Pelatihan Pemberian Makanan Balita dan Anak ( PMBA )

Pemberian Makanan Bayi dan Anak sesuai standar emas yaitu Inisiasi Menyusu Dini (IMD), ASI Eksklusif, MP-ASI dan ASI sampai dengan 2 tahun atau lebih masih menjadi tantangan di Indonesia, oleh karena itu untuk memperluas cakupan pemberian makan bagi bayi anak sesuai standar Puskesmas Srandakan bekerjasama dengan TP PKK Kecamatan Srandakan mengadakan pelatihan bagi Kader PMBA. Yang dilaksanakan pada hari Jumat Tanggal 29 September 2017 Di Aula Puskesmas Srandakan, yang di ikuti oleh 44 Peserta. (hen)

Gerakan Masyarakat Peduli Gawat Darurat tepi Pantai oleh Maria Layung S.SiT

Latar belakang pemberdayaan masyarakat :

  1. Kebijakan pemerintah propinsi DIY yang tertuang dalam renstranya menyebutkan bahwa wilayah selatan merupakan kawasan strategis dalam proses pembangunan ke depan dan hal tersebut sudah dimulai dengan dibangunnya JJLS di sepanjang pantai selatan
  2. Tingginya angka kunjungan wisatawan di Pantai Baru yang secara tidak langsung membuka peluang usaha bagi masyarakat tepi pantai
  3. Potensi munculnya permasalahan kesehatan kegawatdaruratan tepi pantai sehubungan dengan para pekerja dan wisatawan yang berkunjung
  4. Tingginya kasus kecelakaan laut yang berakhir dengan kematian dan hanyut sepanjang tahun 2016
  5. Jarak pantai dan fasilitas kesehatan yang melayani 24 jam cukup jauh yaitu kurang lebih 6 – 7 km
  6. Dalam SPGDT ( Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu ) yang dicanangkan pemerintah pada tahun 2000 disebutkan bahwa ada 4 faktor yang menentukan keberhasilan dalam tatalaksana kegawatdaruratan :

a. Kecepatan penemuan korban.

b. Kecepatan pertolongan korban.

c. Kemampuan dan kualitas penolong.

d. Kecepatan meminta pertolongan.

Maria ” PANTAS ” jadi duta GADAR Pantai Yogyakarta

 Srandakan News, Seperti kita ketahui bahwa dalam lima tahun ke depan Yogyakarta sepanjang wilayah selatan akan semakin ramai dengan kerumunan masyarakat dan pendatang dari dalam wilayah maupun luar wilayah. Hal ini sudah mulai dirasakan saat ini sejak dikumandangkannya akan ada pembangunan Bandara Yogyakarta di Kulon Progo dan juga rancangan Jalan Jalur Lintas Selatan yang sudah merebak di media sosial dua tahun terakhir ini. Tidak bisa dipungkiri lagi masyarakat tidak usah disuruh sudah mulai menaikkan harga – harga tanah sekitar khususnya di jalan lintas propinsi sepanjang jalan Srandakan yang ini hanya terlewati lalu lintas Yogyakarta – Kulon Progo rata – rata tanah dihargai 2 juta / meter perseginya.

Terkait perubahan – perubahan di atas tentu saja akan membawa pengaruh terhadap 3 masalah yang sering muncul di masyarakat yaitu masalah kesehatan , pendidikan dan juga kesejahteraan masyarakat sekitar baik mengarah kepada peningkatan maupun justru akan mengalami penurunan jika tidak diimbangi dengan Sumber Daya Manusia ( SDM ) dari berbagai elemen yaitu pemerintah , pihak swasta maupun dari masyarakat itu sendiri mau dan mampu untuk menerima perubahan tersebut. Karena apa ? Sebab dengan adanya beberapa fasilitas publik yang dibangun sudah ” pasti ” akan membawa daya tarik orang untuk melihat , mencari ataupun melakukan aktivitas diri dimana bisa menikmati 5 S ( bukan singkatan budaya kerja Puskesmas Srandakan ; Senyum, Salam, Sapa, Sopan & Santun ) di bawah ini :

  1. Sie : laut. Analisa saat ini laut menjadi salah satu obyek wisata yang tak kalah menarik untuk dikunjungi
  2. Sun : matahari . Seperti halnya di kota Bali masyarakat dari Sabang sampai Merauke bahkan mancanegara akan berkunjung ke Bali demi melihat terbit dan tenggelamnya matahari.
  3. Send : pasir. Benda ini juga banyak diminati, punya daya tarik sendiri yang mana pasti ada di sekitar pantai  dan menjadi salah satu tujuan wisatawan dalam maupun luar negri yaitu ingin melihat pasir
  4. Sauvenir. Sudah tidak ditanya lagi berbarengan dengan makin banyaknya pengunjung maka masyarakat akan makin kreatif dalam melakukan produksi dan penjualan yang mana jelas – jelas akan menjadi dongkrak peningkatan ekonomi masyarakat sekitar pantai jika dikelola dengan baik
  5. Sex :  tidak bisa dipungkiri hal ini juga akan muncul bersama – sama dengan perkembangan yang lain – lainnya.

Karena kelima hal tersebut di atas dan semuanya berhubungan dengan manusia maka perlu adanya peningkatan SDM khususnya dalam hal ” Penanganan Gawat Darurat ” .Karena untuk tahun – tahun ke depan hal signifikan yang mayoritas meningkat tajam itu adalah wilayah pantai selatan maka dibutuhkan kesiapan dari semua elemen sehingga sangatlah tepat jika karyawan Puskesmas Srandakan Maria Layung Sari,S.SiT seorang sarjana perawat melakukan pemberdayaan pada masyarakat pantai selatan dalam hal Gawat Darurat ( GADAR ) Pantai yang mana ini sewaktu – waktu bisa terjadi apalagi dalam kurun waktu dua sampai lima tahun ke depan akan semakin banyak masyarakat yang berkunjung di wilayah pantai selatan Yogyakarta maupun para nelayan yang memang sudah dalam kesehari – hariannya berada di lingkungan pantai ini dalam rangka menangkap ikan. Karena wilayah air jadi memang rawan adanya kecelakaan laut, tenggelam , jatuh, tiduran di pasir tergilas motor boot, bermain terseret ombak dan lain sebagainya. Dengan adanya kemampuan dan tehnik dalam penanggulangan  gawat darurat pantai ini masyarakat lebih siap dalam melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan laut sebelum dilakukan rujukan ke fasilitas kesehatan terdekat ( mth-red )

Sekilas kata Terbentuknya POS UKK Pantai Baru dan Kwaru

14389841_1262022303858491_635744245_nSrandakan News; Kabupaten Bantul yang secara geografis dari sebelah selatan dibatasi oleh Pantai Selatan yang merupakan perbatasan Negara Republik Indonesia dan di bagian pojok wilayah Kabupaten Bantul terdapat sebuah Kecamatan Srandakan yang wilayah kerjanya sampai pada pantai selatan yaitu Pantai Baru dan Kwaru pada khususnya yang mana mau tidak mau , siap tidak siap harus senantiasa menciptakan masyarakat yang SEHAT seperti halnya apa yang tertera pada VISI dan MISI Kabupaten Bantul yaitu :

  VISI Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Bantul yang sehat, cerdas, dan sejahtera, berdasarkan nilai-nilai keagamaan, kemanusiaan, dan kebangsaan dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)”.

Secara filosofis visi tersebut adalah cita-cita untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Bantul yang :Sehat yaitu masyarakat Kabupaten Bantul yang memiliki kesehatan jasmani, rohani dan sosial, Cerdasyaitu masyarakat Kabupaten Bantul yang memiliki kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual,Sejahtera yaitu masyarakat Kabupaten Bantul yang produktif, mandiri, memiliki tingkat penghidupan yang layak dan mampu berperan dalam kehidupan sosial, Kemanusiaan yaitu masyarakat Kabupaten Bantul yang peduli, saling menghargai dan mengembangkan semangat gotong-royong, Kebangsaan yaitu masyarakat Kabupaten Bantul yang memiliki rasa patriotisme cita tanah air dan tumpah darah untuk bersama-sama mewujudkan pembangunan, Keagamaanyaitu masyarakat Kabupaten Bantul yang beriman, menjalankan ibadah dan mengembangkan toleransi beragama. Adapun MISI Kabupaten Bantul sesuai RPJMD tahun 2016-2021 adalah sebagai berikut :

1.Meningkatkan tata kelola pemerintahan yg baik, efektif, efisien dan bebas dari KKN melalui percepatan reformasi birokrasi Meningkatkan kapasitas pemerintah daerah menuju tata kelola pemerintahan yang empatik
2.Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, cerdas, terampil dan berkepribadian luhur
3. Mewujudkan kesejahteraan masyarakat difokuskan pada percepatan pengembangan perekonomian rakyat dan pengentasan kemiskinan
4. Meningkatkan kapasitas dan kualitas sarana-prasarana umum, pemanfaatan Sumber Daya Alam dengan memperhatikan kelestarian lingkungan hidup dan pengelolaan risiko bencana
5. Meningkatkan tata kehidupan masyarakat Bantul yang agamis, nasionalis, aman, progresif dan harmonis serta berbudaya istimewa.

Dalam sambutannya Kepala Puskesmas Srandakan Bantul dokter Anugrah Wiendyasari mengatakan bahwa sumberdaya pantai dan laut dikenal sebagai sumberdaya multi fungsi. Wilayah perairan pantai yang kaya akan sumberdaya alam telah dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia sebagai salah satu sumber bahan makanan, utamanya protein, sejak berabad-abad lamanya. Selain itu, pemanfaatan sumber energi, seperti hidrokarbon dan miniral khususnya di wilayah pesisir dan laut, telah dilakukan untuk menunjang pembangaunan pada sektor ekonomi. Fungsi lain yang dimiliki oleh wilayah pesisir dan lautan digunakan untuk berbagai kegiatan seperti transfortasi, pelabuhan, industri, agrobisnis dan agroindustri, rekreasi dan pariwisata, serta kawasan pemukiman, dan tempat pembuangan limbah.

Dalam upaya mewujudkan VISI dan MISI Kabupaten Bantul di atas Puskesmas Srandakan Bantul yang pada hari Jum’at tanggal ’09 September 2016  telah resmi mempunyai 2 buah POS UKK binaan yaitu Pos UKK Pantai Baru dan Pantai Kwaru senantiasa berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik. Adapun Pelayanan Kesehatan Pos UKK di sini diantaranya :

1. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

2. Penyuluhan Kesehatan Kerja

3. Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan ( P3 K )

4. Pertolongan Pertama Pada Penyakit ( P3 P )

Pemberdayaan Pekerja Pantai melalui Pos Upaya Kesehatan Kerja ( UKK ) di Pantai Baru & Kwaru

