Skrining anemia cek darah (Hb) di Posyandu Remaja “Anggita” Gunung Saren Kidul, Trimurti, Srandakan

Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) di Puskesmas Srandakan dilaksanakan secara menyeluruh kepada semua lapisan masyarakat mulai dari ibu hamil, bayi, balita, anak sekolah, remaja, dewasa dan lansia. Pada hari Minggu, 24 Desember 2017 pukul 16.00 WIB telah dilaksanakan skrining anemia cek darah (Hb) di Posyandu Remaja “Anggita” Gunung Saren Kidul, Trimurti, Srandakan . Kegiatan ini dilakukan Puskesmas Srandakan secara terpadu bekerja sama dengan lintas sektor yaitu:
-petugas laboran Etika Dian Citrawati,AMd yang melakukan cek Hb
-petugas Gizi Heni Dawati,S.Tr.Gz yang memberikan edukasi dan bimbingan teknis
-bidan desa Trimurti Endang Sri Sukamti,AMd.Keb yang memberikan motivasi demi keberlangsungan kegiatan
-Babinsa Desa Trimurti yang memberikan sosialisasi tentang NAPZA pada remaja
Dusun Gunung Saren Kidul merupakan salah satu dusun yang menjadi sample program inovasi Puskesmas Srandakan “DUMADAK”.Jumlah remaja Karang Taruna Gunung Saren Kidul yaitu 35 orang terdiri dari 20 remaja putri dan 15 remaja putra yang setiap Posyandu Remaja hadir semua. Pada skrining kali ini sejumlah 20 remaja putri di cek Hb semua dan diketahui 4 orang menderita anemia sehingga dapat dikatakan prevalensi anemia rematri sebesar 20%.Selanjutnya 4 remaja putri yang menderita anemia diberikan konseling oleh petugas gizi dan diberikan tablet besi (Fe) untuk diminum setiap harinya sebagai upaya kuratif dan remaja putri lain yang tidak menderita anemia minum tablet besi (Fe) bersama setiap minggunya untuk pencegahan atau upaya preventif. Tugas dari kader remaja yaitu mendampingi dan mengedukasi remaja putri yang menderita anemia dalam kepatuhan minum obat dan perbaikan konsumsi pangan sehari-hari yang tinggi protein dan Fe sesuai dengan pedoman gizi seimbang. Selanjutnya remaja putri yang menderita anemia tersebut akan dilakukan cek darah (Hb) ulang 4 bulan yang akan datang, direncanakan pada bulan April 2018 untuk mengevaluasi sembuh atau tidak.(Heni Dawati, 2017)

Pertemuan Kader Bulan Desember

Setiap bulan Puskesmas Srandakan mengagendakan pertemuan rutin kader kesehatan se-Kecamatan Srandakan. Pada hari Rabu, 27 Desember 2017 bertempat di Aula Puskesmas Srandakan telah dilaksanakan rapat kader yang dihadiri oleh 44 kader Posyandu. Dalam rakor kader ini disampaikan beberapa materi, antara lain:
– klarifikasi srtata kemandirian Posyandu dan persiapan PIS-PK oleh Tri Dewi Damasyanti,SKM
– rencana penggalangan komitmen kader posuandu oleh Heni Dawati,S.Tr.Gz
– Konfirmasi data ibu hamil dan persalinan oleh Endang Sri Sukamti,AMd.Keb (Bides Trimurti) dan Warismi,AMd.Keb (Bides Poncosari)
Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin komunikasi dan membahas masalah kesehatan yang ada di masyarakat dengan pemerintah secara langsung. Di dalam pertemuan ini juga dilaksanakan evaluasi kegiatan kesehatan di masyarakat pada bulan berjalan dan merencanakan kegiatan yang akan dilaksanakan pada bulan berikutnya.(Heni Dawati, 2017)

