AKREDITASI PUSKESMAS SEWON II, MENUJU PESONA YANG LEBIH BAIK

AKREDITASI PUSKESMAS SEWON II, MENUJU PESONA YANG LEBIH BAIK

Sewon, (17/9). Puskesmas Sewon II telah melewati tahap kunjungan/ observasi langsung dari tahap akreditasi Puskesmas oleh tim surveior dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Tahap ini adalah tahap yang paling ditunggu dan biasanya dirasa sebagai tahap yang paling menegangkan dan sulit, karena tim surveior akan melakukan verifikasi dan klarifikasi sesuai borang dan elemen penilaian dari panduan Akreditasi Puskesmas tahun 2016. Tahap lain yang meliputi persiapan dokumen (SK, surat tugas, SOP dan KAK) yang semuanya terpusat di kelompok kerja (pokja) administrasi manajemen (admen), pelaksanaan kegiatan pelayanan klinis di bagian pokja Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dan pelaksanaan pelayanan di masyarakat di bagian pokja Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) yang masing-masing melaksanakan tugas dan fungsi, diverifikasi atau dilihat kebenaran dokumen dengan pelaksanaan.

Tim surveior terdiri dari tiga orang pilihan yang ditugaskan oleh Kemenkes, yaitu; Rohani S.ST. M.Kes (surveior UKM sekaligus ketua tim survei), drg. Hedi Yuliza,M.Kes (surveior Admen) dan Dr.dr. Jacob Manuputty, MPH (surveior UKP). Pelaksanaan survei akreditasi ini berlangsung selama tiga hari, sejak hari Kamis, tanggal 14 sampai dengan hari Sabtu tanggal 16 September 2017. Dalam sambutan pembukaan, disampaikan oleh ketua tim surveior bahwa Puskesmas Sewon II merupakan Puskesmas atau Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) ke-1.507 yang dinilai di Indonesia. Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Dra Ninik Istitarini. Apt.MPH menyampaikan dalam sambutannya bahwa akreditasi Puskesmas ini didukung penuh oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul dan merupakan kewajiban bagi semua Puskesmas sehingga menghasilkan pelayanan yang terstandar terutama di Kabupaten Bantul.

Kepala Puskesmas Sewon II, Hadi Pranoto SKM. MPH juga menyatakan kesanggupan dan keberanian untuk dilakukan akreditasi, sebagai wujud kepatuhan terhadap Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014, bahwa setiap Puskesmas wajib diakreditasi secara berkala paling sedikit tiga tahun sekali dan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 46 Tahun 2015 tentang Akreditasi Puskesmas. Hal ini juga berkaitan dengan salah satu persyaratan kredensial sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS harus terakreditasi. Berdasarkan hal tersebut, memang semua Puskesmas harus lebih menata pelayanan yang terstandar sehingga tujuan akreditasi dapat tercapai.

Dalam mempersiapkan proses akreditasi, Puskesmas Sewon II telah membentuk tim sesuai kebutuhan dan sesuai dengan sumber daya manusia yang ada. Tim Mutu Puskesmas Sewon II diketuai oleh dr. Rini Pantja Setijani, Pokja Admen diketuai oleh drg. Tri Yuniastuti T.U.,M.Kes, Pokja UKM diketuai oleh Nunuk Endang Pujiati, AMKL, dan Pokja UKP diketuai oleh dr. Aliatul Muafiah. Ketua tim inilah yang mengoordinir petugas lain anggota tim dalam melaksanakan tugas sesuai dengan ketugasan dalam persiapan akreditasi. Dengan mengusung visi “Menjadi Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat yang Bermutu, Merata dan Terpercaya” dan dengan Motto PESONA, yang merupakang singkatan dari Profesional, Empati, Santun, Objektif, Normatif dan Amanah, diharapkan visi tersebut dapat tercapai. Harapan agar Motto PESONA juga dapat selalu menjadi refleksi dari semua karyawan Puskesmas Sewon II. (Sobri)

Kunjungan Tim Verifikasi Kabupaten Sehat di Glugo, Panggungharjo, Sewon, Bantul

KUNJUNGAN TIM VERIFIKASI KABUPATEN SEHAT

KE GLUGO PANGGUNGHARJO SEWON BANTUL

 

Sewon, Bantul (20/9). Siang itu suasana meriah sudah terlihat sejak pukul satu siang , semua kader kesehatan, ketua RT , tokoh masyarakat di dusun Glugo tampak berkumpul di rumah Bapak Kepala Dukuh Glugo Bapak Damanhuri dalam rangka ingin ikut menyambut tim verifikasi Kabupaten sehat dari Jakarta yang akan datang mengunjungi dusun mereka .

Tim verifikasi yaitu ibu Eli Setyowati , SKM ,MKES dari Direktorat Kesehatan lingkungan Kementrian Kesehatan Jakarta tampak puas dengan berbagai kegiatan kesehatan yang sudah dilaksanakan di pedukuhan Glugo . Secara singkat pak dukuh , pak Lurah , Natural leader , dan Sanitarian Puskesmas Sewon II  memaparkan kegiatan kesehatan apa saja yang ada di sana . Mulai dari pengelolaan sampah yang sudah menghasilkan kerajinan yang indah , pengelolan kebun gizi untuk mencegah balita dan bumil kurang gizi , Kawasan bebas asap rokok , gerakan dan komitmen untuk membatasi pemakaian plastik untuk menyelamatkan bumi ( BATIK GO GREEN ) , dan dusun STBM dimana semua pilar STBM sudah dilaksanakan di sini .

Tampak hadir dan mendampingi tim verifikasi ada Kapala Dinas Kesehatan yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Bp Bambang Agus Subekti , SKM ,MPH , Ketua Forum Komunikasi Kabupaten Sehat Bantul dan bebarapa anggotanya , Bapak Camat Sewon Bp . Danang Irwanto , SSi dan semua jajaran Muspika dari Polsek dan Koramil , Kepala KUA Sewon , Koordinator PLKB , Kepala Puskesmas Sewon II bersama sanitarian , promkes dan nutrisionis. Sementara dari desa hadir pak Lurah dan jajarannya  .

Yang paling mempesona tim pada kunjungan verifikasi malam itu adalah keterangan pak Lurah tentang pengelolaan Bumdes yang bisa dipantau setiap hari perkembangannya karena sudah berbasis android , juga tentang proses pengelolaan minyak goreng bekas dengan tehnologi tepat guna . Sementara hal lain masukan dari Tim adalah bahwa penyusunan perencanaan kerja tim sangat diperlukan karena 70 % keberhasilan program tergantung dari perencanaan yang baik.

Kerjasama yang baik lintas sektoral, dari Kecamatan Sewon, Pemerintah Desa, Muspika, Puskesmas Sewon II dan masyarakat menjadi kunci dalam peningkatan kualitas SDM dalam pengelolaan Desa, Kecamatan untuk mendukung Kabupaten yang sehat. (nep)

 

Sosialisasi dan Penyuluhan ABAT, Pengetahuan Meningkat, Sikap Positif Mengikuti

Sosialisasi dan Penyuluhan ABAT, Pengetahuan Meningkat, Sikap Positif Mengikuti

Bulan Agustus tahun ini adalah waktu penyelenggaraan Sosialisasi dan Penyuluhan ABAT bagi fasilitas pendidikan di Sewon II. Pada tanggal 15 Agustus dilaksanakan Sosialisasi dan Penyuluhan ABAT di SMK Pelita Buana, sedangkan tanggal 16 Agustus dilaksanakan di SMA Muhammadiyah Sewon. Antusiasme sangat nampak dari peserta, hal ini terlihat dari kehadiran. Untuk SMK Pelita Buana yang awalnya direncanakan 40 siswa, ketika pelaksanaan dihadiri sekitar 60 siswa. Sedangkan di SMA Muhammadiyah Sewon, rencana awalnya 40 siswa, lalu dihadiri sekitar 52 siswa.

Acara diawali dengan pretest (test awal) untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa/ peserta sebelum diberikan materi penyuluhan ABAT. Setelah itu, penyampaian materi dari narasumber : Agus Ruhari, SKM dan Izzuddien Sobri, S.Tr.Gz (keduanya merupakan petugas Promosi Kesehatan Puskesmas Sewon II).

Penyampaian Materi

1. Masa Remaja

Masa remaja adalah masa antara anak-anak menuju ke masa dewasa. Masa ini bukanlah artinya remaja bukan lagi anak-anak dan belum mencapai waktu dewasa. Usia ini antara 11-20 tahun. Ada banyak hal yang bisa dilakukan dalam masa ini. Sebagain besar dilakukan dalam hal positif dengan olahraga, belajar mencapai prestasi akademik dan prestasi nonakademik. Tetapi pada masa ini banyak yang terlena dengan melakukan hal negatif.

2. Bahaya Pornografi

Masa remaja dipenuhi dengan keingintahuan dan keinginan untuk mencoba hal baru. Salah satunya adalah pornografi, yang merupakan bahaya laten. Pornografi dapat menjadi candu. Hal ini dimulai dari pertama kali seseorang melihat yang mengarah ke pornografi. Pertama, orang tersebut merasa jijik, hal ini terjadi karena mengaktifkan hormon dopamin di bagian otak. Dopamin tersebut merupakan hormon yang membuat merasa senang, tenang, menuju ke Pre Frontal Cortex (PFC, bagian otak yang hanya dimiliki oleh manusia). Lama kelamaan orang tersebut akan meminta lagi, untuk merasa senang. Hal ini bila berlanjut dapat menyebabkan ketagihan dan menjadikan orang tersebut menjadi pelanggan pornografi seumur hidup. Kerusakan otak akibat NAPZA adalah 3 bagian, sedangkan kerusakan otak akibat pornografi adalah 5 bagian.

3. HIV

Seringnya menonton pornografi dapat merangsang keinginan untuk melakukannya. Apabila hal tersebut terjadi, maka dapat meningkatkan risiko terjadinya sex bebas (free sex), sex tanpa kondom, dan perilaku menyimpang seksual lainnya. Perilaku ini dapat menyebabkan terjadinya penularan HIV/ AIDS. HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Viruz, yang dapat menularkan penyakit Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). Penularan HIV dapat terjadi dengan 2 cara utama; kontak darah dengan penderita HIV (melalui transfusi darah, jarum suntik, perlukaan darah penderita masuk ke tubuh nonpenderita) dan cairan kelamin (hubungan sex, perilaku sex menyimpang, perlukaan saat hubungan sex dengan penderita).

4. NAPZA

NAPZA adalah singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat adiktif lainnya. NAPZA adalah bahan / zat yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan / psikologi seseorang (pikiran, perasaan dan perilaku) serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan psikologi. Narkotika menurut UU RI No 22 / 1997, Narkotika, yaitu zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. Psikotropika yaitu zat atau obat, baik alami maupun sintesis bukan narkotik yang berkhasia psikoaktif melalui pengaryh selektif pada susunan saraf dan menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku

5. Bahaya Rokok

Rokok merupakan salah satu golongan barang yang mengandung zat adiktif, sehingga rokok dapat menyebabkan ketergantungan (adiksi). Zat adiktif terbanyak di rokok adalah dari nikotin, sedangkan zat lain yang dominan adalah dari tar, dan karbon monoksida. Zat tar dan karbon monoksida yang banyak digunakan di perindustrian dengan fungsi sebagai bahan baku textil. Kedua zat ini memiliki efek negatif merusak tubuh, sehingga semakin banyak frekuensi mengonsumsinya, maka semakin tinggi tingkat kerusakan tubuh diakibatkan oleh rokok. Di dalam rokok juga tertulis “Merokok Membunuhmu” dan atau “Merokok dapat menyebabkan kanker, impoten, gangguan janin dan kematian” hal itu adalah dampak buruk dari rokok.

Setelah Materi disampaikan oleh narasumber, peserta diwajibkan untuk mengerjakan soal posttest, sebagai bahan evaluasi pengetahuan pasca kegiatan penyuluhan ABAT.

Penyuluhan dan sosialisasi ABAT ditutup dengan berdoa bersama dan pesan untuk menghindari rokok, pornografi, NAPZA dan sex bebas. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan generasi muda tentang bahaya pornografi, rokok, NAPZA dan HIV.

Minggu kedua di bulan Agustus ini, kegiatan difokuskan pada pelajar Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruhan. Agenda selanjutnya di Sekolah Menengah Pertama/ sederajat akan dilaksanakan di akhir bulan Agustus, berbarengan dengan kegiatan imunisasi MR. Sekolah yang masuk menjadi sampel sasaran adalah SMP N 2 Sewon dan MTS N Gondowulung.

Semoga dengan kegiatan ini, masyarakat semakin cerdas dan bijak dalam bertindak. Save Our Following Generation Start from Our Generation. (Sobri)

Tahukah Anda Imunisasi MR : Measles Rubella?