img-20160917-wa0003Pantai Selatan News; Pada hari Jum’at tanggal ’09 September 2016 telah diresmikan Pos Upaya Kesehatan Kerja ( UKK ) di kawasan pantai selatan Pantai Kwaru dan Pantai Baru yang merupakan binaan dari Puskesmas Srandakan Bantul . Upaya Kesehatan Kerja di Puskesmas ditujukan untuk melindungi pekerja agar hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan  yang diakibatkan oleh kecelakaan kerja. Upaya kesehatan kerja yang dimaksud meliputi pekerja di sektor formal dan informal dan berlaku bagi setiap orang selain pekerja yang berada di lingkungan tempat kerja.Berdasarkan Permenkes No.75 Tahun 2014 menjelaskan bahwa kebijakan dasar puskesmas merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota yang bertanggung jawab dalam menyelenggarakan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya termasuk upaya kesehatan kerja. Menurut International Labaour Organisation (ILO) diketahui bahwa 1,2 juta orang  meninggal setiap tahun karena kecelakaan kerja atau penyakit akibat hubungan kerja ( PAHK ) . Dari 250 juta kecelakaan, 3000.000 orang meninggal dan sisanya meninggal karena PAHK oleh sebab itu diperkirakan ada 160 juta PAHK baru setiap tahunnya. Melihat data tersebut maka sangat perlu diberikan perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja kepada masyarakat pekerja di wilayah kerja puskesmas dengan tujuan meningkatkan kemampuan pekerja untuk menolong dirinya sendiri sehingga terjadi peningkatan status kesehatan dan akhirnya peningkatan produktivitas kerja. Adapun sasaran dari program ini adalah pekerja di sektor kesehatan antara lain masyarakat pekerja di puskesmas, balai pengobatan / poliklinik, laboraturium kesehatan, Pos Upaya Kesehatan Kerja (Pos UKK), Jaringan dokter perusahaan bidang kesehatan kerja, masyarakat pekerja diberbagai sektor pembangunan, dunia usaha dan lembaga swadaya masyarakat. Untuk menerapkan pelayanan kesehatan kerja di puskesmas, secara umum kita dapat melihat langkah-langkah yang dapat diterapkan sebagaimana yang tertuang dalam pedoman pelayanan kesehatan kerja yang meliputi perencanaan, pelaksanaaan dan evaluasi serta memperhatikan aspek indikator yang harus dipenuhi. Strategi yang dikembangkan adalah dengan cara terpadu dan menyeluruh dalam pola pelayanan kesehatan puskesmas dan rujukan, dilakukan melalui pelayanan kesehatan paripurna, yang meliputi upaya peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit akibat kerja, penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan. Serta peningkatan pelayanan kesehatan kerja dilaksanakan melalui peran serta aktif masyakarat khususnya masyarakat pekerja.

Berawal dari hasil Survai Mawas Diri dan Musyawarah Masyarakat Desa warga dusun Kwaru dan Pandansimo Baru bahwa di wilayah ini mayoritas masyarakat adalah sebagai nelayan yang setiap harinya mencari ikan di pantai selatan. Sebagian juga sebagai pedagang makanan siap saji dan makanan jajanan khas tempat wisata pantai selatan.Tak terlupa kami Keluarga Puskesmas Srandakan mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada warga masyarakat di Pantai Kwaru, Pantai Baru dan sekitarnya, kepada bapak Camat Srandakan beserta jajaranya, bapak Lurah Desa Poncosari beserta jajarannya, bapak ibu pokgiat wilayah pantai selatan, bapak lurah desa Trimurti beserta jajarannya, bapak Kapolsek Srandakan beserta jajarannya, bapak Danramil Kecamatan Srandakan beserta jajarannya,bapak Kepala KUA beserta jajarannya, bapak Kepala UPT Kecamatan Srandakan beserta jajarannya dan semua lintak sektoral yang tidak bisa disebutkan satu persatu atas semua bantuannya dan besar harapan kami Pos UKK ini bisa berjalan lancar dan menjadi pionir untuk Pos UKK lainnya di wilayah Pantai Selatan pada khususnya maupun Pos UKK daerah kawasan wisata pada umumnya.

NYAMUK PENULAR DBD DAN DAMPAK FOGGING

KAPAN kita CURIGA DENGUE?

Kemungkinan Dengue  (Tersangka Dengue)

  • Demam, ditambah “DUA” dari kriteria berikut:
  • Anoreksia dan mual
  • Ruam / flushing ( muka kemerahan)
  • Nyeri – nyeri dan sakit
  • Leukopenia
  • Uji bendung/ RL (+)
  • Dijumpai tanda peringatan

Riwayat tinggal di daerah endemis, ada tetangga di lingkungan tempat tinggal menderita / meninggal karena DBD, bepergian ke daerah endemis.

