HUBUNGAN SANITASI DEPOT AIR MINUM DENGAN KUALITAS AIR MINUM YANG DIHASILKAN

Bantul, Kesehatan Lingkungan – Jumat (31/3) Tenaga Kesehatan Lingkungan Puskesmas Sewon II mengadakan Inspeksi Kesehatan Lingkungan Depot Air Minum (DAM) yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sewon II. Inspeksi DAM dilakukan oleh Nunuk Endang Pujiati, AMKL pada tahun 2016 sebanyak 20 DAM. Inspeksi DAM ditindak lanjuti dengan pemeriksaan kualitas air minum dari DAM. Menurut Permenkes Nomor 13 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Lingkungan kegiatan yang salah satunya dilakukan dalam bentuk inspeksi. Selain itu air minum juga harus memenuhi Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492/Menkes/Per/IV/2010, dimana air minum harus memenuhi persyaratan tingkat kontaminasi nol/100 ml sampel untuk keberadaan bakteri E.coli. selain itu persyaratan air minum dalam kemasan diatur sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) nomor SNI-01-3553-2006 dimana air minum selain harus memenuhi  persyaratan mikrobiogis yaitu bebas dari bakteri patogen. Hiegine sanitasi adalah upaya kesehatan untuk mengurangi atau menghilangkan faktor – faktor yang menyebabkan terjadinya pencemaran terhadap air minum dan sarana yang digunakan untuk proses pengolahan, penyimpanan dan pembagian air minum.

Hasil dari inspeksi kesehatan lingkungan DAM dengan kualitas air parameter mikrobiologi di 20 DAM yang terdapat di wilayah kerja Puskesmas Sewon II adalah

    Kualitas Parameter Mikrobiologi
Memenuhi Syarat Tidak Memenuhi Syarat
Hasil IS Memenuhi Syarat 15 2
Tidak Memenuhi Syarat 1 2

 

Dapat diketahui dari table di atas hasil inspeksi yang tidak memenuhi syarat dan kualitas parameter mikrobiologi tidak memenuhi syarat sebanyak 2 damiu. Berdasarkan hasil pemeriksaan kualitas air direkomendasikan untuk melakukan upaya perbaikan kualitas yang meliputi hygiene sanitasi peralatan, personil dan lingkungan sekitar tempat produksi, pembersihan dan sterilisasi gallon, lamanya pemberian sinar UV, waktu (lamanya) pencucian galon. Selain itu pengelola sebaiknya menggunakan air sumber dari mata air supaya beban filter instalasi tidak berat. Kondisi hygiene karyawan DAM masih perlu perhatian yaitu kebiasaan tidak mencuci tangan sebelum melaksanakan pekerjaan, tidak memeriksakan kesehatannya secara rutin setiap 6 bulan sekali dan tidak memakai pakaian khusus kerja. Kondisi sanitasi bangunan dan alat pengolahan pengeolahan DAM secara umum baik, namun yang perlu diperhatikan adalah keberadaan fasilitas sanitasi seperti tempat cuci tangan berikut perlengkapannya, dimana seluruh DAM tidak menyediakan.

Upaya yang dapat dilakukan oleh masyarakat/ pembeli air DAM

  1. harus memperhatikan hasil pemeriksaan sampel air minum yang biasanya di tempel di dinding atau di kaca instalasi pengisian.
  2. Apabila hasil pemeriksaan sampel sudah melewati masa berlaku, maka dimohon konsumen untuk mengingatkan kepada pengelola DAM memeriksakan kualitas air kembali ke Laboratorium Dinas Kesehatan Bantul lewat petugas puskesmas.

UPAYA WUJUDKAN CABEYAN SEBAGAI KAWASAN SEHAT BEBAS ASAP ROKOK

Dusun Cabeyan , salah satu dusun di wilayah Desa Panggungharjo , dusun yang disiapkan untuk contoh dusun sehat tahun 2017 , menjadi salah satu dusun intervensi untuk mengenalkan bahaya merokok .

Kegiatan yang dipromotori oleh Petugas promkes puskesmas Sewon II Agus Ruhari , SKM dan menghadirkan Kasie Promkes Dinkes Bantul dan konselor berhenti merokok Puskesmas Nunuk Endang Pujiati , AMKL ini dilakukan terutama kepada tokoh masyarakat di wilayah Dusun Cabeyan .