Gerakan Binaan Dusun ” GASBINSUN “

Puskesmas sebagai pelayan kesehatan di tingkat pertama memiliki berbagai macam strategi dalam melayani masyarakat di wilayahnya. Puskesmas Srandakan memiliki inovasi dalam pelayanan luar gedung yaitu Gerakan Binaan Dusun “GASBINSUN”. Dalam program ini seluruh karyawan Puskesmas harus terlibat dengan dibagi menjadi 6 kelompok gasbinsun. Setiap kelompok dikoordinatori oleh dokter, perawat dan bidan senior yang memiliki tanggung jawab 7 hingga 8 dusun binaan dalam setahun. Setiap bulan bidan desa membuat jadwal gasbinsun dan setiap pelaksanaan gasbinsun sudah menjadi tanggung jawab masing-masing kelompok. Tugas dan fungsi gasbinsun ini adalah:
-penyuluhan kesehatan sesuai kondisi wilayah binaan (promotif)
-pemantauan dan pendampingan kesehatan masyarakat risiko tinggi (kuratif)
-pelayanan puskesmas keliling (kuratif)
-kunjungan rumah pasien pengobatan (rehabilitatif)
-identifikasi kebutuhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan (perencanaan)
Respon masyarakat dalam kegiatan gasbinsun ini sangat baik karena saling mendapatkan manfaat (simbiosis mutualisme) dengan kerja sama yang baik. Pada bulan Desember 2017 Puskesmas Srandakan melaksanakan 8 kegiatan gasbinsun yaitu:
•Rabu,06 Desember 2017 di Dusun Koripan, Poncosari
•Kamis,07 Desember 2017 di Dusun Puluhan Lor, Trimurti
•Selasa,12 Desember 2017 di Dusun Kukap, Poncosari
•Selasa,12 Desember 2017 di Dusun Besole, Poncosari
•Kamis,14 Desember 2017 di Dusun Bibis, Poncosari
•Jumat,15 Desember 2017 di Dusun Godegan, Poncosari
•Sabtu,16 Desember 2017 di Dusun Klurahan, Trimurti
•Senin,18 Desember 2017 di Dusun Gunung Saren Kidul, Trimurti
(Heni Dawati,2017)

Skrining anemia cek darah (Hb) di Posyandu Remaja Talkondo, Poncosari

Menindaklanjuti dari program pemberdayaan yang dilakukan oleh Sie Kesga-Gizi Dinkeskab Bantul di Kecamatan Srandakan. Maka pada hari Sabtu, 16 Desember 2017 pukul 20.00 WIB telah dilaksanakan Posyandu Remaja dengan pendampingan oleh petugas Puskesmas Srandakan yaitu skrining anemia cek darah (Hb) di Posyandu Remaja Talkondo, Poncosari.Kegiatan ini dilakukan oleh petugas laboran Puskesmas Srandakan Etika Dian Citrawati,AMd dan petugas Gizi sebagai penanggung jawab program ini Heni Dawati,S.Tr.Gz. Selain menjadi sample program pemberdayaan masyarakat Dusun Talkondo merupakan salah satu dusun yang juga menjadi sample program inovasi Puskesmas Srandakan “DUMADAK”.Jumlah remaja Karang Taruna Besole yaitu 55 orang terdiri dari 28 remaja putri dan 17 remaja putra, pada skrining kali ini sejumlah 28 remaja putri di cek Hb semua dan diketahui 14 orang menderita anemia sehingga dapat dikatakan prevalensi anemia rematri Dusun Talkondo sebesar 50 %.Selanjutnya 14 remaja putri yang menderita anemia diberikan konseling oleh petugas gizi dan diberikan tablet besi (Fe) untuk diminum setiap harinya sebagai upaya kuratif dan remaja putri lain yang tidak menderita anemia minum tablet besi (Fe) bersama setiap minggunya untuk pencegahan atau upaya preventif.Tugas dari kader remaja yaitu mendampingi dan mengedukasi remaja putri yang menderita anemia dalam kepatuhan minum obat dan perbaikan konsumsi pangan sehari-hari yang tinggi protein dan Fe sesuai dengan pedoman gizi seimbang.Selanjutnya remaja putri yang menderita anemia tersebut akan dilakukan cek darah (Hb) ulang 4 bulan yang akan datang, direncanakan pada bulan April 2018 untuk mengevaluasi sembuh atau tidak.(Heni Dawati, 2017)

Continue reading

Skrining Anemia cek darah (Hb) di Posyandu Remaja Besole

Pada hari Sabtu, 02 Desember 2017 pukul 20.00 WIB telah dilaksanakan skrining anemia cek darah (Hb) di Posyandu Remaja Besole, Poncosari Srandakan.Kegiatan ini dilakukan oleh petugas laboran Puskesmas Srandakan Etika Dian Citrawati,AMd dan petugas Gizi sebagai penanggung jawab program ini Heni Dawati,S.Tr.Gz.Dusun Besole merupakan salah satu dusun yang menjadi sample program inovasi Puskesmas Srandakan “DUMADAK”.Jumlah remaja Karang Taruna Besole yaitu 52 orang terdiri dari 27 remaja putri dan 15 remaja putra yang setiap Posyandu Remaja hadir semua.Pada skrining kali ini sejumlah 27 remaja putri di cek Hb semua dan diketahui 10 orang menderita anemia sehingga dapat dikatakan prevalensi anemia rematri sebesar 37,04%.Selanjutnya 10 remaja putri yang menderita anemia diberikan konseling oleh petugas gizi dan diberikan tablet besi (Fe) untuk diminum setiap harinya sebagai upaya kuratif dan remaja putri lain yang tidak menderita anemia minum tablet besi (Fe) bersama setiap minggunya untuk pencegahan atau upaya preventif.Tugas dari kader remaja yaitu mendampingi dan mengedukasi remaja putri yang menderita anemia dalam kepatuhan minum obat dan perbaikan konsumsi pangan sehari-hari yang tinggi protein dan Fe sesuai dengan pedoman gizi seimbang.Selanjutnya remaja putri yang menderita anemia tersebut akan dilakukan cek darah (Hb) ulang 4 bulan yang akan datang, direncanakan pada bulan April 2018 untuk mengevaluasi sembuh atau tidak.(Heni Dawati, 2017)

Kesiapsiagaan Bencana Puskesmas Srandakan

Adanya badai siklon tropis cempaka maupun dahlia memberikan dampak hujan deras di seluruh wilayah Yogyakarta dari tanggal 27 s/d 28 November 2017.Dampak hujan deras tersebut di Kecamatan Srandakan terjadi banjir di beberapa wilayah yaitu Dusun Kuwaru, Ngentak, Krajan, Karang, Bodowaluh, Sambeng 3,Besole, dsb.Langkah yang diambil oleh Puskesmas Srandakan dengan adanya bencana tersebut melakukan inspeksi di wilayah terjadi bencana meliputi pendataan bayi, balita, ibu hamil dan lansia juga data penderita diare atau penyakit lain akibat banjir serta sarana air bersih.Selain itu juga mengoptimalkan fasilitas kesehatan dengan memberikan obat-obatan sementara, biscuit serta memberikan penyuluhan pencegahan penyakit melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) situasi bencana dan pertolongan pertama penyakit akibat banjir seperti diare, Demam Berdarah Dengue (DBD), leptospirosis, dsb.Inspeksi dilaksanakan oleh petugas Puskesmas Srandakan bersama dengan lintas sektor setiap hari untuk memantau perkembangan wilayah dari tanggal 28 s/d 30 November 2017.Petugas puskesmas yang hadir antara lain:
– Hendro Cahyono,AMd.KL (Ka.TU)
– drg.Kristinawati (program UKGM)
– Novita Anandika,AMd.KL (Kesling)
– Warismi,AMd.Keb (Bidan Desa Poncosari)
– Tri Dewi Damasyanti,SKM (Promkes)
– Parwati,AMd.Kep (Survelens)
– Heni Dawati,S.Tr.Gz (Nutrisionis)
Seluruh petugas Puskesmas diterjunkan secara bergantian sesuai dengan tupoksi masing-masing untuk melaksanakan pemantauan wilayah setempat. (Heni Dawati,2017) 

Pelayanan Gawat Darurat Puskesmas srandakan

Puskesmas Srandakan sebagai ujung tombak pelayanan dasar melaksanakan pelayanan prima pada perseorangan maupun masyarakat.Pelayanan yang cepat dan tepat itu yang harus dipenuhi oleh seluruh unit pelayanan Puskesmas Srandakan demi memenuhi harapan klien. Pada hari Kamis,30 November 2017 pukul 14:00 WIB poli Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Srandakan mendapat telepon dari warga bahwa ada kasus kecelakaan seorang bapak-bapak tertimpa kanopi dan luka pada panggul sehingga tidak dapat bergerak apalagi berdiri dan berjalan.Dengan sigap dan cepat petugas Puskesmas Srandakan Triana Agustina Wulandari,AMd.Kep (perawat) dan Ponijo (driver) menggunakan ambulan mendatangi lokasi dengan membawa perlengkapan pertolongan pertama.Setelah dilakukan pemeriksaan pasien kemungkinan mengalami patah tulamg panggul dan harus mendapat pertolongan segera demi menyelamatkan nyawanya.Langkah yang diambil Puskesmas adalah merujuk pasien ke RS Panembahan Senopati dengan menggunakan ambulan dan pertolongan pertama di dalam ambulan yaitu pasang oksigen dan diberikan obat anti nyeri.Sampai di RS Panembahan Senopati pasien diterima dengan baik dan langsung ditangani diUGD.(Heni Dawati, 2017)