Apakah Vaksin ini Halal?

Seperti dilansir di berita Kompas, bahwa Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Daerah Istimewa Yogyakarta, drg Pembayun Setyaningastutie, M.Kes telah mengkonfirmasi bahwa vaksin ini dijamin Halal. Dalam kegiatan sosialisasi ini, bahkan Dinkes DIY telah bekerja sama dengan perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY untuk menggandeng dan berdialog dengan beberapa sekolah yang menolak pemberian vaksin ini. ( http://regional.kompas.com/read/2017/07/28/13490721/dinas-kesehatan-diy-jamin-vaksin-imunisasi-mr-halal )

SOSIALISASI DAN KAMPANYE IMUNISASI MEASLES RUBELLA

SEWON. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Imunisasi Salah satu pertimbangan diperbaharuinya Permenkes dinyatakan  bahwa Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 42 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Imunisasi perlu disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan hukum. Berdasarkan kebutuhan tersebut, mulai tahun 2017 akan diadakan kampanye fase pertama 3 vaksin baru untuk melengkapi pemberian imunisasi vaksin dasar lengkap yang meliputi: Measles dan Rubela (MR), Japanese Encephalitis (JE) dan Pnemokukus. Hal ini ditegaskan Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Nila Moeloek, Sp.M (K) pada Rapat Kerja Menkes dengan Komisi IX DPR RI di Ruang Rapat Komisi IX DPR RI, Jakarta, Senin (30 Januri 2017).

Menurut Menkes, imunisasi MR diberikan untuk melindungi anak Indonesia dari penyakit kelainan bawaan seperti gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, kelainan jantung dan retardasi mental yang disebabkan adanya infeksi rubella pada saat kehamilan.

Dalam rangka menindaklanjuti peraturan dan kebijakan pemerintah tersebut, Puskesmas Sewon II bergegas untuk segera melaksanakan Kampanye dan Sosialisasi Imunisasi MR dengan melakukan rapat koordinasi (rakor) dengan Kepala Sekolah Taman Kanak-Kanak di wilayah kerja Puskesmas Sewon II sebanyak 27 TK. Berdasarkan rapat koordinasi tersebut, diperoleh kesepakatan untuk melakukan sosialisasi langsung kepada wali murid yang terbagi menjadi 4 hari, sebagai berikut:

  1. Tanggal 6 Juli 2017 bertempat di Rumah Belajar Modern yang dihadiri oleh 160 wali murid.
  2. Tanggal 27 Juli 2017 bertempat di Aula SKB yang dihadiri oleh 180 wali murid.
  3. Tanggal 28 Juli 2017 bertempat di Balai Desa Panggungharjo yang pada hari tersebut diadakan untuk dua kali pertemuan dengan alokasi masing-masing pertemuan dihadiri oleh sekitar 500 wali murid.
  4. Tanggal 29 Juli di masjid SD Sinar Putih yang dihadiri oleh sekitar 310 wali murid.

Sehingga dalam 4 hari tersebut, Petugas Puskesmas Sewon II yang dikomando oleh Bidan Puskesmas dan Dokter telah melakukan sosialisasi pada 1650 orang wali murid.

Pelaksanaan kampanye vaksin MR akan menyasar anak usia 9 bulan <15 tahun dan kemudian diikuti dengan pengenalan (introduksi) imunisasi Rubella kedalam program imunisasi nasional memakai vaksin MR menggantikan vaksin campak yang selama ini dipakai. Introduksi vaksin MR ini diberikan pada anak umur 9 bulan, 18 bulan dan kelas 1 SD/sederajat. Sedangkan Sasaran Vaksin MR ini adalah mulai bayi umur 9 bulan, hingga remaja berusia 15 tahun. Secara Nasional, pelaksanaan kegiatan ini dibagi dalam 2 fase yaitu fase 1 dilaksanakan tahun 2017 di semua Provinsi di Pulau Jawa. Fase 2 dilaksanakan di seluruh provinsi di luar pulau Jawa. Selanjutnya, vaksin ini akan menjadi bagian dari vaksin wajib dalam Program Imunisasi Dasar Lengkap.

(Hany-Sobri)

Pelaksanaan Sosialisasi MR dengan Wali Murid

Pelaksanaan Sosialisasi MR dengan Wali Murid

Pelaksanaan Sosialisasi MR dengan Wali Murid

Pelaksanaan Sosialisasi MR dengan Wali Murid

Spanduk Imunisasi MR di Balai Desa Panggungharjo

Pelaksanaan Sosialisasi MR dengan Wali Murid

Pelaksanaan Sosialisasi MR dengan Wali Murid

Pelaksanaan Sosialisasi MR dengan Wali Murid saat penyampaian materi oleh dr. Rini

Pelaksanaan Sosialisasi MR dengan Wali Murid

Pelaksanaan Sosialisasi MR dengan Wali Murid

TETAP SEHAT SELAMA PUASA

Bulan Romadhon , bulan yang sangat dinanti oleh seluruh umat Islam di dunia .

Saat bulan Romadhon pula bertebaran penjual makanan minuman dadakan yang menjual makanan beraneka rasa dan warna .

Berikut akan kami paparkan beberapa hal yang perlu diwaspadai dalam memilih makanan minuman yang aman

Permasalahan keamanan pangan

  1. Karena cemaran mikroba, hal ini karena rendahnya kondisi hygiene dan sanitasi ( penjual , tempat ,alat , bahan )
  2. Karena cemaran kimia ( tercemar oleh bahan kimia tertentu karena kondisi lingkungan yang tidak sesuai / tercemar )
  3. Penyalahgunaan bahan berbahaya ( formalin , boraks )
  4. Penggunaan bahan tambahan pangan ( BTP ) yang melebihi batas syarat yang diijinkan

CIRI CIRI MAKANAN TERCEMAR

  1. Mikroba

Hindari makanan yang disimpan pada suhu antara 10 – 60 derajat celcius

Hindari makanan basi , berjamur , berlendir .

  1. Kimia

Tidak tampak secara fisik makanan yang tercemar karena bahan kimia.

Ke hati – hatian memilih makanan menjadi hal terpenting.

  1. Mengandung Bahan berbahaya

  1. BTP melebihi batas persyaratan

TIPS MEMILIH MAKANAN KEMASAN :

  1. Cek kondisi kemasan
  2. Cek Lebel ( Daftar BPOM , Tanggal Kadaluwarsa, Label Halal )
  3. Cek komposisi
  4. Cek Visual

TIPS MEMILIH MAKANAN SEGAR

 

PANDEYAN , DUSUN PEMBERDAYAAN TERPADU KESEHATAN

Minggu pagi tanggal 7 mei 2017 , halaman Monumen perjuangan TNI Aangkatan udara yang berada di dusun Pandeyan ramai dipadati oleh banyak kader kesehatan sedesa Bangunharjo , lintas sector kec Sewon , Tokoh masyarakat desa Bangunharjo , dan Puskesmas Sewon II

Pada pagi hari itu diadakan kegiatan launching beberapa kegiatan pemberdayaan yang telah secara intensif dilakukan oleh Puseksmas Sewon II di wilayah dusun itu  diantaranya :

  1. Deklarasi Kawasan tidak merokok di dalam rumah

Pandeyan khususnya di RT 3 sudah menyatakan bahwa wilayahnya sepakat bahwa tak ada warganya yang merokok di dalam rumah untuk menghormati hak udara sehat bagi orang yang tidak merokok , ibu hamil , bayi balita dan orang yang rentan terhadap bahaya asap rokok . Kegiatan ini ditandai dengan penyerahan sertifikat oleh Bapak Camat Sewon Bp Kwintarto Heru Prabowo , SSos kepada bp Ketua RT 03 Bp Walijo

Diharapkan dengan adanya kesepakatan ini kualitas udara dalam rumah menjadi lebih baik dan Perilaku hidup bersih sehat dari sisi pesan  tidak merokok di dalam rumah dapat lebih meningkat

  1. Pengelolaan sampah padat Rumah Tangga

Sampah menjadi masalah serius di dusun Pandeyan, dengan pendampingan yang intensif dan terus menerus dari petugas sanitarian Puskesmas Sewon II akhirnya terwujudlah kesepakatan untuk mengelola sampah rumah tangga yang ditimbulkan di masing masing rumah , kegiatan awal yang dilakukan adalah dengan memilah nya menjadi 3 bagian utama yaitu samaph organic ( yang kemudian dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk ) , Sampah Residu ( yang harus dibuang di TPA ) , dan sampah daur ulang yang kemudian akan dikelola secara bijaksana untuk kepentingan bersama  dan lebih bermanfaat . Kegiatan pengelolaan ini dinamai SEMENJAK 45