  • Untuk fogging fokus, yaituradius lebih kurang 100 m2 dibutuhkan 60 liter solar dan 3 liter insektisida. ( Bila mobil solar rasio 1 liter per 5 km = menempuh 300 km).
  • Polusi 300 km hanya terkonsentrasi 100m2. pekatnya polusi yang ditimbulkan akibat pelaksanaan fogging.

 

  • Dampak fogging pada lingkungan :
    • Banyak polutan (zat pencemar) yang dihasilkan oleh mesin fogging
    • Polutan mencemari makanan, air minum dan lingkungan rumah setelah difogging
    • Kepuasan semu pada warga, sehingga merasa aman dan tidak melakukan PSN (pemberantasan sarang nyamuk).
    • Resistensi terhadap insektisida
      • SO2 di udara jika terkena air hujan menyebabkan hujan asam.

      Unsur N dan C menyumbang terjadinya efek rumah kaca karena terkumpul di lapisan luar atmosfir dan membalikkan sinar matahari yang dipantulkan dari bumi sehingga meningkatkan panas bumi.

      • Kandungan malathion menyebabkan kelainan saluran cerna (gastrointestinal) dan bagi wanita hamil yang ter-papar malathion risiko kelainan gastrointestinal pada anaknya 2,5 kali lebih besar.
      • Paparan malation mengakibatkan leukemia pada anak-anak, aplastik anemia, gagal ginjal, dan defek pada bayi baru lahir.
      • Berperan dalam kerusakan gen dan kromosom, kerusakan paru serta penurunan sistem kekebalan tubuh.

      Penelitian juga menyimpulkan malation mempunyai peran terhadap 28 gangguan pada manusia, mulai dari gangguan gerakan sperma hingga kejadian hiperaktif

      • SO2 bersifat korosif menyebabkan iritasi alat pernapasan dan mata
      • Hasil pembakaran solar di mesin fogging me-nimbulkan polusi di antaranya karbon monoksida (CO), Nitrat, Nitrit (NO2, NO3) dan Sulfur dioksida (SO2).
      • CO lebih agresif mengikat Hemoglobin (Hb) di dalam darah 200X lebih kuat dibanding Oksigen (O2) menjadi HbCO. NO2, NO3 juga lebih agresif mengikat Hb di dalam darah menjadi HbNO2 atau HbNO3 seharusnya Hb berfungsi mengikat O2 menjadi HbO2.
      • Keracunan CO, NO2 atau NO3 menjadi kekurangan O2. Akibat kekurangan O2 kesehatan juga terganggu.
      • Pestisida sulit diurai di alam maupun di dalam tubuh sehingga akan terakumulasi dan menimbulkan dampak di antaranya :–pembentukan sel-sel kanker (Carcinogenic),–kerusakan gen keturunan (Mutagenic),

        –kelahiran anak cacat (Teratogenic),

        –keguguran (Embriotoxin),

        –kematian bayi (Fetotoxin),

        –kerusakan sperma/mandul (Spermatotoxin),

        –kerusakan hati, lambung, ginjal, sistem kekebalan dan keseimbangan hormon,

        –kerusakan syaraf (Neurotoxin) meliputi gangguan ingatan, sulit berkonsentrasi, perubahan kepribadian, kelumpuhan, kehilangan kesadaran dan koma

 

Insektisida

Konsentrasi campuran adalah :

1 liter insektisida dicampur dengan 30 liter solar

Tidak Efisien

  • Biaya besar ± Rp. 1.900.000 untuk fogging radius 200 meter
  • Tenaga yang cukup banyak
  • Daya bunuhnya hanya 1 – 2 hari. “patah tumbuh hilang berganti”, ribuan jentik siap dewasa
  • Pengalaman fogging di Bontang dan jakarta tidak ada penurunan kasus signifikan
  • Pemakaian terus menerus terjadi resistensi terhadap insektisida
  • evaluasi lebih cermat antara risiko dan benefit kegiatan fogging

 

Pemberdayaan Dokter Gigi Kecil Dalam Pencegahan Karies Gigi Geraham Pertama Permanen Dengan Metode Permainan Ular Tangga di SD 1 Srandakan

Tujuan pembangunan kesehatan adalah terciptanya masyarakat Indonesia yang hidup dan berperilaku dalam lingkungan yang sehat dan mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu. Dalam upaya mencapai tujuan pembangunan kesehatan tersebut, ditetapkan misi  pembangunan kesehatan yaitu  Menggerakkan pembangunan nasional berwawasan kesehatan, mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat, memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau serta memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga, masyarakat beserta lingkungannya.

            Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan pasal 93 dan 94 dinyatakan bahwa pelayanan kesehatan gigi dan mulut dilakukan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam bentuk peningkatan kesehatan gigi, pencegahan penyakit gigi, pengobatan penyakit gigi dan pemulihan kesehatan gigi yang dilakukan secara terpadu , terintegrasi dan berkesinambungan dan dilaksanakan melalui pelayanan kesehatan perseorangan, pelayanan kesehatan gigi masyarakat, usaha kesehatan gigi sekolah, serta pemerintah dan pemerintah daerah wajib menjamin ketersediaan tenaga , fasilitas pelayanan, alat dan obat kesehatan gigi dan mulut dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang aman , bermutu dan terjangkau oleh masyarakat.

                        Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2015 ( Kemenkes ) menunjukkkan prevalensi  karies gigi di Indonesia adalah 23,5 % dan DI Yogyakarta prevalensi berada diatas prevalensi nasional. Prevalensi Nasional Gosok Gigi Setiap Hari 91,1 % , dan DI Yogyakarta mempunyai prevalensi di bawahnya. Prevalensi nasional karies aktif sebesar 43,4% dan Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai prevalensi karies aktif diatasnya.

            Puskesmas Srandakan adalah unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul dengan wilayah kerja berada di kecamatan Srandakan, mempunyai tiga fungsi pokok yaitu :

  1. Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan
  2. Memberdayakan masyarakat dan memberdayakan keluarga
  3. Memberikan pelayanan kesehatan strata pertama meliputi kesehatan perorangan dan pelayanan kesehatan masyarakat.

Data profil Puskesmas Srandakan tahun 2015,  penyakit yang berhubungan

dengan kesehatan gigi dan mulut masih masuk dalam 15 besar penyakit di puskesmas Srandakan,  yang mana urutan ke 11 yaitu penyakit pulpa, urutan ke 13 yaitu penyakit periodontal dan urutan ke 15 yaitu gingivitis.

 Program kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas Srandakan selain  memberikan pelayanan kesehatan perorangan juga pelayanan Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat ( UKGM ) dan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah ( UKGS ). Kegiatan UKGS meliputi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, skrening dan sikat gigi bersama.  Hasil penjaringan kesehatan gigi dan mulut pada siswa  sekolah dasar klas I,III dan V  tahun 2015, prosentase siswa yang  menderita karies gigi cukup tinggi yaitu 70,93% dari jumlah seluruh siswa yang diperiksa sebanyak 1063 siswa. Siswa yang telah dilakukan perawatan kesehatan gigi dan mulut  yaitu 46,2 % dan belum mencapai target puskesmas yaitu 100%. Salah satu upaya dalam mengatasi hal ini perlu adanya peningkatan upaya promotif dan preventif yang terintegrasi khususnya dalam  kegiatan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah ( UKGS ).

Jumlah SD UKGS diwilayah kecamatan Srandakan yaitu 16 SD dengan jumlah siswa seluruhnya 2286 siswa . SD 1 Srandakan merupakan SD dengan jumlah murid paling banyak yaitu 297 ( 13%) siswa seluruhnya. Letak yang strategis di tengah kota kecamatan dengan status karies gigi DMF-T sebesar 1,16 termasuk dalam kategori sangat rendah dan deft 3,41  termasuk dalam kategori sedang. Keadaan ini ada kemungkinan untuk dipertahankan,  sehingga dipilih sebagai SD binaan Puskesmas Srandakan.

Salah satu kegiatan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah adalah kegiatan penyuluhan. Kegiatan penyuluhan yang telah dilakukan selama ini berupa ceramah , ceramah dengan  menggunakan pantom gigi. Metode ini dianggap kurang  menarik sehingga siswa menjadi jenuh.  Berdasarkan penelitian Rusli (2003 ), Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut dengan metode bermain lebih baik daripada metode ceramah. Metode penyuluhan dipilih ular tangga dimana permainan ini mudah dilakukan, merupakan permainan tradisional, dimainkan berkelompok dan menyenangkan.

Tujuan pembangunan kesehatan adalah terciptanya masyarakat Indonesia yang hidup dan berperilaku dalam lingkungan yang sehat dan mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu. Dalam upaya mencapai tujuan pembangunan kesehatan tersebut, ditetapkan misi  pembangunan kesehatan yaitu  Menggerakkan pembangunan nasional berwawasan kesehatan, mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat, memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau serta memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga, masyarakat beserta lingkungannya.

            Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan pasal 93 dan 94 dinyatakan bahwa pelayanan kesehatan gigi dan mulut dilakukan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam bentuk peningkatan kesehatan gigi, pencegahan penyakit gigi, pengobatan penyakit gigi dan pemulihan kesehatan gigi yang dilakukan secara terpadu , terintegrasi dan berkesinambungan dan dilaksanakan melalui pelayanan kesehatan perseorangan, pelayanan kesehatan gigi masyarakat, usaha kesehatan gigi sekolah, serta pemerintah dan pemerintah daerah wajib menjamin ketersediaan tenaga , fasilitas pelayanan, alat dan obat kesehatan gigi dan mulut dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang aman , bermutu dan terjangkau oleh masyarakat.

                        Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2015 ( Kemenkes ) menunjukkkan prevalensi  karies gigi di Indonesia adalah 23,5 % dan DI Yogyakarta prevalensi berada diatas prevalensi nasional. Prevalensi Nasional Gosok Gigi Setiap Hari 91,1 % , dan DI Yogyakarta mempunyai prevalensi di bawahnya. Prevalensi nasional karies aktif sebesar 43,4% dan Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai prevalensi karies aktif diatasnya.

            Puskesmas Srandakan adalah unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul dengan wilayah kerja berada di kecamatan Srandakan, mempunyai tiga fungsi pokok yaitu :

  1. Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan
  2. Memberdayakan masyarakat dan memberdayakan keluarga
  3. Memberikan pelayanan kesehatan strata pertama meliputi kesehatan perorangan dan pelayanan kesehatan masyarakat.

Data profil Puskesmas Srandakan tahun 2015,  penyakit yang berhubungan

dengan kesehatan gigi dan mulut masih masuk dalam 15 besar penyakit di puskesmas Srandakan,  yang mana urutan ke 11 yaitu penyakit pulpa, urutan ke 13 yaitu penyakit periodontal dan urutan ke 15 yaitu gingivitis.

 Program kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas Srandakan selain  memberikan pelayanan kesehatan perorangan juga pelayanan Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat ( UKGM ) dan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah ( UKGS ). Kegiatan UKGS meliputi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, skrening dan sikat gigi bersama.  Hasil penjaringan kesehatan gigi dan mulut pada siswa  sekolah dasar klas I,III dan V  tahun 2015, prosentase siswa yang  menderita karies gigi cukup tinggi yaitu 70,93% dari jumlah seluruh siswa yang diperiksa sebanyak 1063 siswa. Siswa yang telah dilakukan perawatan kesehatan gigi dan mulut  yaitu 46,2 % dan belum mencapai target puskesmas yaitu 100%. Salah satu upaya dalam mengatasi hal ini perlu adanya peningkatan upaya promotif dan preventif yang terintegrasi khususnya dalam  kegiatan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah ( UKGS ).