Upaya Kesehatan Gigi Sekolah Puskesmas Srandakan

Beberapa tahun belakangan ini terjadi kenaikan masalah kesehatan gigi pada anak sekolah yaitu karies gigi.Hal ini yang melatarbelakangi program Upaya Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) Puskesmas Srandakan untuk membentuk kader dokter gigi kecil di 16 Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Srandakan.Upaya inovatif dalam pengkaderan siswa ini disambut baik oleh UPTD, seluruh kepala Sekolah Dasar (SD) dan lintas sektor.Sebagai langkah pertama dalam pemberdayaan siswa ini pada hari Sabtu,28 Oktober 2017 dilakukan pelatihan dokter gigi kecil bertempat di Aula Puskesmas Srandakan dengan peserta 16 siswa.Materi yang disampaikan pada pelatihan ini, yaitu:
– Masalah gigi dan mulut oleh drg.Kristinawati
– Perawatan gigi dan praktik deteksi dini masalah gigi oleh Samilah,AMd.KG
– Makanan yang merusak gigi dan teknik komunikasi (konseling dan penyuluhan) oleh Heni Dawati,S.Tr.Gz
Tujuan dari pelatihan adalah membekali pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan dokter gigi kecil dalam deteksi dini masalah gigi, perawatan gigi serta pertolongan pertama saat sakit gigi di sekolah secara mandiri.Sebelum diberikan pelatihan seluruh kader dokter gigi kecil mengerjakan soal pra-test, begitu juga setelah selesai pelatihan mengerjakan soal post-test.Hasil dari pra-test peserta yang menjawab benar sebesar 48,75% dan hasil post-test meningkat tajam sebesar 93,13%.Sehingga dapat disimpulkan dengan adanya pelatihan ini meningkatkan pengetahuan siswa yang menjadi kader dokter gigi kecil.Di akhir acara kader dokter gigi kecil diberikan blangko Rencana Tindak Lanjut (RTL) dari sekolah masing-masing setelah selesai pembentukan dan pelatihan dokter gigi kecil tersebut.(Heni Dawati, 2017)

Rapat Koordinasi Kader Bulan November Puskesmas Srandakan

Pada hari Kamis,30 November 2017 bertempat di Aula Puskesmas Srandakan telah dilaksanakan Rapat Koordinasi Kader Posyandu yang dihadiri oleh 44 kader Posyandu se-Kecamatan Srandakan.Dalam rakor kader ini disampaikan beberapa hal, antara lain:
– materi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) situasi bencana oleh Tri Dewi Damasyanti,SKM
– materi Leptospirosis, Demam Berdarah Dengue (DBD) dan diare oleh Novita Anandika,AMd.KL
– materi EPPGB dan distribusi PMT-P biscuit untuk ibu hamil dan balita oleh Heni Dawati,S.Tr.Gz
– swiping imunisasi MR oleh Windarti,AMd.Keb
– Konfirmasi data ibu hamil dan persalinan oleh Endang Sri Sukamti,AMd.Keb
Kegiatan rapat koordinasi kader merupakan agenda rutin yang dilaksanakan Puskesmas Srandakan setiap bulannya.Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin komunikasi membahas masalah kesehatan yang ada di masyarakat dengan pemerintah.Di dalam pertemuan ini juga dilaksanakan evaluasi kegiatan kesehatan di masyarakat pada bulan berjalan dan merencanakan kegiatan yang akan dilaksanakan pada bulan berikutnya.(Heni Dawati, 2017)

Kelas Ibu Hamil Puskesmas Srandakan

Kelas ibu hamil merupakan agenda rutin yang harus dilaksanakan oleh Puskesmas seluruh Indonesia setiap tahunnya.Dikarenakan kelas ibu hamil merupakan sarana untuk belajar bersama tentang kesehatan bagi ibu hamil dalam bentuk tatap muka dalam kelompok yg bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu hamil mengenai kehamilan, persalinan, perawatan nifas serta perawatan bayi baru lahir. Di Puskesmas Srandakan kelas ibu hamil dilaksanakan setahun 3 kali secara rutin yang difasilitasi oleh bidan desa.Pada bulan November tahun 2017 ini kelas ibu hamil dilaksanakan dari tanggal 25 hingga 27 dengan dibagi 2 kelompok yaitu ibu hamil Desa Poncosari di Pustu Singgelo difasilitasi oleh Warismi,AMd.Keb dan ibu hamil Desa Trimurti di Aula Puskesmas Srandakan difasilitasi oleh Endang Sri Sukamti,AMd.Keb dan Suryanti,AMd.Keb. Adapun ibu hamil yang ikut kelas adalah ibu dengan umur kehamilan 20 s/d 32 minggu dengan alasan pada umur kehamilan ini kondisi ibu sudah kuat, tidak takut terjadi keguguran.Kader posyandu diikutsertakan dalam kelas ibu hamil ini karena bertugas sebagai pendamping ibu hamil dan motivator di wilayahnya.Ada 3 kelas yang harus dilalui dalam kelas ibu hamil ini, meliputi:
– Kelas bumil pertemuan pertama yaitu materi kehamilan, perubahan tubuh dan keluhan serta perawatan kehamilan
– Kelas bumil pertemuan kedua tentang persalinan dan perawatan nifas
– Kelas bumil pertemuan ketiga tentang perawatan bayi
– Pertemuan hari terakhir dilaksanakan senam ibu hamil
Selain rangkaian materi tersebut bahan yang penting dipersiapakan adalah kuosioner pengetahuan tentang kesehatan ibu hamil dan dilakukan pra-test dan post-test sehingga dapat diukur manfaat dari kelas ibu hamil tersebut.(Heni Dawati, 2017