Maksudnya sehat dengan mengelola sampah secara bijak di RT 4,5

  1. Launching Posbindu PTM

Kegiatan yang diawali dengan sosialisasi tentang penyakit tidak menular yang dimotori oleh petugas PTM sri Tri Murwaningsih akhirnya berhasil mewujudkan lahirnya sebuah Posbindu PTM yang digerakkan oleh pada pemuda Karang taruna sebagai kadernya . Posbindu yang mereka beri nama BARASTA  mulai aktif berjalan sejak Mei 2017 . Semoga keberdaannya bisa mendeteksi lebih awal dan mencegah kejadian penyakit tidak menular lewat kegiatan screening dan promosi hidup sehat

  1. Launching Taman Buah dan sayur

Dibawah koordinasi dan pendampingan dari petugas gizi Puskesmas Sewon II Any Suryani , maka muncullah kegiatan untuk menanan buah sayur di lahan milik pemerintah desa yang ada di Pandeyan , hasil Taman ini digunakan untuk menambah kesejahteraan balita di posyandu . Ada banyak macam buah dan sayur yang ditanam . Taman ini mereka beri nama TAMAN SABU ORGANIK

  1. Launching Taman Tanaman obat

Bersebelahan dengan Taman Sabu Organik masyarakat Pandeyan juga melakukan kegiatan penananaman tanaman obat untuk keluarga , back to nature berobat dengan obat tradisional di kebun TAMBATAN untuk pertolongan pertama

  1. Pendampingan bagi keluarga orang dengan  gangguan jiwa

Ada beberapa keluarga di dusun Pandeyan yang memiliki anggota keluarga ODGJ ( orang dengan gangguan jiwa ) . Untuk memastikan bahwa ODGJ tidak dipasung , minum obat secara teratur , hidup lebih terarah maka petugas kesehatan jiwa Puskesmas sewon II Kastuti melakukan kegiatan dan pelatihan bagi keluarga , kader , dan masyarakat sekitar penderita untuk peduli kepada ODGJ . Denag kegiatan EMPING KANJI  ( Pendampingan keluarga gangguan jiwa ) diharapkan ODGJ tidak terkucil dan dianggap mengganggu masyarakat

  1. Pemeliharaan kesehatan mandiri oleh para pekerja informal

Beberapa warga Pandeyan mempunyai usaha yang melibatkan beberapa karyawan , didampingi oleh petugas UKK Puskesmas Sewon II Emy Widiati , mereka dilatih beberapa kegiatan agar pada pekerja tetap bisa sehat melakukan kegiatan pekerjaannya  dan tetap BARASKAR  ( Bagas Waras iso Makarya )  

  1. Gerakan santun dan peduli usila

Kader Usila di dusun Pandeyan punya jadwal yang terencana untuk mengunjungi para usila di wilayahnya , memperdulikan atau sekedar menanya kabar , dan mengingatkan untuk rajin mengikuti kegiatan di Posyandu usila yang sudah ada . Kegiatan SURUH SIMBAH  ( Sowan ngaruhke simbah ) ini diharapkan bisa menjadi sarana yang bagus untuk generasi muda lebih menyayangi dan menghgormati orang tua

  1. Launching Ambulan dusun

Diawali dari kesediaan Takmir Masjid An Nuur untuk mengikhlaskan kendaraannya dipakai  untuk kepentingan kesehatan seperti merujuk orang sakit , melayat , mengangkut jenazah , dan yang lebih khusus  untuk  mengantar bumil , dengan ditempeli siker RODA BERPUTAR UNTUK KESELAMATAN UMAT agar lebih terlihat sebagai ambulan dusun.

Daftar acara pada launching dusun pemberdayaan terpadu tersebut adalah:

  1. Pembukaan
  2. Sambutan Kepala Desa Bangunharjo
  3. Sambutan Kepala Kecamatan Sewon
  4. Launching Dusun Pemberdayaan Terpadu
  5. Launching ambulan dusun
  6. Game and fun

(Sobri)

Senam Sehat

Keceriaan saat Game

Penempelan Sticker Ambulan Dusun

Launching Program Dusun Pemberdayaan Terpadu

Pemberian Sticker Ambulan Dusun

Waqaf Ambulan Dusun

DUCA SERA (BERAWAL DARI SEHAT AGAR SEJAHTERA)

 

Minggu pagi  tanggal 23 April 2017 Dusun Cabeyan salah satu dusun di wilayah Desa Panngungharjo tampak ramai dengan berbagai kegiatan dalam rangka lounching beberapa kegiatan kaitan dengan kesehatan .

Kegiatan yang merupakan kerjasama manis antara Puskesmas Sewon II dan PKK Desa Panggungharjo , didukung penuh oleh pemerintah Desa Panggungharjo serta melibatkan RBG Rumah zakat tersebut merupakan wujud peran serta masyarakat dalam upaya pembangunan kesehatan menuju masyarakat sehat dan sejahtera .Dihadiri oleh Bapak dan Ibu Bupati Bantul , Bapak dan Ibu Camat Sewon serta Muspika dan kepala instansi, Bapak dan Ibu Lurah Desa Panggungharjo , Perwakilan dinas Kesehatan Bantul ,dan semua unsure masyarakat Cabeyan mulai dari anak anak sampai orang tua .

Kegiatan tersebut diberi nama DUCASERA ( Dusun Cabeyan Sehat Sejahtera ) dengan berbagai agenda kegiatan diantaranya :

  1. Jalan Sehat keliling dusun
  2. Penandatanganan komitmen dan deklarasi tidak merokok di dalam rumah
  3. Penandatanganan komitmen dan deklarasi pengelolaan sampah rumah tangga
  4. Penanaman buah dan sayur di kebun dan pekarangan rumah
  5. Lounching pelaksanaan Posbindu

Dengan peran serta masyarakat , keterlibatan tokoh masyarakat maka cita cita pembangunan kesehatan bisa lebih cepat terwujud . (Sobri)

Penandatangan Deklarasi Tidak Merokok oleh Bupati Bantul

Penyerahan Papan Posbindu

Sambutan istri Bupati Bantul

DUSUN UNGGULAN KESEHATAN LINGKUNGAN

Kesibukan kecil terlihat sejak pagi hari itu Selasa tanggal 18 April 2017 di rumah Bp Dukuh Sorowajan . Pagi itu Sorowajan yang bersih dan sehat akan menerima tamu Tim penilai calon Tenaga Kesehatan teladan tingkat DIT th 2017 . Sorowajan terpilih mendampingi Sanitarian Puskesmas Sewon II , Nunuk Endang Pujiati, AMKL karena telah terwujud sebagai kawasan yang telah melaksanakan deklarasi Dusun STBM  ( Sanitasi Total Berbasis Masyarakat ) dengan pelaksanaan 5 pilar yang sudah baik ,karena proses pendampingan panjang yang dilakukan oleh sanitarian bersama tokoh masyarakat dan lintas sector .

5 pilar tersebut meliputi :

  1. Semua warga sudah Stop Buang air besar sembarangan
  2. Perilaku cuci tangan pakai sabun sudah membudaya
  3. Pengolalaan air minum dan makanan rumah tangga yang baik
  4. Pengelolaan sampah rumah tangga yang baik
  5. Pengelolaan limbah cair rumah tangga yang baik

Selain itu ada beberapa inovasi yang dikembangkan disana oleh Nunuk Endang Pujiati diantaranya

  1. Ada deklarasi dan komitmen untuk upaya membatasi pemakaian plastic ,gerakan ini dinamai dengan BATIK GO GREEN
  2. Pengembangan kearifan local dengan memanfaatkan daun sirih untuk mencuci tangan
  3. Gerakan bersama menanam sereh untuk upaya menjauhkan nyamuk dari lingkungan
  4. Menampung semua limbah bekas minyak goreng untuk kemudian dikelola di Bank Tigor milik BUMDes Panggungharjo Lestari
  5. Mengelola dengan bijak sampah rumah tangga bekerja sama dengan BUM Des dan hasilnya untuk kepentingan masyarakat sekitar dengan lebih baik ( Bank dan sedekah Sampah )
  6. Melatih dan menggerakkan anak anak usia SD untuk ikut peduli dan memantau jentik dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit demam berdarah ,namanya ADINDA ( Anak anak peduli Demam berdarah )

Dalam kesempatan tersebut hadir para tokoh masyarakat dan lintas sector yang selama ini telah bekerja bersama dan akan tetap bersama mewujudkan Panggungharjo STBM tahun 2019 diantaranya ; Camat Sewon , Muspika Sewon , Kepala instansi ke kec Sewon ,Lurah Desa Panggungharjo , Lurah Desa Bangunharjo , PKK Kec Sewon , PKK Desa Panggungharjo dan Bangunharjo ,RBG Rumah Zakat , Direktur Bank Sampah , Direktur Akbid Yo , Kader STBM se Desa Panggungharjo dan tentunya yang selama ini telah selalu bekerja keras bersama Nunuk Endang Pujiati mewujudkan Sorowajan STBM yaitu Kepala Dusun , Kader Kesehatan , Pak RT , dan semua tokoh masyarakat Sorowajan .

Deklarasi Batik Go Green

Deklarasi STBM

Tas Sampah Pilah

Tas Batik Go Green

Jelantah

HUBUNGAN SANITASI DEPOT AIR MINUM DENGAN KUALITAS AIR MINUM YANG DIHASILKAN

Bantul, Kesehatan Lingkungan – Jumat (31/3) Tenaga Kesehatan Lingkungan Puskesmas Sewon II mengadakan Inspeksi Kesehatan Lingkungan Depot Air Minum (DAM) yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sewon II. Inspeksi DAM dilakukan oleh Nunuk Endang Pujiati, AMKL pada tahun 2016 sebanyak 20 DAM. Inspeksi DAM ditindak lanjuti dengan pemeriksaan kualitas air minum dari DAM. Menurut Permenkes Nomor 13 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Lingkungan kegiatan yang salah satunya dilakukan dalam bentuk inspeksi. Selain itu air minum juga harus memenuhi Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492/Menkes/Per/IV/2010, dimana air minum harus memenuhi persyaratan tingkat kontaminasi nol/100 ml sampel untuk keberadaan bakteri E.coli. selain itu persyaratan air minum dalam kemasan diatur sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) nomor SNI-01-3553-2006 dimana air minum selain harus memenuhi  persyaratan mikrobiogis yaitu bebas dari bakteri patogen. Hiegine sanitasi adalah upaya kesehatan untuk mengurangi atau menghilangkan faktor – faktor yang menyebabkan terjadinya pencemaran terhadap air minum dan sarana yang digunakan untuk proses pengolahan, penyimpanan dan pembagian air minum.

Hasil dari inspeksi kesehatan lingkungan DAM dengan kualitas air parameter mikrobiologi di 20 DAM yang terdapat di wilayah kerja Puskesmas Sewon II adalah

    Kualitas Parameter Mikrobiologi
Memenuhi Syarat Tidak Memenuhi Syarat
Hasil IS Memenuhi Syarat 15 2
Tidak Memenuhi Syarat 1 2

 

Dapat diketahui dari table di atas hasil inspeksi yang tidak memenuhi syarat dan kualitas parameter mikrobiologi tidak memenuhi syarat sebanyak 2 damiu. Berdasarkan hasil pemeriksaan kualitas air direkomendasikan untuk melakukan upaya perbaikan kualitas yang meliputi hygiene sanitasi peralatan, personil dan lingkungan sekitar tempat produksi, pembersihan dan sterilisasi gallon, lamanya pemberian sinar UV, waktu (lamanya) pencucian galon. Selain itu pengelola sebaiknya menggunakan air sumber dari mata air supaya beban filter instalasi tidak berat. Kondisi hygiene karyawan DAM masih perlu perhatian yaitu kebiasaan tidak mencuci tangan sebelum melaksanakan pekerjaan, tidak memeriksakan kesehatannya secara rutin setiap 6 bulan sekali dan tidak memakai pakaian khusus kerja. Kondisi sanitasi bangunan dan alat pengolahan pengeolahan DAM secara umum baik, namun yang perlu diperhatikan adalah keberadaan fasilitas sanitasi seperti tempat cuci tangan berikut perlengkapannya, dimana seluruh DAM tidak menyediakan.

Upaya yang dapat dilakukan oleh masyarakat/ pembeli air DAM

  1. harus memperhatikan hasil pemeriksaan sampel air minum yang biasanya di tempel di dinding atau di kaca instalasi pengisian.
  2. Apabila hasil pemeriksaan sampel sudah melewati masa berlaku, maka dimohon konsumen untuk mengingatkan kepada pengelola DAM memeriksakan kualitas air kembali ke Laboratorium Dinas Kesehatan Bantul lewat petugas puskesmas.