Jumlah SD UKGS diwilayah kecamatan Srandakan yaitu 16 SD dengan jumlah siswa seluruhnya 2286 siswa . SD 1 Srandakan merupakan SD dengan jumlah murid paling banyak yaitu 297 ( 13%) siswa seluruhnya. Letak yang strategis di tengah kota kecamatan dengan status karies gigi DMF-T sebesar 1,16 termasuk dalam kategori sangat rendah dan deft 3,41  termasuk dalam kategori sedang. Keadaan ini ada kemungkinan untuk dipertahankan,  sehingga dipilih sebagai SD binaan Puskesmas Srandakan.

Salah satu kegiatan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah adalah kegiatan penyuluhan. Kegiatan penyuluhan yang telah dilakukan selama ini berupa ceramah , ceramah dengan  menggunakan pantom gigi. Metode ini dianggap kurang  menarik sehingga siswa menjadi jenuh.  Berdasarkan penelitian Rusli (2003 ), Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut dengan metode bermain lebih baik daripada metode ceramah. Metode penyuluhan dipilih ular tangga dimana permainan ini mudah dilakukan, merupakan permainan tradisional, dimainkan berkelompok dan menyenangkan.

Langkah langkah Kegiatan

  1. Pembentukan Tim Pembina Sekolah Sehat terdiri dari pemegang program  Promosi Kesehatan, Usaha Kesehatan Gigi Sekolah, Kesehatan   Lingkungan .
  2. Pelatihan Dokter gigi kecil, guru pendamping kelas dan guru PJOK SD 1 Srandakan tentang kesehatan gigi dan mulut dan penggunaan metode penyuluhan dengan permainan ular tangga.
  3. Menentukan kriteria penilaian DMFT,deft, OHIS sebagai berikut :Persiapan

Definisi Oprasional

Indeks DMF-T adalah indeks karies untuk gigi permanen dan def-t adalah indeks  karies untuk gigi sulung.

D /d           : Decay, yaitu kerusakan gigi permanen karena    

         karies dan masih bisa  di tambal.

      M /e     :     Missing /extraction  adalah gigi yang hilang karena    

                         karies atau gigi  karies yang diindikasikan dicabut.

      F/f            : Filling adalah gigi yang sudah dilakukan tindakan      

            tumpatan gigi  karena karies.

Pelaksanaan Kegiatan

    • Memilih 70 siswa dengan gigi geraham pertama permanen sudah muncul sebagai sampel yang akan dilakukan intervensi akan dimotivasi oleh dokter gigi kecil dengan diberikan penyuluhan dengan metode permainan ular tangga.
    • Melakukan pretest dan pemeriksaan awal kesehatan gigi dan mulut Penyuluhan Kesehatan gigi dan mulut dan  praktek sikat gigi  
    • Praktek bermain ular tangga dengan cara :
  • Pemain 4 orang sebagai pion dan 4 orang sebagai pelempar    

 dadu,dan 2 orang pemandu.

  • Bila dadu dilempar, pion berjalan dari kiri ke kanan sejumlah angka di mata dadu.
  • Bila pion berhenti di angka yang terdapat pesan perbuatan baik maka siswa bisa naik ke nomor lebih tingi.
  • Bila mendapat pesan kebiasaan tidak baik maka siswa itu turun melalui ekor ular.
    • Pendampingan dokter gigi kecil dalam memandu permainan ular tangga dan sikat gigi bersama secara berkala
    • Post test dan pemeriksaan kedua kesehatan gigi dan mulut 
    • Evaluasi rujukan  

 Langkah terakhir adalah Pencatatan Hasil kegiatan ( drg.Kristinawati).