Materi yang disampaikan diantaranya

  1. Kebijakan tentang rokok mulai dari UU, Peraturan Gubernur dan peraturan Bupati Bantul
  2. Bahaya merokok bagi perokok dan perokok pasif

Kesepakatan yang dihasilkan :

Kesepakatan untuk melakukan deklarasi dan komitmen bersama untuk menghoramti hak sehat bagi semua orang dengan cara tidak merokok di dalam rumah , kegiatan deklarasi direncanakan akan dilakukan tgl 23 April 2017 .

Kami tak membatasi hak merokok anda , tapi tolong hargai hak kami atas udara sehat tanpa asap rokok

KENALKAN MAKANAN SEHAT SEJAK DINI

Tak ada anak anak yang tak suka jajan . Hal yang wajar ini kemudian ditangkap oleh Sanitarian Puskesmas Sewon II sebagai suatu hal yang harus diwaspadai , karena makanan adalah salah satu factor terpenting kesehatan anak .

Mendengarkan penyuluhan pasti menjadikan hal yang sangat tidak menarik bagi anak anak . Untuk itu dalam upaya mengenalkan makanan yang sehat , tanda makanan berbahaya , akibat buruk yang timbul karena mengkonsumsi makanan yang tidak baik dilakukan dengan cara bermain dan belajar . Dengan menggunakan media permainan ular tangga ,anak anak diajak untuk lebih selektif memilih makanan .

Kegiatan ini dilakukan oleh sanitarian Nunuk Endang Pujiati bekerja sama dengan RBG Rumah Zakat dan Karima , anak anak suka karena diajak bermain dan yang lebih penting adalah bahwa pesan kesehatan tentang makanan sampai ke anak . Didukung dari dana BOK tahun 2016 kegiatan Implementasi Hygiene Sanitasi Pangan untuk anak sekolah ini bias terlaksana di semua SD ( 17 SD ) di wilayah Puskesmas Sewon II

Boleh jajan tapi harus jadi konsumen yang cerdik , perhatikan :

  1. Komposisi makanan
  2. Ijin makanan minuman
  3. Tanggal kadaluwarsa
  4. Kemasan makanan

REFRESHING KADER JUMANTIK RT UNTUK REVITALISASI FUNGSI DAN PERAN JUMANTIK RT

Image

Data penderita Demam Berdarah di wilayah Puskesmas Sewon II yang tak kunjung turun dan malah cenderung meningkat tajam di tahun 2016 , memaksa upaya ekstra untuk pencegahan dan pengendalian . Telah banyak usaha yang dilakukan pada tahun 2016 dan ternyata belumj memberikan hasil yang signifikan .Kegiatan monitoring PSN sebulan sekali bersama tim Pokjanal DBD tingkat Kecamatan , Langkah cepat Penyelidikan epidemiologi , Pemberdayaan masyarakat di wilayah yang terjadi KLB , Memaksimalkan kerjasama lintas sector ,dan Fogging focus sudah dilakukan . Tapi tampaknya kegiatan tersebut belum mampu mendongkrak angka bebas jentik apalagi menurunkan kasus DBD .

Untuk mengawali kegiatan pencegahan dan penanggulangan DBD di wilayah Puskesmas Sewon II di tahun 2017 beberapa alternative kegiatan sudah disusun dan direncanakan oleh petugas P2DBD Nunuk Endang Pujiati yang tentu saja melibatkan lintas program , lintas sector , Desa , dan PKK  serta lembaga swadaya masyarakat yang ada .

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan pelatihan ulang kader Jumantik RT yang ada di 31 dusun di wilayah Puskesmas Sewon II , dengan berkeliling dan bertemu langsung dengan para jumantik RT .

Kegiatan yang dilakukan Nunuk Endang Pujiati didampingi Pak Sunarno , Sag ( untuk desa Panggungharjo ) dan Ibu Widi Sukarsih ( Desa Bangunharjo ) meliputi :

  1. Evaluasi kegiatan jumantik selama melakukan kegiatan pemantauan
  2. Penyegaran kembali pengetahuan dan ketrampilan tentang DBD
  3. Menyusun kesepakatan bersama untuk kembali rutin melakukan pemantauan jentik di masing masing RT

Dari hasil kegiatan ini diharapkan kegiatan pemantauan dapat kembali berjalan rutin di masing masing RT , ketepatan laporan dan pelaksanaan pemantauan menjadi salah satu hal yang dinilai dalam pemberian reward DB4MK yang dananya sudah disiapkan oleh Pemerintah Desa Panggungharjo dan Bangunharjo .

DBD bisa kita cegah , jangan membuat lingkungan menjadi istana yang menyenangkan bagi nyamuk , jangan menjadikan jentik sebagai piaraan .

DEKLARASI DUSUN STBM DAN DEKLARASI MEMBATASI PEMAKAIAN PLASTIK DI WILAYAH SOROWAJAN PANGGUNGHARJO SEWON BANTUL

Pembangunan kesehatan yang mengedepankan peran serta masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan akan berdampak sangat baik terhadap keberlangsungan program . Program sanitasi total berbasis masyarakat ( STBM ) yang berporos pada kegiatan pemberdayaan masyarakat , meniadakan subsidi , mengoptimalkan peran lintas sector dan lembaga lain , membuat program ini diharapkan bias berjalan berkelanjutan dan berkesinambungan .

Kegiatan STBM yang berorientasi pada akses sanitasi dan perilaku masyarakat agar hidup sehat  terdiri dari 5 pilar utama yaitu :

  1. Stop buang air besar sembarangan ( Stop BABS )
  2. Cuci tangan pakai sabun ( CTPS )
  3. Pengolahan air minum dan makanan rumah tangga
  4. Pengolahan limbah cair rumah tangga
  5. Pengolahan limbah padat ( Sampah ) rumah tangga

Di dusun Sorowajan Desa Panggungharjo kegiatan untuk melaksanakan 5 pilar STBM telah dimulai sejak tahun 2013. Kegiatan pertama dilakukan oleh Puskesmas Sewon II yang dipelopori oleh Sanitarian Puskesmas Sewon II melakukan kegiatan pemicuan kepada masyarakat untuk stop buang air besar sembarangan . Kegiatan pendampingan dan pemantauan terus dilaksanakan , akhirnya pada tahun 2014 mereka menyatakan Stop BABS dan setelah diverifikasi deklarasi pun dilaksanakan untuk pilar pertama.

Kegiatan pemicuan berlanjut ke pilar lain yang dilakukan oleh sanitarian Puskesmas Sewon II , sedikit demi sedikit pilar lain tertata dan pada th 2016 setelah diverifikasi Sorowajan pun siap deklarasi 5 pilar STBM .

Melihat potensi besarnya peran serta masyarakat di Sorowajan lalu sanitarian pun mencoba  untuk mengenalkan progam Indonesia Bebas Plastik th 2020 , program pun bersambut mereka pun antusias mendukung program pemerintah untuk mencoba membatasi penggunaan plastic dalam kegidupan sehari hari . Gerakan ini dinamai BATIK GO GREEN ( Membatasi plastic untuk menyelamatkan bumi ).

Selain itu ,di Sorowajan banyak juga ditemukan tanaman sirih yang ditanam oleh masyarakat , oleh sanitarian Puskesmas Sewon II hal ini kemudian ditangkap untuk dikembangkan menjadi bahan cuci tangan menggantikan sabun , beberapa lembar sirih direbus dan dijadikan cairan pencuci tangan . Selain memaksimalkan potensi yang ada , hal ini juga sebagai bentuk inovasi yang mungkin bermakna dan perlu dikembangkan di masa mendatang , untuk membuktikan efektifitas dan daya bunuh cairan daun sirih terhadap kuman di tangan . untuk itu sanitarian puskesmas Sewon II sudah mencoba membuka kerjasama dengan Poltekes kemenkes jurusan Kesehatan Lingkungan untuk meneliti hal tersebut .

Kegiatan deklarasi melaksanakan 5 Pilar STBM  dan deklarasi Batik Go green dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 19 Maret 2016 jam 06.00 sampai 10.30 WIB di halaman rumah Dukuh Sorowajan Desa Panggungharjo Sewon. Kegiatan ini antara lain:

  1. Jalan sehat bersama semua warga
  2. Penandatanganan komitmen melaksanakan 5 Pilar STBM dan deklarasi Batik Go Green oleh semua warga
  3. Cuci tangan pakai sabun sirih bersama
  4. Pernyataan deklarasi 5 Pilar STBM yang dipimpin oleh Kadus Sorowajan dan  Deklarasi Batik Go green oleh Ketua Kader Sehat Sorowajan
  5. Penandatanganan deklarasi oleh perwakilan warga dan diketahui oleh pejabat pejabat terkait ( Camat sewon , Kades Panggungharjo , Kadinkes Bantul , Ketua HAKLI DIY , Direktur Bank Sampah , RBG Rumah Zakat )
  6. Pembagian door prize