Gerakan Masyarakat Peduli Gawat Darurat tepi Pantai oleh Maria Layung S.SiT

Latar belakang pemberdayaan masyarakat :

  1. Kebijakan pemerintah propinsi DIY yang tertuang dalam renstranya menyebutkan bahwa wilayah selatan merupakan kawasan strategis dalam proses pembangunan ke depan dan hal tersebut sudah dimulai dengan dibangunnya JJLS di sepanjang pantai selatan
  2. Tingginya angka kunjungan wisatawan di Pantai Baru yang secara tidak langsung membuka peluang usaha bagi masyarakat tepi pantai
  3. Potensi munculnya permasalahan kesehatan kegawatdaruratan tepi pantai sehubungan dengan para pekerja dan wisatawan yang berkunjung
  4. Tingginya kasus kecelakaan laut yang berakhir dengan kematian dan hanyut sepanjang tahun 2016
  5. Jarak pantai dan fasilitas kesehatan yang melayani 24 jam cukup jauh yaitu kurang lebih 6 – 7 km
  6. Dalam SPGDT ( Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu ) yang dicanangkan pemerintah pada tahun 2000 disebutkan bahwa ada 4 faktor yang menentukan keberhasilan dalam tatalaksana kegawatdaruratan :

a. Kecepatan penemuan korban.

b. Kecepatan pertolongan korban.

c. Kemampuan dan kualitas penolong.

d. Kecepatan meminta pertolongan.

Maria ” PANTAS ” jadi duta GADAR Pantai Yogyakarta

 Srandakan News, Seperti kita ketahui bahwa dalam lima tahun ke depan Yogyakarta sepanjang wilayah selatan akan semakin ramai dengan kerumunan masyarakat dan pendatang dari dalam wilayah maupun luar wilayah. Hal ini sudah mulai dirasakan saat ini sejak dikumandangkannya akan ada pembangunan Bandara Yogyakarta di Kulon Progo dan juga rancangan Jalan Jalur Lintas Selatan yang sudah merebak di media sosial dua tahun terakhir ini. Tidak bisa dipungkiri lagi masyarakat tidak usah disuruh sudah mulai menaikkan harga – harga tanah sekitar khususnya di jalan lintas propinsi sepanjang jalan Srandakan yang ini hanya terlewati lalu lintas Yogyakarta – Kulon Progo rata – rata tanah dihargai 2 juta / meter perseginya.

Terkait perubahan – perubahan di atas tentu saja akan membawa pengaruh terhadap 3 masalah yang sering muncul di masyarakat yaitu masalah kesehatan , pendidikan dan juga kesejahteraan masyarakat sekitar baik mengarah kepada peningkatan maupun justru akan mengalami penurunan jika tidak diimbangi dengan Sumber Daya Manusia ( SDM ) dari berbagai elemen yaitu pemerintah , pihak swasta maupun dari masyarakat itu sendiri mau dan mampu untuk menerima perubahan tersebut. Karena apa ? Sebab dengan adanya beberapa fasilitas publik yang dibangun sudah ” pasti ” akan membawa daya tarik orang untuk melihat , mencari ataupun melakukan aktivitas diri dimana bisa menikmati 5 S ( bukan singkatan budaya kerja Puskesmas Srandakan ; Senyum, Salam, Sapa, Sopan & Santun ) di bawah ini :

  1. Sie : laut. Analisa saat ini laut menjadi salah satu obyek wisata yang tak kalah menarik untuk dikunjungi
  2. Sun : matahari . Seperti halnya di kota Bali masyarakat dari Sabang sampai Merauke bahkan mancanegara akan berkunjung ke Bali demi melihat terbit dan tenggelamnya matahari.
  3. Send : pasir. Benda ini juga banyak diminati, punya daya tarik sendiri yang mana pasti ada di sekitar pantai  dan menjadi salah satu tujuan wisatawan dalam maupun luar negri yaitu ingin melihat pasir
  4. Sauvenir. Sudah tidak ditanya lagi berbarengan dengan makin banyaknya pengunjung maka masyarakat akan makin kreatif dalam melakukan produksi dan penjualan yang mana jelas – jelas akan menjadi dongkrak peningkatan ekonomi masyarakat sekitar pantai jika dikelola dengan baik
  5. Sex :  tidak bisa dipungkiri hal ini juga akan muncul bersama – sama dengan perkembangan yang lain – lainnya.

Karena kelima hal tersebut di atas dan semuanya berhubungan dengan manusia maka perlu adanya peningkatan SDM khususnya dalam hal ” Penanganan Gawat Darurat ” .Karena untuk tahun – tahun ke depan hal signifikan yang mayoritas meningkat tajam itu adalah wilayah pantai selatan maka dibutuhkan kesiapan dari semua elemen sehingga sangatlah tepat jika karyawan Puskesmas Srandakan Maria Layung Sari,S.SiT seorang sarjana perawat melakukan pemberdayaan pada masyarakat pantai selatan dalam hal Gawat Darurat ( GADAR ) Pantai yang mana ini sewaktu – waktu bisa terjadi apalagi dalam kurun waktu dua sampai lima tahun ke depan akan semakin banyak masyarakat yang berkunjung di wilayah pantai selatan Yogyakarta maupun para nelayan yang memang sudah dalam kesehari – hariannya berada di lingkungan pantai ini dalam rangka menangkap ikan. Karena wilayah air jadi memang rawan adanya kecelakaan laut, tenggelam , jatuh, tiduran di pasir tergilas motor boot, bermain terseret ombak dan lain sebagainya. Dengan adanya kemampuan dan tehnik dalam penanggulangan  gawat darurat pantai ini masyarakat lebih siap dalam melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan laut sebelum dilakukan rujukan ke fasilitas kesehatan terdekat ( mth-red )