Menjaga Kesehatan Mencegah Keparahan, Senam Sehat PROLANIS

Menjaga Kesehatan Mencegah Keparahan, Senam Sehat PROLANIS

Sewon (20/10). Pagi ini (20/10) langit di atas Puskesmas Sewon II nampak sangat cerah, walaupun bagian timur sedikit berawan. Hari yang sangat tepat untuk memulai aktivitas dengan berolahraga. Hal itu yang menjadi pemicu peserta PROLANIS Puskesmas Sewon II untuk berbondong-bondong hadir sejak jam 06.30 untuk bersiap mengikuti senam Prolanis di halaman Puskesmas Sewon II.

Kegiatan Senam Prolanis adalah kegiatan rutin di Puskesmas Sewon II pada hari Jumat. Tetapi memang beberapa pecan yang lalu, kegiatan ini sempat tidak dilaksanakan berkaitan dengan persiapan Akreditasi Puskesmas Sewon II. Hari jumat ini (20/10) merupakan awal yang baru dengan semangat baru pasca Akreditasi untuk terus menjaga kesehatan dan meningkatkan semangat anggota Prolanis.

Turut mengikuti kegiatan senam Prolanis; kepala tata usaha Puskesmas Sewon II, Mujiyanti SE, hadir pula ketua pokja UKM Nunuk Endang P, AMKL dan beberapa bidan dan perawat;Sri Waluyaningsih, S.ST, Endah Sulastri, Amd.Keb, Hartini, Amd.Keb, Sayidati Mufarokhah, Amd.Keb, Sri Trimurwaningsih, Pramiwatini dan Kastuti. Turut memeriahkan untuk meliput kegiatan, petugas promosi kesehatan Agus Ruhari, SKM.

Program Pengelolaan Penyakit Kronis atau PROLANIS adalah suatu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegrasi yang melibatkan Peserta, Fasilitas Kesehatan dan BPJS Kesehatan dalam rangka pemeliharaan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan yang menderita penyakit kronis untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien. Sumber: http://www.bpjs-kesehatan.net/2016/02/penjaminan-dan-pelaksanaan-prolanis.html

Tujuan diadakannya Prolanis ini untuk mendorong peserta penyandang penyakit kronis mencapai kualitas hidup optimal dengan indikator75% peserta terdaftar yang berkunjung ke Faskes Tingkat Pertama memiliki hasil “baik” pada pemeriksaan spesifik terhadap penyakit DM Tipe 2dan Hipertensi sesuai Panduan Klinis terkait sehingga dapat mencegah timbulnya komplikasi penyakit. Sasaran PROLANIS adalah Seluruh Peserta BPJS Kesehatan penyandang penyakit kronis (Diabetes Melitus Tipe 2 dan Hipertensi). Sasaran utama prolanis ini adalah seluruh Peserta BPJS Kesehatan penyandang penyakit kronis. (Sobri)

Pemberdayaan Remaja Wujud Pengabdian Masyarakat Stikes Akbidyo untuk Sewon

Pemberdayaan Remaja Wujud Pengabdian Masyarakat Stikes Akbidyo untuk Sewon.

Sewon (19/10). Pemberdayaan masyarakat adalah wujud dari Pengabdian Masyarakat yang merupakan salah satu dari tiga bagian Tri Dharma Perguruan Tinggi, selain Pendidikan dan Penelitian. Dalam melaksanakan pemberdayaan masyarakat tentunya perlu peran dan kerjasama lintas sektor yang baik. Dalam kesempatan ini, penulis akan menyampaikan kegiatan Pemberdayaan Remaja di Desa Panggungharjo bertepatan dengan program PKL Stikes Akbidyo. Acara yang dilaksanakan pada hari Selasa, 17 Oktober 2017 (17/10) dicanangkan sebagai rangkaian dari PKL selama 4 minggu di 7 dusun di Desa Panggungharjo ini bertempat di Joglo Pak Ridwan Hasyim.

Acara ini dibuka oleh rekan mahasiswa Akbidyo dan dihadiri oleh perwakilan dari karangtaruna yang telah mendapat pelatihan tentang kesehatan reproduksi, perwakilan KUA Kecamatan Sewon dan 3 petugas Puskesmas Sewon II; Syamsih Haryani, Amd.Keb. (bidan), Izzuddien Sobri, S.Tr.Gz (Promkes), dan M. Zafran Zuliar, AMd.Kep (Perawat). Dalam kegiatan ini, ada 3 pemateri utama yang merupakan dosen Stikes Akbidyo untuk menyampaikan materi tentang kesehatan reproduksi remaja. Materi pertama disampaikan oleh ibu Nining tentang 4 hal utama; pentingnya kesehatan reproduksi, kehamilan pada remaja, perilaku menyimpang seksual remaja dan kondisi kesehatan reproduksi remaja.

Materi kedua disampaikan oleh ibu Andin tentang 2 hal utama; masalah reproduksi dan penyakit menular seksual. Pada materi ini dijelaskan dengan detail tentang beragam akibat dan dampak negative dari perilaku menyimpang seksual, baik remaja dan dewasa. Terlebih pada remaja, karena secara fisiologis, kematangan organ reproduksi belum optimal.

Materi ketiga disampaikan oleh ibu Fitriani Mediastuti tentang SMART REMAJA. Ibu Fitriani adalah kandidat peraih gelar doctor yang mengembangkan program SMART REMAJA untuk mencegah terjadinya perilaku menyimpang seksual pada remaja. Hasil penelitian beliau didapat beberapa cara untuk mencegahnya, yaitu;

  1. mengenal harga diri,
  2. membuat pilihan hidup sehat,
  3. menjalin hubungan yang baik,
  4. pilihan dalam bersikap,
  5. perencanaan masa depan

Acara dilanjutkan dengan serah terima PIC-R kepada pihak Puskesmas Sewon II yang dalam hal ini disampaikan oleh Syamsih Haryani, Amd.Keb. Dalam pidatonya, beliau menyampaikan bahwa Puskesmas Sewon II siap untuk melanjutkan pembinaan PIC R tersebut dan akan memfokuskan pada 1 PIC R terpilih yang paling berpotensi untuk dikembangkan sebagai replikasi dari Forum Remaja Sehat (FRESH) yang berkiblat pada FRESH pertama di Karangtaruna Dusun Ngireng-Ireng. Selanjutnya, acara ditutup dan diakhiri dengan pertunjukan kesenian yang dibawakan langsung oleh perwakilan karang taruna dari masing-masing dusun. (Sobri)