Serasa dapat Kehormatan Khusus dikunjungi DPRD dari KUDUS

12736180_518346581659279_1724940737_nBaru – baru ini Puskesmas serasa  mendapatkan sebuah kehormatan yang bisa dikatakan khusus karena biasanya mendapatkan tamu study banding itu dari teman sejawat yaitu Dinas Kesehatan / Puskesmas lain, akan tetapi ini adalah tamu dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dari Kabupaten Kudus. Ada  hal yang sungguh menarik pada saat sambutan dari Bapak Kepala Bidang Pelayanan kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten Bantul beliau dr.T.Bintarto HS, M.Kes. yaitu bahwa pada sekarang Kabupaten Bantul yang terdiri dari 17 Kecamatan, 75 desa , 933 dusun ini dengan jumlah penduduk 930.955 jiwa ini mempunyai 27 Puskesmas salah satunya adalah Puskesmas Srandakan Bantul dan 67 Puskesmas Pembantu sedang dalam usaha untuk mewujudkan apa yang menjadi  VISI Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bantul 2016 – 2020 yaitu ” Terwujudnya masyarakat Kabupaten Bantul yang sehat, cerdas, dan sejahtera, berlandaskan nilai – nilai kemanusiaan, nasionalisme dan relijius dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI )”. Adapun Peningkatan akses Pelayanan Kesehatan yang telah dilakukan diantaranya :

* Layanan sore / malam hari

* RSD Pratama ( dalam proses )

* Klas Utama

* BESS ( Bantul Emergensi Servis Senter ) bekerja sama dengan PMI Kabupaten Bantul

* Puskesmas PONED ( Puskesmas Srandakan, Sanden, Sedayu 1, Piyungan, Banguntapan2, Dlingo 1 dan Puskesmas Imogiri 1.

Pada kesempatan ini Bapak Bowo dari DPRD Kabupaten Kudus mengungkapkan ketertarikan beliau tentang BESS yang mana ini adalah program menarik menurut beliau di mana jika ada kecelakaan di jalan biasanya pasien diantar dengan mobil Polisi tapi ini siapapun bisa mengaksesnya dengan mudah yaitu dengan telp. PMI Bantul dan menjelaskan posisi kecelakaan ada di mana tak lama kemudian ambulance BESS sudah akan meluncur di TKP. Jika hal tersebut dapat diterapkan di Kudus untuk ke depannya akan banyak membantu banyak fihak.

Disamping itu ada pertanyaan juga yang ditujukan kepada Kepala Puskesmas Srandakan Bantul yaitu dokter Anugrah Wiendyasari yaitu mengapa Puskesmas ini bisa menjadi Puskesmas terbaik khususnya di DIY ini. Dokter Anugrah menjelaskan bahwa Predikat terbaik bisa kami capai itu karena atas kerjasama semua fihak. Pada intinya kita komitmen untuk menyelesaiakan urusan – urusan secara kekeluargaan, kemudian mulai kita bangun sistem dalam intansi ini. Dengan sistem yang baik inilah yang nantinya akan memudahkan kita dalam mencapai tujuan dan apa yang dicita-citakan.

Acara diskusi cukup menarik dan diakhiri dengan pertukaran  kenang – kenangan baik dari Puskesmas Srandakan Bantul maupun dari DPRD KUDUS yang mana ini adalah tali kasih yang sangat mengesan dalam sejarah dan akan menjadi goresan tinta yang akan dikenang dimasa – masa yang akan datang.

Study Banding ditutup dengan tinjauan lapangan yaitu Bapak dan Ibu dari DPRD Kudus melihat langsung pelayanan , sarana dan prasarana yang ada di Puskesmas Srandakan Bantul ( mth-red )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *