NYAMUK PENULAR DBD DAN DAMPAK FOGGING

KAPAN kita CURIGA DENGUE?

Kemungkinan Dengue  (Tersangka Dengue)

  • Demam, ditambah “DUA” dari kriteria berikut:
  • Anoreksia dan mual
  • Ruam / flushing ( muka kemerahan)
  • Nyeri – nyeri dan sakit
  • Leukopenia
  • Uji bendung/ RL (+)
  • Dijumpai tanda peringatan

Riwayat tinggal di daerah endemis, ada tetangga di lingkungan tempat tinggal menderita / meninggal karena DBD, bepergian ke daerah endemis.

  • Untuk fogging fokus, yaituradius lebih kurang 100 m2 dibutuhkan 60 liter solar dan 3 liter insektisida. ( Bila mobil solar rasio 1 liter per 5 km = menempuh 300 km).
  • Polusi 300 km hanya terkonsentrasi 100m2. pekatnya polusi yang ditimbulkan akibat pelaksanaan fogging.

 

  • Dampak fogging pada lingkungan :
    • Banyak polutan (zat pencemar) yang dihasilkan oleh mesin fogging
    • Polutan mencemari makanan, air minum dan lingkungan rumah setelah difogging
    • Kepuasan semu pada warga, sehingga merasa aman dan tidak melakukan PSN (pemberantasan sarang nyamuk).
    • Resistensi terhadap insektisida
      • SO2 di udara jika terkena air hujan menyebabkan hujan asam.

      Unsur N dan C menyumbang terjadinya efek rumah kaca karena terkumpul di lapisan luar atmosfir dan membalikkan sinar matahari yang dipantulkan dari bumi sehingga meningkatkan panas bumi.

      • Kandungan malathion menyebabkan kelainan saluran cerna (gastrointestinal) dan bagi wanita hamil yang ter-papar malathion risiko kelainan gastrointestinal pada anaknya 2,5 kali lebih besar.
      • Paparan malation mengakibatkan leukemia pada anak-anak, aplastik anemia, gagal ginjal, dan defek pada bayi baru lahir.
      • Berperan dalam kerusakan gen dan kromosom, kerusakan paru serta penurunan sistem kekebalan tubuh.

      Penelitian juga menyimpulkan malation mempunyai peran terhadap 28 gangguan pada manusia, mulai dari gangguan gerakan sperma hingga kejadian hiperaktif

      • SO2 bersifat korosif menyebabkan iritasi alat pernapasan dan mata
      • Hasil pembakaran solar di mesin fogging me-nimbulkan polusi di antaranya karbon monoksida (CO), Nitrat, Nitrit (NO2, NO3) dan Sulfur dioksida (SO2).
      • CO lebih agresif mengikat Hemoglobin (Hb) di dalam darah 200X lebih kuat dibanding Oksigen (O2) menjadi HbCO. NO2, NO3 juga lebih agresif mengikat Hb di dalam darah menjadi HbNO2 atau HbNO3 seharusnya Hb berfungsi mengikat O2 menjadi HbO2.
      • Keracunan CO, NO2 atau NO3 menjadi kekurangan O2. Akibat kekurangan O2 kesehatan juga terganggu.
      • Pestisida sulit diurai di alam maupun di dalam tubuh sehingga akan terakumulasi dan menimbulkan dampak di antaranya :–pembentukan sel-sel kanker (Carcinogenic),–kerusakan gen keturunan (Mutagenic),

        –kelahiran anak cacat (Teratogenic),

        –keguguran (Embriotoxin),

        –kematian bayi (Fetotoxin),

        –kerusakan sperma/mandul (Spermatotoxin),

        –kerusakan hati, lambung, ginjal, sistem kekebalan dan keseimbangan hormon,

        –kerusakan syaraf (Neurotoxin) meliputi gangguan ingatan, sulit berkonsentrasi, perubahan kepribadian, kelumpuhan, kehilangan kesadaran dan koma

 

Insektisida

Konsentrasi campuran adalah :

1 liter insektisida dicampur dengan 30 liter solar

Tidak Efisien

  • Biaya besar ± Rp. 1.900.000 untuk fogging radius 200 meter
  • Tenaga yang cukup banyak
  • Daya bunuhnya hanya 1 – 2 hari. “patah tumbuh hilang berganti”, ribuan jentik siap dewasa
  • Pengalaman fogging di Bontang dan jakarta tidak ada penurunan kasus signifikan
  • Pemakaian terus menerus terjadi resistensi terhadap insektisida
  • evaluasi lebih cermat antara risiko dan benefit kegiatan fogging

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *