Kader Bergerak, Masyarakat Bergerak, Pemberdayaan Kesehatan Serentak

Kader Bergerak, Masyarakat Bergerak, Pemberdayaan Kesehatan Serentak

 

Sewon (30/9). Pembinaan kader posyandu di Desa Bangunharjo telah berhasil dilaksanakan melalui pertemuan kader bulanan. Kegiatan yang sedianya dilaksanakan tiap bulan ini telah dilaksanakan pada hari Jumat (29/9). Pembinaan ini dibuka dengan doa dan menyanyikan Mars Hidup Sehat. Ada hal menarik saat menyanyikan Mars Hidup Sehat, yaitu yang bertindak sebagai dirigen adalah Kepala Puskesmas Sewon II. Nampak bahwa kader sangat bersemangat dalam menyanyikan Mars Hidup Sehat. Sambutan pertama disampaikan oleh ibu Lurah Bangunharjo, sekaligus ketua Penggerak PKK Desa. Dalam sambutannya, ibu Lurah menyampaikan terimakasih atas kerjasama yang sangat baik di bidang kesehatan khususnya. Masyarakat perlu waspada dan tanggap dengan masalah kesehatan yang terjadi, dan dengan peran Puskesmas Sewon II sebagai fasilitator pemberdayaan bidang kesehatan.

Sambutan kedua disampaikan oleh Kepala Urusan Pelayanan Desa Bangunharjo, yang terus meminta kerjasama baik dari kader dan Puskesmas Sewon II untuk terus membangun Desa Bangunharjo yang sehat dan sejahtera. Hal ini agar tercapainya tujuan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Sambutan ketiga disampaikan oleh Kepala Puskesmas Sewon II, Hadi Pranoto, SKM.MPH. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan terimakasih atas bantuan dan kerjasama dari kader dan pemerintah Desa Bangunharjo yang selama ini selalu membantu program Puskesmas dan bekerjasama dalam membangun Desa yang lebih sehat. Disampaikan juga tentang gambaran kegiatan akreditasi yang telah selesai dilaksanakan pada tanggal 14 sampai dengan 16 September 2017. Dalam kesempatan ini, disampaikan juga mengenai masalah Puskesmas Sewon II yang dalam kegiatan pelayanan masih terganggu karena lahan yang kurang. Beberapa ruangan yang seharusnya ada (sesuai Permenkes No 75 tahun 2014) belum sepenuhnya ada, hal ini dikarenakan lahan yang ada belum mencukupi. Ruangan tersebut adalah; Ruang KIA (saat ini menempati rumah dinas), ruang sterilisasi alat, ruang MTBS, Ruang Promkes, Ruang Tunggu Sehat dan Ruang Tunggu Sakit yang kurang representative. Masalah ini baiknya diminta untuk segera mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Desa, melalui ibu Lurah, dan kepala urusan pelayanan untuk membahas di tingkat Desa, karena dana untuk pembangunan sudah ada dan disediakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, sedangkan masalah yang terjadi adalah masalah pembebasan tanah di sebelah timur Puskesmas Sewon II. Sebagai penutup, beliau menambahkan bahwa kinerja Puskesmas tentu belum dapat mencapai level sempurna, maka dari itu, Puskesmas meminta apabila ada saran dan kritikan dapat dikomunikasikan kepada Puskesmas langsung. Sehingga diharapkan kebutuhan masyarakat dapat tersalurkan dan terfasilitasi khususnya pada bidang pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh Puskesmas.

Setelah sambutan selesai, dilanjutkan dengan penyampaian materi pembinaan dari sanitarian Puskesmas Sewon II, Nunuk Endang P, AMKL. Materi tersebut berisi tentang Evaluasi kegiatan yang telah terlampaui. Terdapat juga kegiatan yang belum dapat terlaksana sesuai agenda, yaitu kegiatan outbond kader kesehatan, karena anggaran yang belum cair. Di samping itu, sanitarian juga menyampaikan tentang Reward Dusun di DB4MK, bahwasanya indicator penerima reward tidak akan mutlak seperti yang ada di dalam panduan untuk lebih meningkatkan daya saing antar dusun. Sebagai rencana tindak lanjut, pada pertemuan bulan Oktober, akan difokuskan pemberian materi tentang Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM), sebagai sosialisasi awal di tingkat kader Desa Bangunharjo, sehingga diharapkan beberapa dusun akan segera mengajukan pelatihan untuk selanjutnya dapat membentuk posbindu di masing-masing dusun.

Materi kedua disampaikan oleh bidan Desa Bangunharjo, Hartini Amd.Keb. Materi yang disampaikan adalah tentang review indicator DB4MK, terutama di situ banyak tentang masalah kehamilan dan kesehatan ibu dan anak. Diharapkan posyandu menjadi wadah bagi ibu hamil dalam memperiksakan dirinya, sekaligus menjadi tempat skrining awal masalah maternal.

Materi ketiga disampaikan oleh petugas promosi kesehatan (promkes) Izzuddien Sobri, S.Tr.Gz. Materi yang disampaikan adalah hasil survei Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di wilayah Puskesmas Sewon II yang sudah meningkat dibanding tahun lalu. Tahun 2017 ini capaian PHBS adalah 52.1%. Tetapi masih terdapat 3 masalah utama yang menyebabkan capaian PHBS rendah; 1. Aktivitas fisik, 2. Merokok di dalam rumah, 3. ASI Eksklusif. Aktivitas fisik menjadi indicator yang paling rendag capaiannya, karena memang dari segi indicator ini sangat tinggi standarnya, yaitu setiap anggota keluarga harus aktivitas fisik minimal 1 jam setiap hari. Kebiasaan merokok di dalam rumah juga masih tinggi, karena sikap dan kesadaran masyarakat yang masih rendah. Sedangkan untuk ASI Eksklusif, belum banyak terpantau dalam database Puskesmas.

Disamping menyampaikan capaian PHBS, petugas Promkes juga menyampaikan tentang social media sebagai sarana publikasi kegiatan di Puskesmas Sewon II sudah mulai aktif. Beberapa social media tersebut adalah; Facebook, yang dapat dengan nama : Puskesmas Sewon II (https://www.facebook.com/puskesmas.sewonii.3), sedangkan untuk halaman resmi di Facebook dengan nama: Puskesmas Sewon II (https://www.facebook.com/Puskesmas-Sewon-II-116466625713971/?ref=aymt_homepage_panel) yang dapat diakses oleh masyarakat. Sedangkan akun instagram dapat dicari pada ID: @sewon2promkes (https://www.instagram.com/sewon2promkes/) Sedangkan web Puskesmas Sewon II (https://puskesmas.bantulkab.go.id/sewon2/) masih selalu diupdate dan memohon bantuan masyarakat bila ada kegiatan yang ingin untuk dishare atau dipublikasikan.

Tambahan lain disampaikan oleh Agus Ruhari SKM menambahkan tentang penilaian strata posyandu yang akan dilakukan pada akhir tahun ini. Dalam kesempatan pertemuan ini juga, dibagikan poster untuk masing-masing posyandu. Poster ini adalah salah satu contoh media promosi kesehatan yang sudah terprogram dan merupakan media yang diproduksi dan pengadaan oleh dinas kesehatan. (Sobri)

6 thoughts on “Kader Bergerak, Masyarakat Bergerak, Pemberdayaan Kesehatan Serentak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *