Apresiasi Kerjasama Kader Kesehatan dengan Lava Tour Merapi

Apresiasi Kerjasama Kader Kesehatan dengan Lava Tour Merapi

Sewon (10/11). Kader Kesehatan adalah perorangan dan atau kelompok yang dengan sukarela menjadi agent of change dalam menggerakkan masyarakat sekaligus menjadi ujung tombak program kesehatan. Melalui kerjasama yang baik dengan kader kesehatan inilah kegiatan-kegiatan di Puskesmas Sewon II dijalankan. Sebagian besar kegiatan yang dijalankan tentunya untuk menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat, sesuai dengan konsep pemberdayaan masyarakat, yaitu; dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat.

Sebagai wujud dari apresiasi yang diberikan oleh Puskesmas Sewon II dan Pemerintah Desa Bangunharjo dan Pemerintah Desa Panggungharjo untuk bersama-sama mempererat kerjasama lintas sektoral terutama dalam menanggulangi masalah kesehatan, pada hari Rabu (8/11) dilakukan Refreshing Kader Kesehatan yang dilaksanakan di Merapi dan Tebing Breksi. Acara dimulai dengan berkumpulnya para kader, perwakilan Pemerintah Desa dan perwakilan petugas Puskesmas Sewon II di halaman Puskesmas Sewon II yang sejak pagi telah bersiap 4 unit bus. Perjalanan menuju lokasi pertama tidak memakan waktu yang lama. Sesampainya di lokasi, sebelum Lava Tour dimulai, diawali dengan foto bersama.

Telah bersiap sebanyak 26 jeep yang akan membawa peserta untuk tour ke Kaki Gunung Merapi. Nampak antusiasme kader yang sudah menanti waktu Tour. Beberapa lokasi yang dikunjungi adalah; Museum Sisa Hartaku, Batu Alien dan Museum Rumah Mbah Marijan. Walaupun diguyur hujan yang deras, tetapi tidak menyurutkan semangat peserta untuk napak tilas erupsi Gunung Merapi.

Setelah puas menikmati keindahan Kaki Gunung Merapi, perjalanan dilanjutkan ke Wisata Tebing Breksi. Di lokasi ini, peserta lebih bebas untuk banyak berekspresi melepas lelah dan beban penat pikiran untuk menikmati pemandangan alam dari ketinggian di atas tebing breksi yang diperindah dengan ukiran artistic. (Sobri)

HARI KESEHATAN NASIONAL, MOMENTUM MENJAGA KESEHATAN

HARI KESEHATAN NASIONAL, MOMENTUM MENJAGA KESEHATAN

 

Sewon (13/11). Pada tanggal 12 November 2017 bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-53 diadakan acara senam massal oleh Puskesmas Sewon II. Acara ini terlaksana berkat bekerjasama dengan Pemerintah Desa Bangunharjo dan Pemerintah Desa Panggungharjo yang keduanya termasuk dalam wilayah kerja Puskesmas Sewon II. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 450 peserta yang sebagian besar adalah warga Desa Bangunharjo dan Desa Panggungharjo. Hadir dalam acara ini, lintas sektoral, yaitu; Perwakilan dari Kecamatan Sewon, Koramil Sewon, Kepolisian Sektor Sewon, PKK Kecamatan Sewon, Kepala Desa Panggungharjo, Perwakilan Pemerintah Desa Bangunharjo, Kepala MTS N 1 Bantul, Sanggar Senam Palupi dan kader kesehatan di Desa Bangunharjo dan Desa Panggungharjo.

Lapangan Prancak Glondong (lokasi diadakannya acara) sudah mulai dipadati oleh masyarakat dan kader Kesehatan untuk mengikuti acara sejak jam 06.15 WIB. Acara peringatan HKN ini dimulai pada jam 06.30 WIB dengan diawali Senam Massal yang dipimpin oleh instruktur dari Sanggar Senam Palupi (berlokasi di Sewon). Kegiatan senam ini merupakan salah satu bentuk perwujudan dari kepedulian dan gerakan nyata dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang didalamnya ada 6 Gerakan. Sedangkan pada tahun 2017 ini, GERMAS focus pada 3 Gerakan, yaitu; Melakukan Aktivitas Fisik, Konsumsi Sayur dan Buah dan Check Kesehatan secara Rutin. Senam merupakan salah satu contoh dari indicator Melakukan Aktivitas Fisik. Senam ini dibagi dalam 3 bagian; pemanasan, senam inti dan peregangan/ pendinginan. Semuanya dibawakan dan dipimpin oleh instruktur dari Sanggar Senam Palupi dengan sangat baik dan diikuti oleh para peserta dengan seksama.

Selesai senam massal, acara inti pun dimulai oleh Pembawa Acara/ Master of Ceremony (MC) dari Petugas Puskesmas Sewon II yaitu; Yuhani, Amd.Keb (bidan) dan Izzuddien Sobri, S.Tr.Gz (Promosi Kesehatan). Acara inti ini dimulai jam 07.15, dibuka dengan berdoa bersama. Laporan ketua panitia disampaikan oleh Agus Ruhari, SKM (Promosi Kesehatan) yang berisi tentang tujuan dan sasaran diadakannya peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-53 di Sewon. Sambutan dari Kecamatan Sewon disampaikan oleh Widodo Yulianto, S.Sn (Seksi Kemasyarakatan Kecamatan Sewon).

Setelah sambutan, dilakukan penyerahan Reward. Penyerahan Reward Dusun Proses Menuju DB4MK merupakan reward yang diberikan langsung oleh Pemerintah Desa Bangunharjo dan Desa Panggungharjo sebagai apresiasi atas proses dan usaha yang telah dilakukan oleh semua lapisan masyarakat di tingkat dusun. Baik Desa Bangunharjo dan Desa Panggungharjo menyediakan reward untuk masing-masing 5 Dusun penerima Reward. Sedangkan penilaian dusun mana yang berhak mendapatkan reward ini, dinilai oleh Puskesmas Sewon II.

Acara dilanjutkan dengan Launching Pos Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS) Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Bantul (MTS N 1 Bantul). Launching secara simbolik ini merupakan proses akhir dari rangkaian proses sebelumnya, yaitu proses pelatihan yang diikuti oleh siswa siswi calon kader Germas yang dilatih oleh Petugas Puskesmas Sewon II. Launching ini dilakukan oleh Programmer UKS; Emy Widiati, Amd.KG dan Promosi Kesehatan; Agus Ruhari, SKM dan diterima langsung oleh Kepala MTS N 1 Bantul; Rita Astuti, S.Pd.

Pasca dilaunching Pos GERMAS MTS N 1 Bantul, acara dilanjutkan dengan pembagian doorprize. Telah tersedia sebanyak 8 unit peralatan rumah tangga untuk diperebutkan peserta yang berupa; blender, magic com, jumbo air, dispenser, kompor gas dan kipas angin. Acara HKN ini berlangsung dengan baik dan diakhiri pula dengan baik pada jam 08.30 WIB. Dengan adanya acara seperti ini, diharapkan dapat memupuk kebersamanaan dan pemahaman masyarakat, karena acara ini adalah media Promosi Kesehatan bagi masyarakat untuk dapat mengimplementasikannya di lingkungan masing-masing. Merupakan sebuah apresiasi yang sangat baik juga bagi para kader kesehatan khususnya untuk dapat terus menerus berupaya mengajak masyarakat untuk Hidup Bersih dan Sehat, serta selalu berupaya melakukan GERMAS. Dengan bantuan masyarakat dan dukungan lintas sektoral, masyarakat tergerak Kesehatan masyarakat terjaga. (Sobri)

Menjaga Kesehatan Mencegah Keparahan, Senam Sehat PROLANIS

Menjaga Kesehatan Mencegah Keparahan, Senam Sehat PROLANIS

Sewon (20/10). Pagi ini (20/10) langit di atas Puskesmas Sewon II nampak sangat cerah, walaupun bagian timur sedikit berawan. Hari yang sangat tepat untuk memulai aktivitas dengan berolahraga. Hal itu yang menjadi pemicu peserta PROLANIS Puskesmas Sewon II untuk berbondong-bondong hadir sejak jam 06.30 untuk bersiap mengikuti senam Prolanis di halaman Puskesmas Sewon II.

Kegiatan Senam Prolanis adalah kegiatan rutin di Puskesmas Sewon II pada hari Jumat. Tetapi memang beberapa pecan yang lalu, kegiatan ini sempat tidak dilaksanakan berkaitan dengan persiapan Akreditasi Puskesmas Sewon II. Hari jumat ini (20/10) merupakan awal yang baru dengan semangat baru pasca Akreditasi untuk terus menjaga kesehatan dan meningkatkan semangat anggota Prolanis.

Turut mengikuti kegiatan senam Prolanis; kepala tata usaha Puskesmas Sewon II, Mujiyanti SE, hadir pula ketua pokja UKM Nunuk Endang P, AMKL dan beberapa bidan dan perawat;Sri Waluyaningsih, S.ST, Endah Sulastri, Amd.Keb, Hartini, Amd.Keb, Sayidati Mufarokhah, Amd.Keb, Sri Trimurwaningsih, Pramiwatini dan Kastuti. Turut memeriahkan untuk meliput kegiatan, petugas promosi kesehatan Agus Ruhari, SKM.

Program Pengelolaan Penyakit Kronis atau PROLANIS adalah suatu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegrasi yang melibatkan Peserta, Fasilitas Kesehatan dan BPJS Kesehatan dalam rangka pemeliharaan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan yang menderita penyakit kronis untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien. Sumber: http://www.bpjs-kesehatan.net/2016/02/penjaminan-dan-pelaksanaan-prolanis.html

Tujuan diadakannya Prolanis ini untuk mendorong peserta penyandang penyakit kronis mencapai kualitas hidup optimal dengan indikator75% peserta terdaftar yang berkunjung ke Faskes Tingkat Pertama memiliki hasil “baik” pada pemeriksaan spesifik terhadap penyakit DM Tipe 2dan Hipertensi sesuai Panduan Klinis terkait sehingga dapat mencegah timbulnya komplikasi penyakit. Sasaran PROLANIS adalah Seluruh Peserta BPJS Kesehatan penyandang penyakit kronis (Diabetes Melitus Tipe 2 dan Hipertensi). Sasaran utama prolanis ini adalah seluruh Peserta BPJS Kesehatan penyandang penyakit kronis. (Sobri)

Pemberdayaan Remaja Wujud Pengabdian Masyarakat Stikes Akbidyo untuk Sewon

Pemberdayaan Remaja Wujud Pengabdian Masyarakat Stikes Akbidyo untuk Sewon.

Sewon (19/10). Pemberdayaan masyarakat adalah wujud dari Pengabdian Masyarakat yang merupakan salah satu dari tiga bagian Tri Dharma Perguruan Tinggi, selain Pendidikan dan Penelitian. Dalam melaksanakan pemberdayaan masyarakat tentunya perlu peran dan kerjasama lintas sektor yang baik. Dalam kesempatan ini, penulis akan menyampaikan kegiatan Pemberdayaan Remaja di Desa Panggungharjo bertepatan dengan program PKL Stikes Akbidyo. Acara yang dilaksanakan pada hari Selasa, 17 Oktober 2017 (17/10) dicanangkan sebagai rangkaian dari PKL selama 4 minggu di 7 dusun di Desa Panggungharjo ini bertempat di Joglo Pak Ridwan Hasyim.

Acara ini dibuka oleh rekan mahasiswa Akbidyo dan dihadiri oleh perwakilan dari karangtaruna yang telah mendapat pelatihan tentang kesehatan reproduksi, perwakilan KUA Kecamatan Sewon dan 3 petugas Puskesmas Sewon II; Syamsih Haryani, Amd.Keb. (bidan), Izzuddien Sobri, S.Tr.Gz (Promkes), dan M. Zafran Zuliar, AMd.Kep (Perawat). Dalam kegiatan ini, ada 3 pemateri utama yang merupakan dosen Stikes Akbidyo untuk menyampaikan materi tentang kesehatan reproduksi remaja. Materi pertama disampaikan oleh ibu Nining tentang 4 hal utama; pentingnya kesehatan reproduksi, kehamilan pada remaja, perilaku menyimpang seksual remaja dan kondisi kesehatan reproduksi remaja.

Materi kedua disampaikan oleh ibu Andin tentang 2 hal utama; masalah reproduksi dan penyakit menular seksual. Pada materi ini dijelaskan dengan detail tentang beragam akibat dan dampak negative dari perilaku menyimpang seksual, baik remaja dan dewasa. Terlebih pada remaja, karena secara fisiologis, kematangan organ reproduksi belum optimal.

Materi ketiga disampaikan oleh ibu Fitriani Mediastuti tentang SMART REMAJA. Ibu Fitriani adalah kandidat peraih gelar doctor yang mengembangkan program SMART REMAJA untuk mencegah terjadinya perilaku menyimpang seksual pada remaja. Hasil penelitian beliau didapat beberapa cara untuk mencegahnya, yaitu;

  1. mengenal harga diri,
  2. membuat pilihan hidup sehat,
  3. menjalin hubungan yang baik,
  4. pilihan dalam bersikap,
  5. perencanaan masa depan

Acara dilanjutkan dengan serah terima PIC-R kepada pihak Puskesmas Sewon II yang dalam hal ini disampaikan oleh Syamsih Haryani, Amd.Keb. Dalam pidatonya, beliau menyampaikan bahwa Puskesmas Sewon II siap untuk melanjutkan pembinaan PIC R tersebut dan akan memfokuskan pada 1 PIC R terpilih yang paling berpotensi untuk dikembangkan sebagai replikasi dari Forum Remaja Sehat (FRESH) yang berkiblat pada FRESH pertama di Karangtaruna Dusun Ngireng-Ireng. Selanjutnya, acara ditutup dan diakhiri dengan pertunjukan kesenian yang dibawakan langsung oleh perwakilan karang taruna dari masing-masing dusun. (Sobri)

Kader Bergerak, Masyarakat Bergerak, Pemberdayaan Kesehatan Serentak

Kader Bergerak, Masyarakat Bergerak, Pemberdayaan Kesehatan Serentak

 

Sewon (30/9). Pembinaan kader posyandu di Desa Bangunharjo telah berhasil dilaksanakan melalui pertemuan kader bulanan. Kegiatan yang sedianya dilaksanakan tiap bulan ini telah dilaksanakan pada hari Jumat (29/9). Pembinaan ini dibuka dengan doa dan menyanyikan Mars Hidup Sehat. Ada hal menarik saat menyanyikan Mars Hidup Sehat, yaitu yang bertindak sebagai dirigen adalah Kepala Puskesmas Sewon II. Nampak bahwa kader sangat bersemangat dalam menyanyikan Mars Hidup Sehat. Sambutan pertama disampaikan oleh ibu Lurah Bangunharjo, sekaligus ketua Penggerak PKK Desa. Dalam sambutannya, ibu Lurah menyampaikan terimakasih atas kerjasama yang sangat baik di bidang kesehatan khususnya. Masyarakat perlu waspada dan tanggap dengan masalah kesehatan yang terjadi, dan dengan peran Puskesmas Sewon II sebagai fasilitator pemberdayaan bidang kesehatan.

Sambutan kedua disampaikan oleh Kepala Urusan Pelayanan Desa Bangunharjo, yang terus meminta kerjasama baik dari kader dan Puskesmas Sewon II untuk terus membangun Desa Bangunharjo yang sehat dan sejahtera. Hal ini agar tercapainya tujuan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Sambutan ketiga disampaikan oleh Kepala Puskesmas Sewon II, Hadi Pranoto, SKM.MPH. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan terimakasih atas bantuan dan kerjasama dari kader dan pemerintah Desa Bangunharjo yang selama ini selalu membantu program Puskesmas dan bekerjasama dalam membangun Desa yang lebih sehat. Disampaikan juga tentang gambaran kegiatan akreditasi yang telah selesai dilaksanakan pada tanggal 14 sampai dengan 16 September 2017. Dalam kesempatan ini, disampaikan juga mengenai masalah Puskesmas Sewon II yang dalam kegiatan pelayanan masih terganggu karena lahan yang kurang. Beberapa ruangan yang seharusnya ada (sesuai Permenkes No 75 tahun 2014) belum sepenuhnya ada, hal ini dikarenakan lahan yang ada belum mencukupi. Ruangan tersebut adalah; Ruang KIA (saat ini menempati rumah dinas), ruang sterilisasi alat, ruang MTBS, Ruang Promkes, Ruang Tunggu Sehat dan Ruang Tunggu Sakit yang kurang representative. Masalah ini baiknya diminta untuk segera mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Desa, melalui ibu Lurah, dan kepala urusan pelayanan untuk membahas di tingkat Desa, karena dana untuk pembangunan sudah ada dan disediakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, sedangkan masalah yang terjadi adalah masalah pembebasan tanah di sebelah timur Puskesmas Sewon II. Sebagai penutup, beliau menambahkan bahwa kinerja Puskesmas tentu belum dapat mencapai level sempurna, maka dari itu, Puskesmas meminta apabila ada saran dan kritikan dapat dikomunikasikan kepada Puskesmas langsung. Sehingga diharapkan kebutuhan masyarakat dapat tersalurkan dan terfasilitasi khususnya pada bidang pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh Puskesmas.

Setelah sambutan selesai, dilanjutkan dengan penyampaian materi pembinaan dari sanitarian Puskesmas Sewon II, Nunuk Endang P, AMKL. Materi tersebut berisi tentang Evaluasi kegiatan yang telah terlampaui. Terdapat juga kegiatan yang belum dapat terlaksana sesuai agenda, yaitu kegiatan outbond kader kesehatan, karena anggaran yang belum cair. Di samping itu, sanitarian juga menyampaikan tentang Reward Dusun di DB4MK, bahwasanya indicator penerima reward tidak akan mutlak seperti yang ada di dalam panduan untuk lebih meningkatkan daya saing antar dusun. Sebagai rencana tindak lanjut, pada pertemuan bulan Oktober, akan difokuskan pemberian materi tentang Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM), sebagai sosialisasi awal di tingkat kader Desa Bangunharjo, sehingga diharapkan beberapa dusun akan segera mengajukan pelatihan untuk selanjutnya dapat membentuk posbindu di masing-masing dusun.

Materi kedua disampaikan oleh bidan Desa Bangunharjo, Hartini Amd.Keb. Materi yang disampaikan adalah tentang review indicator DB4MK, terutama di situ banyak tentang masalah kehamilan dan kesehatan ibu dan anak. Diharapkan posyandu menjadi wadah bagi ibu hamil dalam memperiksakan dirinya, sekaligus menjadi tempat skrining awal masalah maternal.

Materi ketiga disampaikan oleh petugas promosi kesehatan (promkes) Izzuddien Sobri, S.Tr.Gz. Materi yang disampaikan adalah hasil survei Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di wilayah Puskesmas Sewon II yang sudah meningkat dibanding tahun lalu. Tahun 2017 ini capaian PHBS adalah 52.1%. Tetapi masih terdapat 3 masalah utama yang menyebabkan capaian PHBS rendah; 1. Aktivitas fisik, 2. Merokok di dalam rumah, 3. ASI Eksklusif. Aktivitas fisik menjadi indicator yang paling rendag capaiannya, karena memang dari segi indicator ini sangat tinggi standarnya, yaitu setiap anggota keluarga harus aktivitas fisik minimal 1 jam setiap hari. Kebiasaan merokok di dalam rumah juga masih tinggi, karena sikap dan kesadaran masyarakat yang masih rendah. Sedangkan untuk ASI Eksklusif, belum banyak terpantau dalam database Puskesmas.

Disamping menyampaikan capaian PHBS, petugas Promkes juga menyampaikan tentang social media sebagai sarana publikasi kegiatan di Puskesmas Sewon II sudah mulai aktif. Beberapa social media tersebut adalah; Facebook, yang dapat dengan nama : Puskesmas Sewon II (https://www.facebook.com/puskesmas.sewonii.3), sedangkan untuk halaman resmi di Facebook dengan nama: Puskesmas Sewon II (https://www.facebook.com/Puskesmas-Sewon-II-116466625713971/?ref=aymt_homepage_panel) yang dapat diakses oleh masyarakat. Sedangkan akun instagram dapat dicari pada ID: @sewon2promkes (https://www.instagram.com/sewon2promkes/) Sedangkan web Puskesmas Sewon II (https://puskesmas.bantulkab.go.id/sewon2/) masih selalu diupdate dan memohon bantuan masyarakat bila ada kegiatan yang ingin untuk dishare atau dipublikasikan.

Tambahan lain disampaikan oleh Agus Ruhari SKM menambahkan tentang penilaian strata posyandu yang akan dilakukan pada akhir tahun ini. Dalam kesempatan pertemuan ini juga, dibagikan poster untuk masing-masing posyandu. Poster ini adalah salah satu contoh media promosi kesehatan yang sudah terprogram dan merupakan media yang diproduksi dan pengadaan oleh dinas kesehatan. (Sobri)

FRESH Goes to SINOVIK

FRESH Goes to SINOVIK

 

Sewon (28/9). Inovasi adalah salah satu kewajiban yang harus dilakukan dan dikembangkan oleh setiap institusi dalam menyelesaikan masalah yang ada dan atau untuk meningkatkan capaian dan kinerja. Salah satu inovasi yang telah dilaksanakan di Puskesmas Sewon II adalah forum remaja Sehat atau biasa disebut FRESH. FRESH baru aktif dan dibentuk di Dusun Ngireng-ireng, Panggungharjo, Sewon, Bantul. Dalam programnya, FRESH bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap remaja tentang kesehatan reproduksi, sehingga dapat mencegah terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan (KTD).

Kehamilan tidak diinginkan di wilayah Puskesmas Sewon II tergolong yang tertinggi di Kabupaten Bantul, sehingga inovasi ini yang diangkat untuk dapat direplikasi dan dioptimalkan perannya di masyarakat. Bukan hanya sebagai wadah karangtaruna dalam menyebarluaskan informasi kesehatan reproduksi, FRESH telah berhasil mengantarkan bidan Puskesmas Sewon II, Yuhani,AMd.Keb menjadi petugas Kesehatan Teladan juara II di tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta. Selanjutnya, dalam artikel ini, FRESH juga termasuk ke dalam top 30, kompetisi inovasi pelayanan publik (sinovik) yang diadakan oleh Bagian Organisasi Pemerintah Kabupaten Bantul.

Presentasi dilakukan hari Rabu (20/9), dihadapan 6 juri yang berasal dari; Ombudsman RI wilayah Yogyakarta, Pengajar MAP UMY, Pemred Radar Jogja dan tim internal dari Kabupaten Bantul. FRESH dipresentasikan dengan nomor urut ke-19 atau nomor urut ke-4 pada hari tersebut. Semua dewan juri mengapresiasi inovasi ini karena dapat membantu meningkatkan peran masyarakat dalam menyelesaikan dan mencegah masalah di masyarakat sendiri. Presentasi dilakukan oleh Yuhani, Amd.Keb dan Izzuddien Sobri, S.Tr.Gz sebagai perwakilan petugas Puskesmas Sewon II.

Beberapa saran diberikan untuk perbaikan program FRESH, seperti; perlunya meningkatka produktivitas FRESH sehingga dapat ditambah pada sector ekonomi dan industry kreatif, merangkul dunia usaha dan atau sponsor apabila dibutuhkan untuk membangun kemandirian dari FRESH, sehingga tidak tergantung dengan dana dari Puskesmas atau Desa. Sehingga kedepannya diharapkan FRESH dapat tumbuh menjadi pemberdayaan masyarakat yang unggul dan dapat direplikasi di semua dusun di wilayah Puskesmas Sewon II pada khususnya dan Kabupaten Bantul pada umumnya.  (Sobri)

Kader Dibina, Masyarakat Sehat Sejahtera

Kader Dibina, Masyarakat Sehat Sejahtera

 

Sewon (28/9). Pembinaan kader posyandu di Desa Panggungharjo telah berhasil dilaksanakan melalui pertemuan kader bulanan. Kegiatan yang sedianya dilaksanakan tiap bulan ini telah dilaksanakan pada hari Selasa (26/9). Pembinaan ini dibuka dengan doa dan menyanyikan Mars Hidup Sehat. Nampak bahwa kader sangat bersemangat dalam menyanyikan Mars Hidup Sehat. Sambutan pertama disampaikan oleh Kepala Urusan Umum Desa Panggungharjo, yang terus meminta kerjasama baik dari kader dan Puskesmas Sewon II untuk terus membangun Desa Panggungharjo yang sehat dan sejahtera.

