Kader Bergerak, Masyarakat Bergerak, Pemberdayaan Kesehatan Serentak

Kader Bergerak, Masyarakat Bergerak, Pemberdayaan Kesehatan Serentak

 

Sewon (30/9). Pembinaan kader posyandu di Desa Bangunharjo telah berhasil dilaksanakan melalui pertemuan kader bulanan. Kegiatan yang sedianya dilaksanakan tiap bulan ini telah dilaksanakan pada hari Jumat (29/9). Pembinaan ini dibuka dengan doa dan menyanyikan Mars Hidup Sehat. Ada hal menarik saat menyanyikan Mars Hidup Sehat, yaitu yang bertindak sebagai dirigen adalah Kepala Puskesmas Sewon II. Nampak bahwa kader sangat bersemangat dalam menyanyikan Mars Hidup Sehat. Sambutan pertama disampaikan oleh ibu Lurah Bangunharjo, sekaligus ketua Penggerak PKK Desa. Dalam sambutannya, ibu Lurah menyampaikan terimakasih atas kerjasama yang sangat baik di bidang kesehatan khususnya. Masyarakat perlu waspada dan tanggap dengan masalah kesehatan yang terjadi, dan dengan peran Puskesmas Sewon II sebagai fasilitator pemberdayaan bidang kesehatan.

Sambutan kedua disampaikan oleh Kepala Urusan Pelayanan Desa Bangunharjo, yang terus meminta kerjasama baik dari kader dan Puskesmas Sewon II untuk terus membangun Desa Bangunharjo yang sehat dan sejahtera. Hal ini agar tercapainya tujuan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Sambutan ketiga disampaikan oleh Kepala Puskesmas Sewon II, Hadi Pranoto, SKM.MPH. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan terimakasih atas bantuan dan kerjasama dari kader dan pemerintah Desa Bangunharjo yang selama ini selalu membantu program Puskesmas dan bekerjasama dalam membangun Desa yang lebih sehat. Disampaikan juga tentang gambaran kegiatan akreditasi yang telah selesai dilaksanakan pada tanggal 14 sampai dengan 16 September 2017. Dalam kesempatan ini, disampaikan juga mengenai masalah Puskesmas Sewon II yang dalam kegiatan pelayanan masih terganggu karena lahan yang kurang. Beberapa ruangan yang seharusnya ada (sesuai Permenkes No 75 tahun 2014) belum sepenuhnya ada, hal ini dikarenakan lahan yang ada belum mencukupi. Ruangan tersebut adalah; Ruang KIA (saat ini menempati rumah dinas), ruang sterilisasi alat, ruang MTBS, Ruang Promkes, Ruang Tunggu Sehat dan Ruang Tunggu Sakit yang kurang representative. Masalah ini baiknya diminta untuk segera mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Desa, melalui ibu Lurah, dan kepala urusan pelayanan untuk membahas di tingkat Desa, karena dana untuk pembangunan sudah ada dan disediakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, sedangkan masalah yang terjadi adalah masalah pembebasan tanah di sebelah timur Puskesmas Sewon II. Sebagai penutup, beliau menambahkan bahwa kinerja Puskesmas tentu belum dapat mencapai level sempurna, maka dari itu, Puskesmas meminta apabila ada saran dan kritikan dapat dikomunikasikan kepada Puskesmas langsung. Sehingga diharapkan kebutuhan masyarakat dapat tersalurkan dan terfasilitasi khususnya pada bidang pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh Puskesmas.

Setelah sambutan selesai, dilanjutkan dengan penyampaian materi pembinaan dari sanitarian Puskesmas Sewon II, Nunuk Endang P, AMKL. Materi tersebut berisi tentang Evaluasi kegiatan yang telah terlampaui. Terdapat juga kegiatan yang belum dapat terlaksana sesuai agenda, yaitu kegiatan outbond kader kesehatan, karena anggaran yang belum cair. Di samping itu, sanitarian juga menyampaikan tentang Reward Dusun di DB4MK, bahwasanya indicator penerima reward tidak akan mutlak seperti yang ada di dalam panduan untuk lebih meningkatkan daya saing antar dusun. Sebagai rencana tindak lanjut, pada pertemuan bulan Oktober, akan difokuskan pemberian materi tentang Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM), sebagai sosialisasi awal di tingkat kader Desa Bangunharjo, sehingga diharapkan beberapa dusun akan segera mengajukan pelatihan untuk selanjutnya dapat membentuk posbindu di masing-masing dusun.

Materi kedua disampaikan oleh bidan Desa Bangunharjo, Hartini Amd.Keb. Materi yang disampaikan adalah tentang review indicator DB4MK, terutama di situ banyak tentang masalah kehamilan dan kesehatan ibu dan anak. Diharapkan posyandu menjadi wadah bagi ibu hamil dalam memperiksakan dirinya, sekaligus menjadi tempat skrining awal masalah maternal.

Materi ketiga disampaikan oleh petugas promosi kesehatan (promkes) Izzuddien Sobri, S.Tr.Gz. Materi yang disampaikan adalah hasil survei Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di wilayah Puskesmas Sewon II yang sudah meningkat dibanding tahun lalu. Tahun 2017 ini capaian PHBS adalah 52.1%. Tetapi masih terdapat 3 masalah utama yang menyebabkan capaian PHBS rendah; 1. Aktivitas fisik, 2. Merokok di dalam rumah, 3. ASI Eksklusif. Aktivitas fisik menjadi indicator yang paling rendag capaiannya, karena memang dari segi indicator ini sangat tinggi standarnya, yaitu setiap anggota keluarga harus aktivitas fisik minimal 1 jam setiap hari. Kebiasaan merokok di dalam rumah juga masih tinggi, karena sikap dan kesadaran masyarakat yang masih rendah. Sedangkan untuk ASI Eksklusif, belum banyak terpantau dalam database Puskesmas.

Disamping menyampaikan capaian PHBS, petugas Promkes juga menyampaikan tentang social media sebagai sarana publikasi kegiatan di Puskesmas Sewon II sudah mulai aktif. Beberapa social media tersebut adalah; Facebook, yang dapat dengan nama : Puskesmas Sewon II (https://www.facebook.com/puskesmas.sewonii.3), sedangkan untuk halaman resmi di Facebook dengan nama: Puskesmas Sewon II (https://www.facebook.com/Puskesmas-Sewon-II-116466625713971/?ref=aymt_homepage_panel) yang dapat diakses oleh masyarakat. Sedangkan akun instagram dapat dicari pada ID: @sewon2promkes (https://www.instagram.com/sewon2promkes/) Sedangkan web Puskesmas Sewon II (https://puskesmas.bantulkab.go.id/sewon2/) masih selalu diupdate dan memohon bantuan masyarakat bila ada kegiatan yang ingin untuk dishare atau dipublikasikan.

Tambahan lain disampaikan oleh Agus Ruhari SKM menambahkan tentang penilaian strata posyandu yang akan dilakukan pada akhir tahun ini. Dalam kesempatan pertemuan ini juga, dibagikan poster untuk masing-masing posyandu. Poster ini adalah salah satu contoh media promosi kesehatan yang sudah terprogram dan merupakan media yang diproduksi dan pengadaan oleh dinas kesehatan. (Sobri)

FRESH Goes to SINOVIK

FRESH Goes to SINOVIK

 

Sewon (28/9). Inovasi adalah salah satu kewajiban yang harus dilakukan dan dikembangkan oleh setiap institusi dalam menyelesaikan masalah yang ada dan atau untuk meningkatkan capaian dan kinerja. Salah satu inovasi yang telah dilaksanakan di Puskesmas Sewon II adalah forum remaja Sehat atau biasa disebut FRESH. FRESH baru aktif dan dibentuk di Dusun Ngireng-ireng, Panggungharjo, Sewon, Bantul. Dalam programnya, FRESH bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap remaja tentang kesehatan reproduksi, sehingga dapat mencegah terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan (KTD).

Kehamilan tidak diinginkan di wilayah Puskesmas Sewon II tergolong yang tertinggi di Kabupaten Bantul, sehingga inovasi ini yang diangkat untuk dapat direplikasi dan dioptimalkan perannya di masyarakat. Bukan hanya sebagai wadah karangtaruna dalam menyebarluaskan informasi kesehatan reproduksi, FRESH telah berhasil mengantarkan bidan Puskesmas Sewon II, Yuhani,AMd.Keb menjadi petugas Kesehatan Teladan juara II di tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta. Selanjutnya, dalam artikel ini, FRESH juga termasuk ke dalam top 30, kompetisi inovasi pelayanan publik (sinovik) yang diadakan oleh Bagian Organisasi Pemerintah Kabupaten Bantul.

