Sosialisasi dan Penyuluhan ABAT, Pengetahuan Meningkat, Sikap Positif Mengikuti

Sosialisasi dan Penyuluhan ABAT, Pengetahuan Meningkat, Sikap Positif Mengikuti

Bulan Agustus tahun ini adalah waktu penyelenggaraan Sosialisasi dan Penyuluhan ABAT bagi fasilitas pendidikan di Sewon II. Pada tanggal 15 Agustus dilaksanakan Sosialisasi dan Penyuluhan ABAT di SMK Pelita Buana, sedangkan tanggal 16 Agustus dilaksanakan di SMA Muhammadiyah Sewon. Antusiasme sangat nampak dari peserta, hal ini terlihat dari kehadiran. Untuk SMK Pelita Buana yang awalnya direncanakan 40 siswa, ketika pelaksanaan dihadiri sekitar 60 siswa. Sedangkan di SMA Muhammadiyah Sewon, rencana awalnya 40 siswa, lalu dihadiri sekitar 52 siswa.

Acara diawali dengan pretest (test awal) untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa/ peserta sebelum diberikan materi penyuluhan ABAT. Setelah itu, penyampaian materi dari narasumber : Agus Ruhari, SKM dan Izzuddien Sobri, S.Tr.Gz (keduanya merupakan petugas Promosi Kesehatan Puskesmas Sewon II).

Penyampaian Materi

1. Masa Remaja

Masa remaja adalah masa antara anak-anak menuju ke masa dewasa. Masa ini bukanlah artinya remaja bukan lagi anak-anak dan belum mencapai waktu dewasa. Usia ini antara 11-20 tahun. Ada banyak hal yang bisa dilakukan dalam masa ini. Sebagain besar dilakukan dalam hal positif dengan olahraga, belajar mencapai prestasi akademik dan prestasi nonakademik. Tetapi pada masa ini banyak yang terlena dengan melakukan hal negatif.

2. Bahaya Pornografi

Masa remaja dipenuhi dengan keingintahuan dan keinginan untuk mencoba hal baru. Salah satunya adalah pornografi, yang merupakan bahaya laten. Pornografi dapat menjadi candu. Hal ini dimulai dari pertama kali seseorang melihat yang mengarah ke pornografi. Pertama, orang tersebut merasa jijik, hal ini terjadi karena mengaktifkan hormon dopamin di bagian otak. Dopamin tersebut merupakan hormon yang membuat merasa senang, tenang, menuju ke Pre Frontal Cortex (PFC, bagian otak yang hanya dimiliki oleh manusia). Lama kelamaan orang tersebut akan meminta lagi, untuk merasa senang. Hal ini bila berlanjut dapat menyebabkan ketagihan dan menjadikan orang tersebut menjadi pelanggan pornografi seumur hidup. Kerusakan otak akibat NAPZA adalah 3 bagian, sedangkan kerusakan otak akibat pornografi adalah 5 bagian.

3. HIV

Seringnya menonton pornografi dapat merangsang keinginan untuk melakukannya. Apabila hal tersebut terjadi, maka dapat meningkatkan risiko terjadinya sex bebas (free sex), sex tanpa kondom, dan perilaku menyimpang seksual lainnya. Perilaku ini dapat menyebabkan terjadinya penularan HIV/ AIDS. HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Viruz, yang dapat menularkan penyakit Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). Penularan HIV dapat terjadi dengan 2 cara utama; kontak darah dengan penderita HIV (melalui transfusi darah, jarum suntik, perlukaan darah penderita masuk ke tubuh nonpenderita) dan cairan kelamin (hubungan sex, perilaku sex menyimpang, perlukaan saat hubungan sex dengan penderita).

4. NAPZA

NAPZA adalah singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat adiktif lainnya. NAPZA adalah bahan / zat yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan / psikologi seseorang (pikiran, perasaan dan perilaku) serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan psikologi. Narkotika menurut UU RI No 22 / 1997, Narkotika, yaitu zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. Psikotropika yaitu zat atau obat, baik alami maupun sintesis bukan narkotik yang berkhasia psikoaktif melalui pengaryh selektif pada susunan saraf dan menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku

5. Bahaya Rokok

Rokok merupakan salah satu golongan barang yang mengandung zat adiktif, sehingga rokok dapat menyebabkan ketergantungan (adiksi). Zat adiktif terbanyak di rokok adalah dari nikotin, sedangkan zat lain yang dominan adalah dari tar, dan karbon monoksida. Zat tar dan karbon monoksida yang banyak digunakan di perindustrian dengan fungsi sebagai bahan baku textil. Kedua zat ini memiliki efek negatif merusak tubuh, sehingga semakin banyak frekuensi mengonsumsinya, maka semakin tinggi tingkat kerusakan tubuh diakibatkan oleh rokok. Di dalam rokok juga tertulis “Merokok Membunuhmu” dan atau “Merokok dapat menyebabkan kanker, impoten, gangguan janin dan kematian” hal itu adalah dampak buruk dari rokok.

Setelah Materi disampaikan oleh narasumber, peserta diwajibkan untuk mengerjakan soal posttest, sebagai bahan evaluasi pengetahuan pasca kegiatan penyuluhan ABAT.

Penyuluhan dan sosialisasi ABAT ditutup dengan berdoa bersama dan pesan untuk menghindari rokok, pornografi, NAPZA dan sex bebas. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan generasi muda tentang bahaya pornografi, rokok, NAPZA dan HIV.

Minggu kedua di bulan Agustus ini, kegiatan difokuskan pada pelajar Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruhan. Agenda selanjutnya di Sekolah Menengah Pertama/ sederajat akan dilaksanakan di akhir bulan Agustus, berbarengan dengan kegiatan imunisasi MR. Sekolah yang masuk menjadi sampel sasaran adalah SMP N 2 Sewon dan MTS N Gondowulung.

Semoga dengan kegiatan ini, masyarakat semakin cerdas dan bijak dalam bertindak. Save Our Following Generation Start from Our Generation. (Sobri)