mawas Diri di wilayah kerja Puskesmas Sewon I telah dilaksanakan pada bulan Januari 2017 dengan mengambil sampel dari masing-masing posyandu yang ada di Desa Timbulharjo dan Desa Pendowoharjo dengan jumlah total responden sebanyak 258 responden.

4

Hasil Survey Mawas Diri (SMD) yang sudah dilakukan bersama masyarakat ini selanjutnya dibahas bersama dengan perwakilan warga desa dan masyarakat untuk selanjutnya dilakukan kegiatan perumusan dan penentuan prioritas masalah dalam sebuah forum Musyawarah Masyarakat Desa (MMD). Ini merupakan sebuah forum pertemuan perwakilan warga desa untuk membahas hasil Survei Mawas Diri (SMD) dan merencanakan penanggulangan masalah kesehatan yang diperoleh dari hasil SMD. Kegiatan MMD sangat penting untuk dilaksanakan dalam rangka menyusun perencanaan kegiatan puskesmas agar sesuai dengan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat di wilayah kerja.

5

Pada hari Senin tanggal 6 Maret 2017 Puskesmas Sewon I melaksanakan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) bertempat di RM Parangtritis Sewon Bantul dengan jumlah peserta 100 orang yang terdiri dari kader, kepala dusun, kepala Desa, Unsur kecamatan dan lintas sektor terkait serta Kader Germas. Seluruh peserta MMD sangat antusias dalam diskusi kelompok untuk mengidentifikasi masalah serta menetapkan prioritas masalah. Selanjutnya perwakilan warga desa, kader dan tokoh masyarakat ini secara bersama-sama menggali dan memecahkan masalah kesehatan yang ada di wilayahnya sehingga muncul berbagai usulan rencana kegiatan untuk tahun 2018.

7

Bapak Kwintarto, SIP selaku Camat Sewon juga hadir dalam kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) bersama dengan Kapolsek Sewon dan juga Bapak Danramil. Dukungan dari lintas sektor sangat positif dalam rangka penyusunan perencanaan Puskesmas Sewon 1 yang sesuai dengan hasil analisa kebutuhan masyarakat. Di akhir acara, Bapak Camat menyampaikan bahwa pendanaan untuk berbagai macam usulan kegiatan program kesehatan ini diharapkan juga  bisa bersinergi dengan perencanaan anggaran baik di Desa Pendowoharjo dan Desa Timbulharjo sehingga masalah kesehatan tidak hanya menjadi tanggungjawab puskesmas. Desa juga bisa turut berperan terutama untuk mensuport program kesehatan yang urgent dan dibutuhkan masyarakat melalui alokasi Anggaran Dana Desa (ADD).

8

Secara umum kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) tahun 2017 di Puskesmas Sewon 1 telah berjalan dengan lancar dan berbagai macam usulan rencana kegiatan yang berasal dari hasil analisis kebutuhan masyarakat ini akan ditindaklanjuti dan disampaikan pada pertemuan lokakarya mini lintas sektor di Bulan April 2017.

Indahnya Kebersamaan dalam Sewon 1 Gathering

Suasana pagi di Puskesmas Sewon 1 pada hari Sabtu tanggal 20 September 2014 tampak berbeda. Pukul 06.30 karyawan puskesmas sudah tampak ramai berkumpul di halaman belakang puskesmas dengan mengenakan kaos seragam bernuansa hijau tosca. Pagi itu memang sudah di agendakan bahwa seluruh karyawan Puskesmas Sewon I akan mengikuti kegiatan Tim Building di Hotel Puri Asri Magelang Jawa Tengah. Acara ini telah direncanakan sejak lama. Setelah melalui berbagai tahap persiapan, alhamdulilah pada hari sabtu yang lalu kegiatan ini bisa benar-benar di realisasikan.

Rombongan dari Puskesmas Sewon I berangkat ke Magelang pada pukul 07.00 menggunakan Bus pariwisata. Selama perjalanan seluruh karyawan tampak ceria dan bahagia. Beberapa karyawan tak segan untuk tampil bernyanyi karaoke demi menghibur teman-teman yang lain. Selain karaoke, ada pula acara pembagian doorprize yang menambah keseruan suasana selama perjalanan menuju Magelang.