Presentasi dilakukan hari Rabu (20/9), dihadapan 6 juri yang berasal dari; Ombudsman RI wilayah Yogyakarta, Pengajar MAP UMY, Pemred Radar Jogja dan tim internal dari Kabupaten Bantul. FRESH dipresentasikan dengan nomor urut ke-19 atau nomor urut ke-4 pada hari tersebut. Semua dewan juri mengapresiasi inovasi ini karena dapat membantu meningkatkan peran masyarakat dalam menyelesaikan dan mencegah masalah di masyarakat sendiri. Presentasi dilakukan oleh Yuhani, Amd.Keb dan Izzuddien Sobri, S.Tr.Gz sebagai perwakilan petugas Puskesmas Sewon II.

Beberapa saran diberikan untuk perbaikan program FRESH, seperti; perlunya meningkatka produktivitas FRESH sehingga dapat ditambah pada sector ekonomi dan industry kreatif, merangkul dunia usaha dan atau sponsor apabila dibutuhkan untuk membangun kemandirian dari FRESH, sehingga tidak tergantung dengan dana dari Puskesmas atau Desa. Sehingga kedepannya diharapkan FRESH dapat tumbuh menjadi pemberdayaan masyarakat yang unggul dan dapat direplikasi di semua dusun di wilayah Puskesmas Sewon II pada khususnya dan Kabupaten Bantul pada umumnya.  (Sobri)

Kader Dibina, Masyarakat Sehat Sejahtera

Kader Dibina, Masyarakat Sehat Sejahtera

 

Sewon (28/9). Pembinaan kader posyandu di Desa Panggungharjo telah berhasil dilaksanakan melalui pertemuan kader bulanan. Kegiatan yang sedianya dilaksanakan tiap bulan ini telah dilaksanakan pada hari Selasa (26/9). Pembinaan ini dibuka dengan doa dan menyanyikan Mars Hidup Sehat. Nampak bahwa kader sangat bersemangat dalam menyanyikan Mars Hidup Sehat. Sambutan pertama disampaikan oleh Kepala Urusan Umum Desa Panggungharjo, yang terus meminta kerjasama baik dari kader dan Puskesmas Sewon II untuk terus membangun Desa Panggungharjo yang sehat dan sejahtera.

Sambutan kedua disampaikan oleh Kepala Puskesmas Sewon II, Hadi Pranoto, SKM.MPH. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan terimakasih atas bantuan dan kerjasama dari kader dan pemerintah Desa Panggungharjo yang selama ini selalu membantu program Puskesmas dan bekerjasama dalam membangun Desa yang lebih sehat. Disampaikan juga tentang gambaran kegiatan akreditasi yang telah selesai dilaksanakan pada tanggal 14 sampai dengan 16 September 2017. Sebagai penutup, beliau menambahkan bahwa kinerja Puskesmas tentu belum dapat mencapai level sempurna, maka dari itu, Puskesmas meminta apabila ada saran dan kritikan dapat dikomunikasikan kepada Puskesmas langsung. Sehingga diharapkan kebutuhan masyarakat dapat tersalurkan dan terfasilitasi khususnya pada bidang pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh Puskesmas.

Setelah sambutan selesai, dilanjutkan dengan penyampaian materi pembinaan dari sanitarian Puskesmas Sewon II, Nunuk Endang P, AMKL. Materi tersebut berisi tentang Evaluasi kegiatan yang telah terlampaui. Terdapat juga kegiatan yang belum dapat terlaksana sesuai agenda, yaitu kegiatan outbond kader kesehatan, karena anggaran yang belum cair. Di samping itu, sanitarian juga menyampaikan tentang kegiatan penilaian Kabupaten Sehat, yang pada awalnya hanya menilai Dusun Sorowajan sebagai perwakilan, ternyata penilai juga melakukan evaluasi tingkat Desa, sehingga repon cepat dari Perangkat Desa Panggungharjo patut diapresiasi.

Materi kedua disampaikan oleh petugas promosi kesehatan (promkes) Izzuddien Sobri, S.Tr.Gz. Materi yang disampaikan adalah hasil survei Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di wilayah Puskesmas Sewon II yang sudah meningkat dibanding tahun lalu. Tahun 2017 ini capaian PHBS adalah 52.1%. Tetapi masih terdapat 3 masalah utama yang menyebabkan capaian PHBS rendah; 1. Aktivitas fisik, 2. Merokok di dalam rumah, 3. ASI Eksklusif. Aktivitas fisik menjadi indicator yang paling rendag capaiannya, karena memang dari segi indicator ini sangat tinggi standarnya, yaitu setiap anggota keluarga harus aktivitas fisik minimal 1 jam setiap hari. Kebiasaan merokok di dalam rumah juga masih tinggi, karena sikap dan kesadaran masyarakat yang masih rendah. Sedangkan untuk ASI Eksklusif, belum banyak terpantau dalam database Puskesmas.

Disamping menyampaikan capaian PHBS, petugas Promkes juga menyampaikan tentang social media sebagai sarana publikasi kegiatan di Puskesmas Sewon II sudah mulai aktif. Beberapa social media tersebut adalah; Facebook, yang dapat dengan nama : Puskesmas Sewon II (https://www.facebook.com/puskesmas.sewonii.3), sedangkan untuk halaman resmi di Facebook dengan nama: Puskesmas Sewon II (https://www.facebook.com/Puskesmas-Sewon-II-116466625713971/?ref=aymt_homepage_panel) yang dapat diakses oleh masyarakat. Sedangkan akun instagram dapat dicari pada ID: @sewon2promkes (https://www.instagram.com/sewon2promkes/) Sedangkan web Puskesmas Sewon II (https://puskesmas.bantulkab.go.id/sewon2/) masih selalu diupdate dan memohon bantuan masyarakat bila ada kegiatan yang ingin untuk dishare atau dipublikasikan.

Tambahan lain disampaikan oleh kader, ibu Rukmini tentang Jaminan Persalinan (Jampersal) bagi keluarga miskin. Dilanjutkan diskusi oleh ahli gizi, Any Suryani, Amd.Gz tentang masalah partisipasi masyarakat yang rendah dalam penimbangan balita (D/S), untuk dusulkan reward bagi yang aktif hadir di posyandu. Sedangkan petugas promosi kesehatan, Agus Ruhari SKM menambahkan tentang penilaian strata posyandu yang akan dilakukan pada akhir tahun ini. (Sobri)

Imunisasi Pondok Pesantren Ar Ridho: Menuju Santri yang Sehat

Imunisasi Pondok Pesantren Ar Ridho: Menuju Santri yang Sehat

Sewon (28/9). Kampanye imunisasi Measles dan Rubella atau biasa disingkat menjadi Imunisasi MR, sedianya dilaksanakan pada sasaran balita 9 bulan  sampai anak-anak usia kurang dari 15 tahun baik laki-laki dan perempuan. Pada hari Rabu (27/9) telah dilaksanakan Imunisasi MR di Pondok Pesantren Ar Ridho secara terpadu. Kegiatan ini, awalnya akan dilaksanakan tanggal 30 Agustus, tetapi karena bersamaan dengan Puasa Arafah, maka disepakati untuk menunda pelaksanaan imunisasi.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh 2 tim Kesehatan Puskesmas Sewon II, yaitu tim Putra; M. Zaftran, AMd.Kep, Yudha PU, Agus Ruhari,SKM, Izzuddien Sobri,S.Tr.Gz dan Kepala Puskesmas Sewon II Hadi Pranoto, SKM.MPH. Sedangkan tim Putri; Yuhani, Amd.Keb, Sayidati Mufarokhah, Amd.Keb, Juni Astuti,S.ST dan Syamsih Haryani, Amd.Keb. Pembagian kelompok ini didasarkan oleh kebutuhan dan untuk menjaga kebaikan dari petugas dan sasaran.

Kedatangan Petugas sudah disambut dengan spanduk Kampanye MR didepan gedung pesantren putra maupun putri  dan ucapan selamat datang untuk tim MR Puskesmas Sewon II. Hal tersebut merupakan hal yang luar biasa sebagai bentuk dukungan terhadap program Kampanye MR. Sebuah peningkatan yang sangat signifikan dan sangat patut diberi apresiasi, karena di tahun sebelumnya pada setiap kegiatan Bulan imunisasi Anak sekolah /BIAS .cakupan imunisasi di Pondok Pesantren Ar Ridho kurang maksimal.

Mulai tahun ini, Ar Ridho telah menyiapkan segala hal terkait imunisasi, sehingga santri yang terdapat di Pondok Pesantren dapat terhindar dari penyakit menular dengan melakukan tindakan preventif dengan vaksin. Disamping penyediaan fasilitas ruang khusus untuk kegiatan imunisasi, ternyata penglola Pondok sudah mempersiapkan ice cream dan snack khusus bagi semua santri yang telah diimunisasi. Hal ini sangat patut diberi apresiasi atas upaya maksimal yang dilakukan pengelola.

Rencana dan upaya maksimal yang sudah dilakukan oleh pengelola terjawab dengan kehadiran petugas yang juga siap untuk melakukan imunisasi. Hal tersebut terjawab dengan hasil rekap sementara santri yang sudah diimunisasi sebanyak; santri putri 315 (tunda 23), santri putra 216 (tunda 10), dengan total 531 santri telah diimunisasi dan terdapat 33 santri yang ditunda imunisasi karena kesehatan. Merupakan cakupan yang sangat baik, yaitu 93.7%.

Data ini masih akan meningkat seiring imunisasi susulan yang akan dilaksanakan selanjutnya, menunggu waktu yang tepat setelah koordinasi lagi dengan pengelola pondok. Hal tersebuat juga tidak terlepas dari koordinasi intensif dan aktif antara PP Ar Ridho dengan Puskesmas Sewon II. Semoga imunisasi ini bermanfaat untuk para santri dan berlangsung baik terus di agenda imunisasi berikutnya. (Hany-Sobri)

AKREDITASI PUSKESMAS SEWON II, MENUJU PESONA YANG LEBIH BAIK

AKREDITASI PUSKESMAS SEWON II, MENUJU PESONA YANG LEBIH BAIK

Sewon, (17/9). Puskesmas Sewon II telah melewati tahap kunjungan/ observasi langsung dari tahap akreditasi Puskesmas oleh tim surveior dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Tahap ini adalah tahap yang paling ditunggu dan biasanya dirasa sebagai tahap yang paling menegangkan dan sulit, karena tim surveior akan melakukan verifikasi dan klarifikasi sesuai borang dan elemen penilaian dari panduan Akreditasi Puskesmas tahun 2016. Tahap lain yang meliputi persiapan dokumen (SK, surat tugas, SOP dan KAK) yang semuanya terpusat di kelompok kerja (pokja) administrasi manajemen (admen), pelaksanaan kegiatan pelayanan klinis di bagian pokja Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dan pelaksanaan pelayanan di masyarakat di bagian pokja Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) yang masing-masing melaksanakan tugas dan fungsi, diverifikasi atau dilihat kebenaran dokumen dengan pelaksanaan.

Tim surveior terdiri dari tiga orang pilihan yang ditugaskan oleh Kemenkes, yaitu; Rohani S.ST. M.Kes (surveior UKM sekaligus ketua tim survei), drg. Hedi Yuliza,M.Kes (surveior Admen) dan Dr.dr. Jacob Manuputty, MPH (surveior UKP). Pelaksanaan survei akreditasi ini berlangsung selama tiga hari, sejak hari Kamis, tanggal 14 sampai dengan hari Sabtu tanggal 16 September 2017. Dalam sambutan pembukaan, disampaikan oleh ketua tim surveior bahwa Puskesmas Sewon II merupakan Puskesmas atau Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) ke-1.507 yang dinilai di Indonesia. Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Dra Ninik Istitarini. Apt.MPH menyampaikan dalam sambutannya bahwa akreditasi Puskesmas ini didukung penuh oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul dan merupakan kewajiban bagi semua Puskesmas sehingga menghasilkan pelayanan yang terstandar terutama di Kabupaten Bantul.

Kepala Puskesmas Sewon II, Hadi Pranoto SKM. MPH juga menyatakan kesanggupan dan keberanian untuk dilakukan akreditasi, sebagai wujud kepatuhan terhadap Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014, bahwa setiap Puskesmas wajib diakreditasi secara berkala paling sedikit tiga tahun sekali dan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 46 Tahun 2015 tentang Akreditasi Puskesmas. Hal ini juga berkaitan dengan salah satu persyaratan kredensial sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS harus terakreditasi. Berdasarkan hal tersebut, memang semua Puskesmas harus lebih menata pelayanan yang terstandar sehingga tujuan akreditasi dapat tercapai.

Dalam mempersiapkan proses akreditasi, Puskesmas Sewon II telah membentuk tim sesuai kebutuhan dan sesuai dengan sumber daya manusia yang ada. Tim Mutu Puskesmas Sewon II diketuai oleh dr. Rini Pantja Setijani, Pokja Admen diketuai oleh drg. Tri Yuniastuti T.U.,M.Kes, Pokja UKM diketuai oleh Nunuk Endang Pujiati, AMKL, dan Pokja UKP diketuai oleh dr. Aliatul Muafiah. Ketua tim inilah yang mengoordinir petugas lain anggota tim dalam melaksanakan tugas sesuai dengan ketugasan dalam persiapan akreditasi. Dengan mengusung visi “Menjadi Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat yang Bermutu, Merata dan Terpercaya” dan dengan Motto PESONA, yang merupakang singkatan dari Profesional, Empati, Santun, Objektif, Normatif dan Amanah, diharapkan visi tersebut dapat tercapai. Harapan agar Motto PESONA juga dapat selalu menjadi refleksi dari semua karyawan Puskesmas Sewon II. (Sobri)

Kunjungan Tim Verifikasi Kabupaten Sehat di Glugo, Panggungharjo, Sewon, Bantul

KUNJUNGAN TIM VERIFIKASI KABUPATEN SEHAT

KE GLUGO PANGGUNGHARJO SEWON BANTUL

 

Sewon, Bantul (20/9). Siang itu suasana meriah sudah terlihat sejak pukul satu siang , semua kader kesehatan, ketua RT , tokoh masyarakat di dusun Glugo tampak berkumpul di rumah Bapak Kepala Dukuh Glugo Bapak Damanhuri dalam rangka ingin ikut menyambut tim verifikasi Kabupaten sehat dari Jakarta yang akan datang mengunjungi dusun mereka .

Tim verifikasi yaitu ibu Eli Setyowati , SKM ,MKES dari Direktorat Kesehatan lingkungan Kementrian Kesehatan Jakarta tampak puas dengan berbagai kegiatan kesehatan yang sudah dilaksanakan di pedukuhan Glugo . Secara singkat pak dukuh , pak Lurah , Natural leader , dan Sanitarian Puskesmas Sewon II  memaparkan kegiatan kesehatan apa saja yang ada di sana . Mulai dari pengelolaan sampah yang sudah menghasilkan kerajinan yang indah , pengelolan kebun gizi untuk mencegah balita dan bumil kurang gizi , Kawasan bebas asap rokok , gerakan dan komitmen untuk membatasi pemakaian plastik untuk menyelamatkan bumi ( BATIK GO GREEN ) , dan dusun STBM dimana semua pilar STBM sudah dilaksanakan di sini .

Tampak hadir dan mendampingi tim verifikasi ada Kapala Dinas Kesehatan yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Bp Bambang Agus Subekti , SKM ,MPH , Ketua Forum Komunikasi Kabupaten Sehat Bantul dan bebarapa anggotanya , Bapak Camat Sewon Bp . Danang Irwanto , SSi dan semua jajaran Muspika dari Polsek dan Koramil , Kepala KUA Sewon , Koordinator PLKB , Kepala Puskesmas Sewon II bersama sanitarian , promkes dan nutrisionis. Sementara dari desa hadir pak Lurah dan jajarannya  .

Yang paling mempesona tim pada kunjungan verifikasi malam itu adalah keterangan pak Lurah tentang pengelolaan Bumdes yang bisa dipantau setiap hari perkembangannya karena sudah berbasis android , juga tentang proses pengelolaan minyak goreng bekas dengan tehnologi tepat guna . Sementara hal lain masukan dari Tim adalah bahwa penyusunan perencanaan kerja tim sangat diperlukan karena 70 % keberhasilan program tergantung dari perencanaan yang baik.

Kerjasama yang baik lintas sektoral, dari Kecamatan Sewon, Pemerintah Desa, Muspika, Puskesmas Sewon II dan masyarakat menjadi kunci dalam peningkatan kualitas SDM dalam pengelolaan Desa, Kecamatan untuk mendukung Kabupaten yang sehat. (nep)