Pelaksanaan Penjaringan Kesehatan Anak Sekolah Tahun 2014

Penjaringan kesehatan merupakan salah satu bentuk dari pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk mendeteksi dini siswa yang memiliki masalah kesehatan agar segera mendapatkan penanganan sedini mungkin. Penjaringan kesehatan dilakukan pada peserta didik kelas 1 SD, kelas 7 SMP/MTs dan Kelas 10 SMA/SMK/MA yang meliputi pemeriksaan kebersihan perorangan (rambut, kulit dan kuku) pemeriksaan status gizi melalui pengukuran antropometri, pemeriksaan ketajaman indera (penglihatan dan pendengaran), pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, pemeriksaan laboratorium untuk anemia dan kecacingan, dan pengukuran kebugaran jasmani. Selain itu pada peserta didik di tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MA juga dilakukan skrining melalui kuisioner mengenai keadaan kesehatan umum, kesehatan mental remaja, intelegensia dan reproduksi melalui self assessment serta bahan edukasi/konseling.

pengukuran tajam penglihatanPelaksanaan penjaringan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Sewon I dilaksanakan pada tanggal 14 Agustus – 30 Agustus 2014 untuk siswa SD dan pada tanggal 1 September – 29 September 2014 pada siswa SMP dan SMA. Adapun jumlah sekolah yang dilakukan penjaringan kesehatan ini meliputi 14 SD, 6 SMP dan 4 SMK. Target capaian penjaringan kesehatan anak sekolah ini ditetapkan sebesar 100%. Kegiatan pemeriksaan kesehatan fisik dan penunjang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Sewon I yang terdiri dari 4-5 orang dalam 1 timnya. Mengingat banyaknya jumlah siswa yang harus diperiksa maka tenaga kesehatan puskesmas sangat membutuhkan bantuan dari guru UKS dan Kader Kesehatan Sekolah sesuai dengan kapasitas/kewenangan masing-masing. Sedangkan untuk pengisian kuesioner diisi oleh peserta didik sendiri termasuk kuesioner kesehatan reproduksi.

DSC05741Skrining kesehatan reproduksi ini bertujuan untuk mendeteksi dini masalah kesehatan reproduksi remaja sehingga dapat dilakukan upaya pencegah terhadap kelainan-kelainan yang dapat mengganggu proses reproduksi mereka. Kuesioner kesehatan reproduksi meliputi berbagai hal terkait kesehatan reproduksi antara lain keluhan pada organ reproduksi dan perkembangan pubertas yang dilihat melalui perkembangan organ seks primer (menstruasi/mimpi basah) dan organ seks sekunder.

Semoga pelaksanaan kegiatan penjaringan kesehatan anak sekolah di wilayah kerja puskesmas Sewon I ini dapat berjalan lancar sehingga dapat diperoleh data yang akurat demi kepentingan terbaik bagi seluruh peserta didik.

Hasil Survey Indeks Kepuasan Masyarakat di Puskesmas Sewon I, Periode : Januari-Juni 2014

Puskesmas merupakan instansi pemerintah yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat diharapkan memiliki kualitas pelayanan yang baik. Kinerja petugas puskesmas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat salah satunya dapat dinilai dengan mengetahui bagaimana kepuasan masyarakat terhadap pelayanan puskesmas. Kualitas pelayanan yang baik dapat dilihat dari terpenuhinya harapan dan keinginan pelanggan dapat terpenuhi.

Pelaksanaan survei terhadap kepuasan pelanggan di Puskesmas Sewon I dilakukan secara berkala untuk mengevaluasi dan meningkatkan kualitas kinerja dari waktu ke waktu. Dari hasil survei ini, diharapkan Puskesmas dapat memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Metode yang digunakan pada survei bulan Juni tahun 2014 ini menggunakan pedoman yang sama dengan survei pada tahun 2013 yaitu pedoman penyusunan indeks kepuasan masyarakat dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara tahun 2004.

Hasil nilai indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan puskesmas adalah 75, 30. Dengan melihat interpretasi nilai pada tabel nilai persepsi, interval IKM, Mutu Pelayanan dan Kinerja Unit Pelayanan maka kinerja pelayanan Puskesmas Sewon I adalah BAIK dengan mutu pelayanan B.

Unsur yang mendapatkan rata-rata penilaian tertinggi adalah unsur Kewajaran Biaya Pelayanan. Hal ini menunjukkan bahwa di Puskesmas Sewon I pelaksanaan pemungutan tarif dan retribusi pelayanan dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku. Tidak ada praktek pungutan-pungutan liar yang tidak sesuai aturan.

Unsur pelayanan yangmendapatkan rata-rata penilaian terendah adalah kecepatan pelayanan. hal ini perlu dilakukan evaluasi terhadap lamanya waktu pelayanan di setiap unit, apakah terlalu lama dan perlu upaya untuk mempercepat pelayanan, namun tanpa menurunkan kualitas pelayanan. Salah satu alternatif yang bisa dilakukan adalah dengan menetapkan target waktu pelayanan masing-masing unit sehingga bisa dilakukan evaluasi dan pemantauan dengan lebih baik.

Selanjutnya rata-rata penilaian terendah kedua adalah kedisiplinan petugas palayanan, hal ini oleh karena petugas/karyawan Puskesmas lokasi tempat tinggal banyak yang cukup jauh dan padatnya lalulintas jalan raya pada jam sibuk seperti pada pagi hari. Tentunya ini dapat diperbaiki dengan memanajemen waktu masing-masing petugas dalam merencanakan untuk berangkat ke Puskesmas.

Hasil survei ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi Kepala puskesmas beserta semua staf puskesmas, untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat baik dari segi peningkatan kinerja staf puskesmas maupun perbaikan atau peningkatan sarana dan prasarana fisik yang mendukung pelayanan puskesmas.

Tampilan Baru Front Office Puskesmas Sewon I

20140904_113552Sejak Bulan Juni 2014 front office Puskesmas Sewon 1 tampil dengan wajah baru. Perubahan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan para pasien dalam proses pendaftaran pasien rawat jalan  dan mendapatkan layanan informasi dari para petugas puskesmas sewon 1.

Sistem antrian yang digunakan di Puskesmas Sewon 1 juga mengalami perubahan. Dari yang awalnya menggunakan sistem manual kini sudah diterapkan sistem antrian digital seperti yang biasa digunakan di bank dan rumah sakit. Tujuan penggunaan sistem antrian digital ini adalah supaya para pasien tidak perlu lagi berdiri di depan meja pendaftaran untuk mengantri. Pasien hanya cukup memencet tombol pengambilan nomor antrian selanjutnya duduk di ruang tunggu pendaftaran sambil menunggu nomor antriannya dipanggil dan muncul di layar. Jika sudah mendapatkan panggilan pasien diminta untuk menunjukkan nomor antrian dan membayar biaya retribusi lalu menunggu antrian guna mendapatkan pelayanan di poli yang dituju.

Semoga tampilan baru front office Puskesmas Sewon I ini dapat memberikan pelayanan yang lebih baik bagi para pasien rawat jalan di Puskesmas Sewon I.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Setelah Makan Berlebihan

Seseorang biasanya tidak mampu menolak acara jamuan makan malam bersama rekan kerja, yang akhirnya dapat menempatkan Anda pada risiko makan berlebihan. Hadapi masalah ini dengan tenang dan carilah solusi yang tepat agar berat badan Anda tidak bertambah.

Kebanyakan orang akan melakukan beberapa cara ekstrem seperti berolahraga lebih keras atau melewatkan sarapan keesokan harinya, padahal hal ini justru dapat merugikan kesehatan Anda dan tidak membantu mencegah penambahan berat badan.

Seperti dilansir readersdigest, Senin (29/10/2012), hindari 5 kesalahan yang sering dilakukan setelah makan berlebihan berikut ini:

1. Menimbang berat badan
Berat badan dapat berfluktuasi setiap hari, yang dapat bertambah ketika Anda selesai makan atau minum dan dapat berkurang setelah buang air besar. Jadi, jika Anda makan terlalu banyak ketika makan malam, jangan langsung menimbang berat badan keesokan harinya dan menjadikan berat badan yang terukur saat itu sebagai berat badan normal Anda.

Makan makanan asin juga dapat menyebabkan retensi air, sehingga tubuh akan lebih berat jika ditimbang. Hal ini dapat menimbulkan kecemasan berlebihan terhadap penambahan berat badan, sehingga tunggu hingga 48 jam setelah makan berlebihan untuk mengetahui berat badan normal Anda.

2. Melewatkan sarapan
Karena terlalu banyak makan ketika makan malam, seseorang kadang berpikir bahwa dirinya masih cukup kenyang dan melewatkan sarapannya. Hal ini dapat membuat Anda merasa lapar sebelum waktu makan siang tiba, sehingga Anda dapat makan berlebihan lagi ketika makan siang.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang selalu sarapan, memiliki berat badan yang lebih terkontrol dan makan lebih sehat dibandingkan orang yang melewatkan sarapan.

3. Olahraga terlalu keras
Kebanyakan orang berpikir bahwa setelah makan berlebihan, kalori yang berlbih harus segera dibakar agar tidak menumpuk dan menambah berat badan. Tetapi berolahraga terlalu keras dapat meningkatkan risiko cedera.

Olahraga yang ringan seperti jalan cepat telah dapat membantu melancarkan kembali pencernaan dan menenangkan perut akibat makan berlebihan.

4. Mengurangi jam tidur
Dengan tetap terjaga tidak membuat seseorang dapat membakar kalori lebih banyak, tetapi dapat menimbulkan efek sebaliknya. Sebuah studi baru dari Columbia University menemukan bahwa orang lebih cenderung menginginkan makanan cepat saji seperti pizza, kue, dan burger jika jam tidurnya kurang.

Hal ini mungkin terjadi karena otak sangat membutuhkan dorongan energi yang cepat dari makanan cepat saji. Penuhilah waktu tidur malam hingga 8 jam per hari agar metabolisme tubuh dapat bekerja dengan baik dan mencegah kegemukan.

5. Berjanji tidak akan makan makanan tertentu
Salah satu hal buruk yang sering dilakukan setelah makan berlebihan adalah berjanji tidak akan menyentuh makanan yang membuatnya makan berlebihan lagi. Penelitian menunjukkan bahwa cara menurunkan berat badan yang terbaik adalah dengan tahap yang moderat atau sedang.

Jangan membuat keputusan untuk tidak akan makan makanan yang mungkin bernilai gizi tinggi. Setelah makan berlebihan, Anda dapat mengonsumsi lebih banyak buah-buahan segar dan sayuran sebelum kembali menikmati makanan kesukaan Anda, tetapi dalam porsi yang wajar. (sumber: Health.detik.com)