Setelah menempuh waktu perjalanan selama kurang lebih 1,5 jam tibalah rombongan di Hotel Pusri Asri Magelang. Suasana hotel yang sejuk dan asri serta instruktur outbond yang ramah langsung menyambut kedatangan kami. Seluruh karyawan segera di arahkan untuk menuju ke lokasi kegiatan karena acara akan segera dimulai.

Sebelum kegiatan dimulai, dr. Jaka Hardalaksana selaku Kepala Puskesmas Sewon 1 terlebih dulu memberikan sambutan sekaligus menyampaikan tujuan dari diselenggarakannya kegiatan Tim Building kali ini, yaitu dalam rangka :

  1. Peningkatan kapasitas SDM Puskesmas Sewon I
  2. Meningkatkan semangat kerja dan kedisiplinan karyawan
  3. Meningkatkan kebersamaan dan kekompakan sesama karyawan
  4. Memperkuat Tim Kerja Puskesmas Sewon I

Sesudah itu, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Asrori dan kegiatanpun segera dimulai. Sesi pertama adalah kegiatan Ice breaking untuk mencairkan suasana, acara ini cukup seru karena diisi dengan berbagai aktivitas seperti menari, menyanyi dan games-games ringan yang semakin menghangatkan suasana. page

Setelah dirasa cukup, instruktur kemudian membagi karyawan menjadi beberapa kelompok kecil. Masing-masing kelompok diminta membuat nama kelompok dan yel-yel. Ada 4 kelompok yang terbentuk, masing-masing diberi nama Brindil, Little bit, Cowek dan Matoa.

DSC_2494DSC_2497DSC_2500DSC_2504Kegiatan tim building kali ini memang diwujudkan dalam bentuk outbond dimana pelaksanaan kegiatan pembelajaran memang lebih banyak berupa game outdoor. Ada 4 macam game yang harus diikuti oleh semua kelompok yaitu game Helium Stick, Estafet Sumpit, Block Building dan Water Tower. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan teamwork, integritas, konsistensi, sinergi dan komitmen serta pembelajaran tentang Excellent Service.

DSC_2518DSC_2526DSC_2571DSC_2545Setelah semua kelompok selesai melaksanakan kegiatan game outdoor, acara dilanjutkan dengan refleksi dan review yang dipimpin oleh instruktur. Dalam Review disampaikan bahwa kebersamaan tidak hanya merupakan kondisi fisik berkumpulnya orang-orang dengan potensi yang saling melengkapi, namun inti dari kebersamaan lebih terletak pada spirit, atau semangat yang mendasari berkumpulnya potensi yang ada.

DSC_2596Tanpa spirit ini potensi positif dari masing-masing individu yang ada tidak akan termanfaatkan secara maksimal. Beberapa faktor yang membuat kebersamaan berlangsung lebih lama dan lebih efektif serta effisien adalah :

  1. Sinergi

Sinergi bukan hanya kegiatan berkumpul dan penjumlahan dari masing-masing potensi yang ada. Sinergi adalah keuntungan dari kombinasi berkumpulnya dua elemen atau lebih dan performa yang dihasilkan lebih tinggi dari sekedar penjumlahan individu yang didalamnya.

  1. Konsistensi

Untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan memang tidak mudah. Apalagi ketika hal tersebut mulai menemukan kondisi yang tidak ideal. Pada saat tingkat tugas atau pekerjaan masih di tingkat awal, optimisme lebih kuat. Tetapi berbanding terbalik ketika tugas yang dikerjakan menjadi lebih rumit atau lebih beresiko. Konsistensi dan daya tahan mulai menurun seiring dengan beratnya tugas yang dilakukan. Diperlukan komitmen yang kuat sebagai pondasi untuk menopang konsistensi. Dan sering terjadi bahwa “banyak orang yang menyerah meskipun sebenarnya kesuksesan itu ternyata berjarak satu jengkal dari dimana orang itu berhenti”.