Sambutan kedua disampaikan oleh Kepala Puskesmas Sewon II, Hadi Pranoto, SKM.MPH. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan terimakasih atas bantuan dan kerjasama dari kader dan pemerintah Desa Panggungharjo yang selama ini selalu membantu program Puskesmas dan bekerjasama dalam membangun Desa yang lebih sehat. Disampaikan juga tentang gambaran kegiatan akreditasi yang telah selesai dilaksanakan pada tanggal 14 sampai dengan 16 September 2017. Sebagai penutup, beliau menambahkan bahwa kinerja Puskesmas tentu belum dapat mencapai level sempurna, maka dari itu, Puskesmas meminta apabila ada saran dan kritikan dapat dikomunikasikan kepada Puskesmas langsung. Sehingga diharapkan kebutuhan masyarakat dapat tersalurkan dan terfasilitasi khususnya pada bidang pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh Puskesmas.

Setelah sambutan selesai, dilanjutkan dengan penyampaian materi pembinaan dari sanitarian Puskesmas Sewon II, Nunuk Endang P, AMKL. Materi tersebut berisi tentang Evaluasi kegiatan yang telah terlampaui. Terdapat juga kegiatan yang belum dapat terlaksana sesuai agenda, yaitu kegiatan outbond kader kesehatan, karena anggaran yang belum cair. Di samping itu, sanitarian juga menyampaikan tentang kegiatan penilaian Kabupaten Sehat, yang pada awalnya hanya menilai Dusun Sorowajan sebagai perwakilan, ternyata penilai juga melakukan evaluasi tingkat Desa, sehingga repon cepat dari Perangkat Desa Panggungharjo patut diapresiasi.

Materi kedua disampaikan oleh petugas promosi kesehatan (promkes) Izzuddien Sobri, S.Tr.Gz. Materi yang disampaikan adalah hasil survei Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di wilayah Puskesmas Sewon II yang sudah meningkat dibanding tahun lalu. Tahun 2017 ini capaian PHBS adalah 52.1%. Tetapi masih terdapat 3 masalah utama yang menyebabkan capaian PHBS rendah; 1. Aktivitas fisik, 2. Merokok di dalam rumah, 3. ASI Eksklusif. Aktivitas fisik menjadi indicator yang paling rendag capaiannya, karena memang dari segi indicator ini sangat tinggi standarnya, yaitu setiap anggota keluarga harus aktivitas fisik minimal 1 jam setiap hari. Kebiasaan merokok di dalam rumah juga masih tinggi, karena sikap dan kesadaran masyarakat yang masih rendah. Sedangkan untuk ASI Eksklusif, belum banyak terpantau dalam database Puskesmas.

Disamping menyampaikan capaian PHBS, petugas Promkes juga menyampaikan tentang social media sebagai sarana publikasi kegiatan di Puskesmas Sewon II sudah mulai aktif. Beberapa social media tersebut adalah; Facebook, yang dapat dengan nama : Puskesmas Sewon II (https://www.facebook.com/puskesmas.sewonii.3), sedangkan untuk halaman resmi di Facebook dengan nama: Puskesmas Sewon II (https://www.facebook.com/Puskesmas-Sewon-II-116466625713971/?ref=aymt_homepage_panel) yang dapat diakses oleh masyarakat. Sedangkan akun instagram dapat dicari pada ID: @sewon2promkes (https://www.instagram.com/sewon2promkes/) Sedangkan web Puskesmas Sewon II (https://puskesmas.bantulkab.go.id/sewon2/) masih selalu diupdate dan memohon bantuan masyarakat bila ada kegiatan yang ingin untuk dishare atau dipublikasikan.

Tambahan lain disampaikan oleh kader, ibu Rukmini tentang Jaminan Persalinan (Jampersal) bagi keluarga miskin. Dilanjutkan diskusi oleh ahli gizi, Any Suryani, Amd.Gz tentang masalah partisipasi masyarakat yang rendah dalam penimbangan balita (D/S), untuk dusulkan reward bagi yang aktif hadir di posyandu. Sedangkan petugas promosi kesehatan, Agus Ruhari SKM menambahkan tentang penilaian strata posyandu yang akan dilakukan pada akhir tahun ini. (Sobri)

Imunisasi Pondok Pesantren Ar Ridho: Menuju Santri yang Sehat

Imunisasi Pondok Pesantren Ar Ridho: Menuju Santri yang Sehat

Sewon (28/9). Kampanye imunisasi Measles dan Rubella atau biasa disingkat menjadi Imunisasi MR, sedianya dilaksanakan pada sasaran balita 9 bulan  sampai anak-anak usia kurang dari 15 tahun baik laki-laki dan perempuan. Pada hari Rabu (27/9) telah dilaksanakan Imunisasi MR di Pondok Pesantren Ar Ridho secara terpadu. Kegiatan ini, awalnya akan dilaksanakan tanggal 30 Agustus, tetapi karena bersamaan dengan Puasa Arafah, maka disepakati untuk menunda pelaksanaan imunisasi.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh 2 tim Kesehatan Puskesmas Sewon II, yaitu tim Putra; M. Zaftran, AMd.Kep, Yudha PU, Agus Ruhari,SKM, Izzuddien Sobri,S.Tr.Gz dan Kepala Puskesmas Sewon II Hadi Pranoto, SKM.MPH. Sedangkan tim Putri; Yuhani, Amd.Keb, Sayidati Mufarokhah, Amd.Keb, Juni Astuti,S.ST dan Syamsih Haryani, Amd.Keb. Pembagian kelompok ini didasarkan oleh kebutuhan dan untuk menjaga kebaikan dari petugas dan sasaran.

Kedatangan Petugas sudah disambut dengan spanduk Kampanye MR didepan gedung pesantren putra maupun putri  dan ucapan selamat datang untuk tim MR Puskesmas Sewon II. Hal tersebut merupakan hal yang luar biasa sebagai bentuk dukungan terhadap program Kampanye MR. Sebuah peningkatan yang sangat signifikan dan sangat patut diberi apresiasi, karena di tahun sebelumnya pada setiap kegiatan Bulan imunisasi Anak sekolah /BIAS .cakupan imunisasi di Pondok Pesantren Ar Ridho kurang maksimal.

Mulai tahun ini, Ar Ridho telah menyiapkan segala hal terkait imunisasi, sehingga santri yang terdapat di Pondok Pesantren dapat terhindar dari penyakit menular dengan melakukan tindakan preventif dengan vaksin. Disamping penyediaan fasilitas ruang khusus untuk kegiatan imunisasi, ternyata penglola Pondok sudah mempersiapkan ice cream dan snack khusus bagi semua santri yang telah diimunisasi. Hal ini sangat patut diberi apresiasi atas upaya maksimal yang dilakukan pengelola.

Rencana dan upaya maksimal yang sudah dilakukan oleh pengelola terjawab dengan kehadiran petugas yang juga siap untuk melakukan imunisasi. Hal tersebut terjawab dengan hasil rekap sementara santri yang sudah diimunisasi sebanyak; santri putri 315 (tunda 23), santri putra 216 (tunda 10), dengan total 531 santri telah diimunisasi dan terdapat 33 santri yang ditunda imunisasi karena kesehatan. Merupakan cakupan yang sangat baik, yaitu 93.7%.

Data ini masih akan meningkat seiring imunisasi susulan yang akan dilaksanakan selanjutnya, menunggu waktu yang tepat setelah koordinasi lagi dengan pengelola pondok. Hal tersebuat juga tidak terlepas dari koordinasi intensif dan aktif antara PP Ar Ridho dengan Puskesmas Sewon II. Semoga imunisasi ini bermanfaat untuk para santri dan berlangsung baik terus di agenda imunisasi berikutnya. (Hany-Sobri)