  1. Integritas

Melakukan hal yang tepat setiap saat dalam lingkungan baik diawasi maupun tidak, memang terlihat mudah diucapkan. Tetapi tidak mudah untuk dikakukan. Kebanyakan orang tidak menemukan nilai dalam dirinya, sehingga yang dilakukan jadi tidak sejalan dengan apa yang seharusnya. Seringkali kita menemui di luar sana, melakukan pekerjaan dengan setengah hati. Tidak mencintai pekerjaannya. Sehingga akibatnya tidak mempunyai integritas. Melakukan hal-hal yang tidak seharusnya. Maka mulailah dengan hal yang sederhana untuk mencintai pekerjaan, dengan menemukan nilai pribadi apa yang cocok dalam pekerjaan kita. Ketika tidak suka dengan pekerjaannya, maka sukailah orang-orangnya. Bila tidak suka dengan orangnya, maka sukailah tempat dan lingkungannya. Apabila tidak ada yang kita sukai maka segera temukan nilai anda karena seorang CEO sebuah perusahaan terkenal mengatakan bahwa dalam bekerja seharusnya seseorang mempunyai integritas, intelegence dan energy. Bila salah satunya tidak ada, maka dua diantaranya akan membunuhmu. Dan saya yakin bahwa kita adalah orang-orang yang mempunyai integritas yang tinggi.

  1. Pelayanan prima

Seringkali kita kurang suka atau merasa kurang nyaman ketika mendapatkan sesuatu yang tidak sesuai dengan yang kita inginkan terutama dalam bidang layanan jasa. Mungkin ketika kita bergerak dalam bidang yang sama pun pernah melakukan hal yang sama sehingga orang lain yang menerima layanan kita menjadi merasa kurang nyaman. Memang dalam pelayanan jasa, sangat objective sekali pengalaman tiap orang. Tetapi ada salah satu hal yang kita bisa jadikan ukuran, yaitu KEPANTASAN. Apakah sudah pantas dan patut layanan yang saya berikan. Dengan teknik “berganti posisi” yaitu memandang layanan kita dari sudut pandang orang lain dan rasakan apakah sudah cukup atau belum,sudah pantas atau belum . Maka hal tersebut akan membuat kita melakukan layanan prima dengan lebih mudah. Dan akan lebih luar biasa jika kita bisa menyajikan layanan yang lebih dari yang mereka harapkan.

  1. Sikap positif

Ada beberapa hal yang mempengaruhi cara pandang mental kita sehingga berpengaruh pada tingkah laku kita, yaitu :

a)   Saya tidak oke ; Anda tidak oke

Kondisi mental yang demikian membuat orang menjadi pesimis. Memandang diri sendiri tidak pantas dan memandang orang lain dari sisi negatifnya. Sehingga membentuk menjadi sikap yang apatis (masa bodoh) dan tidak peduli dengan keadaan yang ada.

b)  Saya tidak oke ; Anda oke

Sikap mental yang demikian membuat diri kita menjadi rendah diri. Tidak percaya diri, ketika berinterkasi dengan orang lain. Kita terlalu membandingkan dengan orang lain, merasa tidak selalu siap.

c)   Saya oke ; Anda tidak oke

Sikap mental ini membuat diri kita menjadi tinggi hati (sombong) merasa kondisi yang ada kita ada di atas mereka. Keadaan ini membuat kita seenaknya saja untuk berhadapan dengan orang lain.

d)   Saya oke ; Anda oke

Kondisi ini adalah kondisi yang paling ideal. Sikap mental yang positif adalah memandang diri kita dengan baik, dan memandang orang lain dengan baik. Memandang orang lain dan diri sendiri mempunyai potensi positif. Apabila kondisi sikap mental positif ini ada dalam setiap individu, membuat kebersamaan menjadi lebih bertahan lama, efektif dan efisien dan menjaga keseimbangan antara tugas dan hubungan social.

Hal-hal yang disampaikan dalam kegiatan refleksi dan review ini diharapkan bisa memberikan penyadaran dan semakin meningkatkan kapasitas SDM Puskesmas Sewon I dalam rangka memberikan pelayanan prima pada masyarakat. Usai Refleksi dan Review, acara kemudian ditutup dengan tepuk tangan dan saling berjabat tangan antar seluruh karyawan dan instruktur kegiatan tim building.FOTO BERSAMA3

FOTO BERSAMA MERIAHSemoga kegiatan ini bermanfaat dan tujuan dari pelaksanaan kegiatan tim building ini dapat tercapai sesuai harapan.

Kesuksesan seseorang ditentukan bagaimana dia bisa berkomunikasi, karena komunikasi yang baik maka akan menghasilkan networking yang baik sesuai dengan tujuan yang diinginkan – Anthony Robbins